Dikabarkan Robot Penjelajah Bulan Milik China, Yutu Rusak


Kabar mengejutkan datang dari robot penjelajah Bulan China, Yutu(Jade Rabbit). Dilaporkan oleh kantor beritaXinhua, Yutu mengalami masalah mekanik yang menyebabkannya tidak dapat bergerak seperti yang seharusnya.
Kegagalan mekanik itu kemungkinan disebabkan oleh kondisi Bulan yang memang begitu ekstrem baik kondisi permukaannya maupun temperatur yang turun begitu cepat di malam hari dan naik dengan cepat di pagi dan siang hari. Hal itulah menyebabkan Yutu rusak.
Setelah berita rusaknya Yutu menyebar di dunia maya seperti Twitter, Banyak warga China yang sedih dan merespon berita itu dengan dukungan kepadaChinese Academy of Scienceselaku pembuat sekaligus pengendali robot Yutu. Saat ini ilmuwan sedang mencari cara bagaimana agar Yutu bisa bergerak kembali. Klik di siniuntuk melihat foto-foto robot Yutu di Bulan.

Uap Air Yang Keluar Dari Ceres Terdeteksi Teleskop Herschel


Teleskop Herschel memberikan penemuan yang berharga bagi para astronom. Teleskop Herschel berhasil mendeteksi uap air di Ceres, sebuah planet kerdil yang berada di sabuk asteroid di belakang Pluto. Ukuran Ceres lebih besar dari asteroid dan lebih kecil dari planet sehingga disebut dengan planet kerdil.
"Ini adalah pertama kalinya uap air terdeteksi di Ceres maupun di sabuk asteroid secara umum dan sekaligus membuktikan bahwa Ceres memiliki permukaan berupa lapisan es," ungkap Michael Kuppers dari ESA(European Space Agency).
Para ilmuwan percaya bahwa lapisan es tebal di bagian dalam Ceres jika mencair maka jumlahnya akan melebihi umlah air tawar yang ada di Bumi kita ini. Ketika Orbit Ceres berada lebih dekat dengan Matahari, maka suasana di planet kerdil itu menjadi lebih hangat menyebabkan uap air muncul dan terdeteksi oleh teleskop Herschel.
Wahana NASA, Dawn yang memang ditugaskan untuk mengeksplorasi daerah di sabuk Kuiper termasuk Ceres diperkirakan akan sampai pada pertengahan 2015 mendatang dan ilmuwan akan mendapatkan data lebih lengkap tentang bagaimana kakteristik obyek yang ada di sabuk Kuiper.

Pembentukan Bintang di Cluster Galaksi RX J1532 di hentikan oleh lubang hitam super masif


