Dapatkah kita mendarat di planet Jupiter ?

ilustrasi jupiter
Ilustrasi jupiter dari Io

Jupiter adalah sebuah planet gas raksasa yang tidak memiliki permukaan padat yang dapat di gunakan untuk mendaratkan sebuah pesawat ruang angkasa.

Walaupun secara teori jupiter memiliki inti solid seukuran bumi, namun inti ini di bungkus oleh lapisan hidrogen metalik cair dan gas yang sangat tebal yang mustahil untuk di tembus.

Saat sebuah pesawat ruang angkasa di jatuhkan ke planet jupiter, pesawat tersebut akan terus tenggelam dan hancur oleh tekanan dan suhu luar biasa jupiter sebelum mencapai inti padat.

Juno pecahkan rekor sebagai pesawat bertenaga surya terjauh



Juno adalah misi NASA yang terbaru ke planet Jupiter. Juno diluncurkan dari Stasiun Peluncuran di Cape Canaveral pada tanggal 5 Agustus 2011 dan akan tiba pada bulan Juli 2016. pesawat ruang angkasa ini akan ditempatkan di orbit kutub untuk mempelajari komposisi Jupiter, medan gravitasi, medan magnet, dan magnetosfer kutub. Juno juga akan mencari petunjuk tentang bagaimana planet jupiter terbentuk, termasuk apakah ia memiliki inti berbatu, jumlah air yang ada di dalam Awannya, bagaimana massanya didistribusikan, dan angin yang ada di permukaannya, yang bisa mencapai kecepatan 618 kilometer per jam (384 mph).

Juno membutuhkan lima tahun perjalanan ke Jupiter, dan akan tiba sekitar 4 Juli 2016. pesawat ruang angkasa yang akan melakukan perjalanan lebih dari 2,8 miliar kilometer (18,7 AU; 1,74 miliar mil) pesawat ruang angkasa Juno akan mengorbit Jupiter 33 kali selama satu tahun bumi.

Pesawat ruang angkasa NASA Juno yang sedang melakukan perjalanan menuju Jupiter yang direncanakan akan sampai pada bulan Juli telah memecahkan rekor sebaga pesawat ruang angkasa bertenaga surya yang paling jauh.

Juno memecahkan rekor sebelumnya dipegang oleh pesawat ruang angkasa Rosetta pada 13 Januari saat terbang sekitar 793 juta kilometer (493 juta mil) dari matahari.

Ketika memasuki orbit sekitar Jupiter pada tanggal 4 Juli, pesawat ruang angkasa Juno akan menjadi pesawat ruang angkasa bertenaga surya pertama yang mencapai jupiter, mulai 20 bulan pesawat ini akan mempelajari struktur atmosfer interior dan planet.

Juno membawa tiga panel surya besar, masing masing memiliki lebar 2,7 meter (9 kaki) dan panjang 8,8 meter (29 kaki) , untuk menghasilkan listrik.

Tak lama setelah peluncuran pada 2011, sistem tenaga surya bisa mengubah cahaya matahari menjadi 14 kilowatt energi. Ketika Juno mencapai Jupiter, yang mengorbit lima kali lebih jauh dari jarak bumi - matahari, pesawat ruang angkasa hanya dapat menghasilkan 500 watt listrik. dan itu sudah lebih dari cukup untuk mengoperasikan seluruh perangkat juno.

hampir seluruh pesawat ruang antariksa dulunya menggunakan energi nuklir, tetapi persediaan pemerintah AS akan plutonium telah jauh berkurang ketika juno dirancang, inilah yang mengakibatkan juno menggunakan energi dari tiga panel surya besar.

Panel surya Juno disusun dalam bentuk segitiga. dan memiliki luas total sekitar 635 kaki persegi.

Panel surya Juno terdiri dari 18.698 sel-sel individual, masing-masing berukuran sekitar 9,4 cm (3,7 inci) 5,7 cm (2,25) inci. Sel-sel persegi panjang yang terbuat dari silikon dan galium arsenide.

Paradok fermi : kita tidak menemukan Alien karena Alien telah punah

teleskop-radio
Ilustrasi antena radio dan Bima Sakti

Kehidupan di planet lain mungkin akan singkat dan punah dengan sangat cepat, ungkap seorang astrobiologists dari The Australian National University (ANU).

Dalam penelitian yang bertujuan untuk memahami bagaimana kehidupan bisa berkembang, para ilmuwan menyadari kehidupan baru umumnya akan mati karena perubahan iklim di planet mereka.

"Alam semesta mungkin diisi dengan sangat banyak planet yang layak huni, sehingga banyak ilmuwan berpikir bahwa alam semesta penuh dengan alien," kata Dr Aditya Chopra seorang penulis utama Astrobiology.

"Awal kehidupan sangatlah rapuh, jadi sangat jarang dapat berkembang menjadi organisme cerdas."

"Kebanyakan lingkungan planet awal tidak stabil. Untuk menghasilkan sebuah lingkungan yang layak huni, bentuk kehidupan perlu mengatur gas rumah kaca seperti air dan karbon dioksida untuk menjaga suhu permukaan agar stabil. "

Sekitar empat miliar tahun yang lalu Bumi, Venus dan Mars mungkin semuanya layak dihuni. Namun, satu miliar tahun berikutnya, Venus berubah menjadi planet neraka dan Mars membeku menjadi lemari es.