Para astronom dengan menggunakan teleskop Chandra berhasil mengungkap rahasia kekuatan salah satu lubang hitam yang dikenal sebagai lubang hitam dengan kekuatan super besar. Lubang hitam itu mampu menciptakan struktur yang bergitu besar didaerah yang dikelilingi oleh gas panas sehingga mencegah terbentuknya bintang dilingkungan ekstrim tersebut.
Lubang hitam tersebut berada dalam sebuah gugus galaksi bernama RX J1532.9+3021 (RX J1532) yang jaraknya 3,9 miliar tahun cahaya dari Bumi. Foto di atas adalah foto komposit yang dioleah dari data sinar X yang diperoleh teleskop Chandra. Dari foto tersebut tampak gas panas berwarna ungu di sekitar cluster galaksi yang berwarna kuning. Saking masifnya kekuatan dari lubang ini sehingga setara dengan satu kuadriliun atau seribu triliun kali lipat kekuatan Matahari kita, sangat..sangat..sangat luar biasa.
Jumlah gas panas yang luar biasa besar di pusat cluster galaksi menyimpan teka-teki. Gas panas memancarkan sinar X yang dingin sehingga kepadatan gas di pusat galaksi harusnya mendingin dengan cepat. Tekanan gas yang mendingin kemudian akan masuk lebih dalam ke dalam galaksi sehingga akan membentuk miliaran bintang. Tapi anehnya tidak ditemukan satu bukti pun adanya bintang yang terbentuk. Sangat aneh sekali.
Penemuan ini sangat mengejutkan. Mengapa bintang tidak terbentuk padahal bahan baku pembentukan bintang begitu melimpah di sana?? Citra dari teleskop Chandra dan NSF's Karl G. Jansky VLA(Very Large Array)memberikan petunjuk jawaban atas teka-teki ini. Foto Sinar X yang diperoleh memperlihatkan adanya dua rongga besar di dalam gas panas pada sisi lain pusat galaksi. Lubang hitam supermasih terletak diantara kedua rongga dan menciptakan pancaran jet supersonik yang menembus gas panas dan mendorongnya ke samping (ke luar). Rongga itu kemudian meluas dan melepaskan energi yang menimbulkan panas yang mencegah gas untuk mendingin. Dan itulah yang menyebabkan bintang tidak terbentuk.
Untuk menghasilkan jet supersonik yang sangat dahsyat, lubang hitam haruslah mengkonsumsi banyak massa. Tapi ternyata lubang hitam yang satu ini lebih efisien. Lubang hitam ini mampu menghasilkan energi super besar dengan konsumsi bahan yang sedikit. Hal itu terungkap setelah tidak ditemukannya emisi sinar X sebagai hasil dari materi yang "dimakan" lubang hitam. Bagaiamana cara lubang hitam itu menghasilkan energi besar dari konsumsi materi yang sedikit?? Lubang hitam dengan massa 10 miliar kali Matahari kita jika berputar dengan sangat cepat maka akan menghasilkan jet yang lebih besar dari lubang hitam yang berputar perlahan dengan konsumsi materi yang sama.
Selain ditemukan dua rongga tadi, ternyata ada pula satu rongga lain yang ternyata tidak selaras dengan jet lubang hitam.

Sebenarnya mars pernah mendukung kehidupan selama jutaan tahun


Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan para ilmuwan, mereka menyimpulkan bahwa Planet Mars dahulu pernah mampu menunjang kehidupan selama beberapa ratus juta tahun sebelum akhirnya lenyap seperti saat ini. Hal itu didapat dari wahana Opportunity yang telah menjelajah Mars selama lebih dari 10 tahun. Opportunity menemukan bukti bahwa air dengan tingkat keasaman netral pernah mengalir di planet tersebut 4 miliar tahun yang lalu. Bukti ini diperkuat dengan temuan Curiosity yang dipublikasikan pada 23 Januari 2014 yang menemukan sebuah tempat yang dulu adalah sebuah danau dan sistem air tanah yang pada waktu itu sangat berpotensi untuk adanya kehidupan sekitar 3,7 miliar tahun lalu.
"Air di danau itu pernah ada dalam jangka waktu yang lama," ungkap Ray Arvidson selakuprincipal investogatorOpportunity. Lanjut ia mengatakan bahwa organisme primitif telah mampu bertahan hidup di Mars dalam jangka waktu yang lama, hampir mirip saat kehidupan di Bumi berawal.
Tidak lama setelah Opportunity mendarat di Mars, wahana MRO(Mars Reconnaissance Orbiter)NASA mendapati sebuah citra mineral lempung yang akaya akan aluminium di sekitar daerah yang dikenal sebagai Matijevic Hill. Dari situ kemudian Opportunity diarahkan untuk menuju ke lokasi tersebut. Setelah sampai di sana Opportunity mendapati fakta bahwa batuan yang ada di sana merupakan batuan yang sangat kuno yang usianya sekitar 4 miliar tahun. Batuan tersebut memiliki banyak formasi retakan yang menjadi bukti bahwa air berwujud cair pernah mengalir dalam waktu lama di tempat itu.

Pakaian astronot harus bisa lindungi astronot dari gravitasi mikro



Efek gravitasi mikro di luar angkasa ternyata berakibat pada kesehatan para astronot khususnya pada tulangnya. Gaya gravitasi mikro menyebabkan tulang astronot menjadi memanjang dan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat. Rasa sakit yang dirasakan umumnya terjadi di daerah punggung. Itu mereka rasakan saat mereka kembali ke Bumi dan bekerja seperti biasa. Untuk itulah Lembaga Antariksa Eropa (ESA) mendesain sebuah pakaian khusus yang bisa melindungi tubuh astronot dari pengaruh gaya berat mikro luar angkasa. Pakaian atau skinsuit ini sangat ketat sehingga seolah-olah meremas dan menekan tubuh manusia namun tetap nyaman dipakai.