Ini berarti, bentuk kehidupan mikroba di Venus dan Mars, jika ada, gagal menstabilkan lingkungan yang berubah dengan cepat, kata rekan penulis Associate Professor Charley Lineweaver dari ANU Planetary Science Institute.

"Kehidupan di Bumi mungkin memainkan peran utama dalam menstabilkan iklim planet," katanya.

Dr Chopra mengatakan teori mereka memecahkan teka-teki.
"Misteri mengapa kita belum menemukan tanda-tanda alien, "katanya.

Kondisi planet yang basah, berbatu, dan dengan bahan-bahan dan sumber energi yang dibutuhkan untuk hidup tampaknya ada mana-mana. Namun, seperti fisika Enrico Fermi menunjukkan pada tahun 1950, tidak ada tanda-tanda hidup kehidupan extra-terrestrial yang telah ditemukan.

Sebuah solusi yang masuk akal untuk paradoks Fermi adalah bahwa kehidupan punah sebelum mereka menjadi organisme multy sel, kata para peneliti.

Astronom Amerika Klaim Bukti Kuat Planet Ke-Sembilan

Planet ke-9

Astronom Amerika mengklaim bahwa mereka memiliki bukti yang cukup kuat tentang keberadaan planet kesembilan yang mengorbit di tepi sistem tata surya, sangking jauhnya bahkan melebihi orbit planet kerdil Pluto.

Pengamatan secara langsung memang belum dilakukan. Namun, Tim dari Institut Teknologi California (Caltech) membuat klaim berdasarkan pergerakan planet kerdil sedna dan benda benda lain di sabuk kuiper.

"Sangat banyak teleskop dibumi yang dapat menemukanya," ungkap Dr Mike Brown.
"Dan saya betul-betul berharap bahwa kami bisa mengumumkan penemuan ini, orang-orang di seluruh dunia mulai mencari planet kesembilan."

Jika memang ada, diperkirakan Planet ini akan memiliki 10 kali masa bumi dan jauhnya 20 kali orbit neptunus.
Jarak Neptunus ke matahari sekitar 4,5 miliar km.

Diperkirakan planet ini akan memiliki orbit yang sangat elips (lonjong> dan membutuhkan waktu 10.000 dan 20.000 tahun untuk sekali orbit.

Kelompok peneliti Caltech telah menganalisis pergerakan sejumlah objek dalam Sabuk Kuiper, tempat planet Pluto berada.
Para ilmuwan mengatakan mereka melihat tatanan berbeda di antara objek-objek dalam Sabuk Kuiper, khususnya dua objek yang lebih besar dikenal sebagai Sedna dan 2012 VP113.
Tatanan ini, mereka berpendapat, dijelaskan dengan keberadaan sebuah planet besar yang sampai sekarang tak dikenal.

"Benda-benda yang paling jauh semuanya bergerak dalam satu arah dengan cara yang sangat aneh yang seharusnya tidak terjadi. Kami menyadari satu-satunya cara agar kita bisa melihat mereka bergerak dalam satu arah adalah jika ada sebuah planet besar, yang juga sangat jauh letaknya dalam sistem tata surya, adalah menjaga posisi mereka di tempatnya sewaktu mengelilingi Matahari," jelas Dr Brown.

"Tadinya saya benar-benar skeptis, sampai akhirnya tiba-tiba berpikir ini mungkin benar-benar nyata."
Pemodelan dan observasi
Gagasan bahwa mungkin ada yang disebut Planet X yang bergerak jauh mencapai sistem tata surya telah diperdebatkan selama lebih dari seratus tahun.

Apa yang membuat klaim ini sedikit lebih menarik adalah Dr Brown sendiri.
Dia memang ahli dalam mencari objek-objek luas, dan dia menemukan planet kerdil Eris seluas 2,236 km dalam Sabuk Kuiper pada tahun 2005, yang membuat status Pluto sebagai planet ditendang setahun kemudian.
Pada tahap itu, Pluto dianggap sedikit lebih kecil dari Eris, namun sekarang diketahui ukurannya sedikit lebih besar.

Peneliti lainnya yang memodelkan sistem luar tata surya mengatakan bahwa selama beberapa tahun berbagai ukuran terlihat dalam objek-objek sejauh ini diidentifikasi dalam Sabuk Kuiper menunjukkan planet lain yang mungkin ukurannya sama dengan Bumi atau Mars.

Tapi pasti menjadi skeptis sampai ada pengamatan teleskopik yang dapat dikonfirmasi kebenarannya.

Dr Brown dan Konstantin Batygin melaporkan penelitian mereka dalam The Astronomical Journal.

Di mana mencari planet kesembilan?
Enam benda yang dikenal merupakan planet paling jauh dalam sistem surya dengan orbit eksklusif di luar Neptunus semuanya misterius berbaris dalam satu arah.

Mengapa? Brown dan Batygin berpendapat semua ini dikarenakan adanya planet besar yang tidak sejajar dengan benda-benda ini.

Dapatkah teleskop menemukan planet ini? Mungkinkah bukti yang sudah tercantum dalam data pengamatan namun tak seorang pun mengakuinya? Pencarian tengah berlangsung.