Skinsuit yang dirancang ESA telah diuji coba dalam laboratorium simulasi gaya berat mikro oleh beberapa astronot dan hasilnya mereka cukup puas dengan performa skinsuit ini. Simon Evetts dari ESA selaku pimpinan riset skinsuit ini menyatakan bahwa mendesain pakaian seperti itu sangat menantang, ia mengungkapkan bahwa pakain tersebut harus benar-benar pas ukurannya sehingga dapat diperoleh manfaat yang dikehendaki dan tentunya harus nyaman dipakai.


Skinsuit ini tampak biasa dari luar tapi memiliki teknologi canggih di dalamnya. Skinsuit ini dilengkapi dengan berbagai sensor untuk mendeteksi adanya perubahan pada tubuh astronot. Skinsuit ini sendiri terbuat dari bahan spandex dan rencananya akan digunakan pada misi penerbangan astronot ke ISS pada tahun 2015. Sebagai tambahan informasi, biasanya astronot bertugas di ISS sekitar enam bulan bahkan lebih, dan dengan adanya pakaian ini tubuh mereka akan terlindungi.

Teori relativitas albert eistein

Teori relativitas Albert Einstein
adalah sebutan untuk kumpulan
dua teori fisika: "relativitas umum"
dan "relativitas khusus". Kedua
teori ini diciptakan untuk
menjelaskan bahwa gelombang
elektromagnetik tidak sesuai
dengan teori gerakan Newton.
Gelombang elektromagnetik
dibuktikan bergerak pada
kecepatan yang konstan, tanpa
dipengaruhi gerakan sang
pengamat. Inti pemikiran dari
kedua teori ini adalah bahwa dua
pengamat yang bergerak relatif
terhadap masing-masing akan
mendapatkan waktu dan interval
ruang yang berbeda untuk
kejadian yang sama, namun isi
hukum fisika akan terlihat sama
oleh keduanya.
Relativitas khusus
Tulisan Einstein tahun 1905,
"Tentang Elektrodinamika Benda
Bergerak", memperkenalkan teori
relativitas khusus. Relativitas
khusus menunjukkan bahwa jika
dua pengamat berada dalam
kerangka acuan lembam dan
bergerak dengan kecepatan sama
relatif terhadap pengamat lain,
maka kedua pengamat tersebut
tidak dapat melakukan percobaan
untuk menentukan apakah mereka
bergerak atau diam. Bayangkan ini
seperti saat Anda berada di dalam
sebuah kapal selam yang bergerak
dengan kecepatan tetap. Anda
tidak akan dapat mengatakan
apakah kapal selam tengah
bergerak atau diam. Teori
relativitas khusus disandarkan
pada postulat bahwa kecepatan
cahaya akan sama terhadap semua
pengamat yang berada dalam
kerangka acuan lembam.
Postulat lain yang mendasari teori
relativitas khusus adalah bahwa
hukum fisika memiliki bentuk
matematis yang sama dalam
kerangka acuan lembam manapun.
Dalam teori relativitas umum,
postulat ini diperluas untuk
mencakup tidak hanya kerangka
acuan lembam, namun menjadi
semua kerangka acuan.
Relativitas umum
Relativitas umum diterbitkan oleh
Einstein pada 1916 (disampaikan
sebagai satu seri pengajaran di
hadapan "Prussian Academy of
Science" 25 November 1915). Akan
tetapi, seorang matematikawan
Jerman David Hilbert menulis dan
menyebarluaskan persamaan
sejenis sebelum Einstein. Ini tidak
menyebabkan tuduhan pemalsuan
oleh Einstein, tetapi kemungkinan
mereka merupakan para pencipta
relativitas umum.
Teori relativitas umum
menggantikan hukum gravitasi
Newton. Teori ini menggunakan
matematika geometri diferensial
dan tensor untuk menjelaskan
gravitasi. Teori ini memiliki bentuk
yang sama bagi seluruh pengamat,
baik bagi pengamat yang bergerak
dalam kerangka acuan lembam
ataupun bagi pengamat yang
bergerak dalam kerangka acuan
yang dipercepat. Dalam relativitas
umum, gravitasi bukan lagi sebuah
gaya (seperti dalam Hukum
gravitasi Newton) tetapi
merupakan konsekuensi dari
kelengkungan (curvature) ruang-
waktu. Relativitas umum
menunjukkan bahwa
kelengkungan ruang-waktu ini
terjadi akibat kehadiran massa

Hypervelocity, Bintang tercepat dengan Kecepatan 3 Juta km Per Jam


Astronom menemukan 20 bintang hypervelocity(hypervelocity stars)yang mengorbit pusat Bima Sakti dalam kecepatan yang super cepat sehingga bisa menyebabkan bintang itu terlempar ke luar dari Bima Sakti. Bintang Hypervelocity merupakan bintang dengan kecepatan orbit yang berbeda dari bintang secara umum di dalam galaksi. Pertama kali kelas bintang ini ditemukan oleh astronom Jack Hills pada tahun 1988 dan kemudian keberadaannya dikonfirmasi oleh Warren Brown, Margaret Geller, Scott Kenyon, dan Michael Kurtz pada tahun 2005. Bintang Hypervelocity (HVS) diyakini berasal dari awan Magellan besar(Large Magellanic Cloud).


Saking cepatnya periode orbitnya, kecepatannya bisa mencapai 2 juta mil per jam (3.218.688 km / jam). Diperkirakan bintang ini terbentuk saat ada sistem bintang ganda (bintang biner) dimakan oleh lubang hitam yang ada di pusat Bima Sakti, kemudian lubang hitam itu memuntahkan kembarannya dan melemparkannya dalam kecepatan yang super cepat, unkap mahasiswa astronomi dariOhio University, keith Hawkins.


Besar dari bintang Hypervelocity ini bisa mencapai 4 kali dari Matahari kita, tapi ada juga yang lebih kecil. Mengamati bintang Hypervelocity sangatah sulit bagaikan mencari jarum di tumpukkan jerami, sebab ada miliaran bintang di galaksi Bima Sakti. Untuk itu astronom menggunakan teleskop Palomar 5 meter di California.


Diperkirakan ada lebih dari 1000 bintang Hypervelocity di galaksi kita ini. Jika jumlah bintang di Bima Sakti ada 100 miliar, maka jumlah itu amat sangat kecil.

Fenomena; ternyata Antariksa juga punya cuaca


Selama ini orang-orang mengenal ‘cuaca’ sebagai kondisi langit di bumi seperti langit yang cerah, berawan, atau hujan. Sebenarnya istilah ‘cuaca’ juga digunakan di antariksa. Namun hal itu berbeda dengan cuaca di bumi, cuaca antariksa meliputi aktivitas matahari, angin surya, keadaan magnetosfer, termosfer, dan ionosfer. Dalam bahasan kali ini kita akan membahas tentang isi buku yang telah dirilis oleh LAPAN yang berjudul Fenomena Cuaca Antariksa. Bagaimana isi dari buku tersebut? Mari kita kupas bersama isi dari buku Fenomena Cuaca Antariksa
Cuaca antariksa terjadi setiap saat yang efeknya berpengaruh pada teknologi (satelit, wahana antariksa) dan kehidupan manusia. Angin surya misalnya, dengan medan magnetnya yang terbawa hingga ke bumi berpotensi meningkatkan konsentrasi ozon yang menyebabkan naiknya temperatur di permukaan bumi. Keselamatan dan kesehatan astronot yang sedang memiliki misi di luar angkasa juga akan terancam dengan radiasi elektromagnetik dan partikel bermuatan.
Matahari memiliki aktivitas-aktivitas dalam kesehariannya berupasunspot(bintik hitam),flare(ledakan matahari), prominensa, lubang korona sebagai sumber angin matahari berkecepatan tinggi, danCoronal Mass Ejection(Lontaran Massa Korona). Aktivitas matahari tersebut terjadi secara siklik. Ketika banyak ledakan flare dan CME, menandakan tingginya aktivitas matahari. Saat intensitas ledakan sudah menurun, aktivitas matahari berkurang meskipun cuaca antariksa tetap perlu diwaspadai mengingat bahwa cuaca antariksa selalu terjadi setiap saat. Adanya CIR dan sinar kosmik yang bahkan lebih berpengaruh dari aktivitas matahari.
Dampak khusus akibat aktivitas matahari berupa semburan radio matahari (Solar radio burst), badai matahari dan CIR, gangguan sistem dan orbit wahana antariksa. Semburan radio disebabkan oleh perubahan kondisi plasma di atmosfer matahari karena perubahan jumlah dan laju artikel yang terlontar dari matahari. Efeknya adanya pancaran gelombang elektromagnetik pada rentang panjang gelombang radio yang disebut sebagai semburan radio matahari. Lain pula dengan semburan radio matahari, CME danflareyang disebut sebagai badai matahari berdampak pada wahana antariksa dan gangguan atau bahkan kerusakan teknologi di bumi. Untuk memprediksi terjadinya badai matahari, LAPAN memantau kondisi matahari melalui aktivitassunspot. Dampak parah yang ditimbulkan akibat aktivitas matahari adalah gangguan sistem dan orbit wahana antariksa yang dapat berupa penurunan ketinggian satelit hingga resiko tubrukan antarbenda buatan.
Selain matahari, medan magnet bumi menjadi indikator cuaca antariksa. Magnet bumi disebut geomagnet. Geomagnet ini bekerja menahan dan membelokkan partikel bermuatan dari angin surya. Geomagnet ini dibagi dalam beberapa daerah. Daerah yang pertama adalah magnetosfer yang berfungsi melindungi bumi dari partikel bermuatan angin surya. Namun tidak semua partikel dapat terhalang. Jika terlalu banyak partikel yang masuk, akan terjadi menyebabkan terjadinya badai geomagnetik sehingga terjadi fenomena auroradan dampak buruknya dapat menimbulkan gangguan teknologi di bumi maupun luar angkasa. Daerah kedua adalah ionosfer yang terbentuk dari ionosasi molekul sinar UV di bagian atmosfer bumi.Flaredan CME pada lapisan ionosfer menyebabkan perubahan kerapatan elektron yang akan mengganggu sistem teknologi komunikasi dan navigasi.
Badai terbesar pernah terjadi pada September 1859 dengan nilai Dst mancapai -1760nT yang dikenal dengan namaCarrington event. Cara mengantisipasi dampak negatif cuaca antariksa, LAPAN telah membangun sistem peringatan dini secara online. Selain itu juga dengan membangun ruang monitoring cuaca antariksa. Selanjutnya LAPAN akan meninformasikan kepada masyarakat

Planet di gugus terbuka


Dari 1065 planet yang sudah dikonfirmasi keberadaannya, kurang dari 6 ditemukan di gugus terbuka dan tidak ada planet yang ditemukan di gugus bola. Bagi para astronom, fenomena ini agak aneh karena sebagian besar bintang terbentuk dalam gugus bintang. Para astronom pun bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang berbeda dalam pembentukan planet di gugus bintang yang bisa menjelaskan fenomena ketiadaan planet di gugus bintang.
Ada dua tipe gugus bintang, yakni gugus terbuka dan gugus bola. Secara umum gugus terbuka merupakan kelompok bintang-bintang muda sedangkan gugus bola merupakan kelompok bintang yang lebih tua. Di gugus terbuka, bintang-bintang terbentuk dari awan gas dan debu tunggal, dan banyak ditemukan di lengan spiral galaksi sedangkan gugus bola lebih banyak ditemukan mengorbit di area pusat galaksi.
Uniknya, dari pencarian planet di gugus bintang, sejak dua tahun lalu exoplanet “baru berhasil” ditemukan di gugus NGC 6811, Messier 44 dan gugus Hyades. Dan penemuan terbaru di Messier 67.
Keunikan lainnya, satu dari tiga exoplanet yang ditemukan, bergerak mengitari bintang induk yang sangat langka. Bintang kembar Matahari, sebuah bintang yang hampir identik dengan Matahari.
Messier 67 merupakan gugus terbuka beranggotakan bintang-bintang yang usia dan komposisinya hampir sama dengan Matahari. Jadi bisa kita katakan, kalau Messier 67 merupakan laboratorium yang pas untuk mempelajari pembentukan planet di lingkungan yang sangat ramai. Yang jadi pertanyaan untuk dijawab adalah, berapa banyak planet yang akan terbentuk di sana dan apakah planet terbentuk pada bintang yang lebih masif atau yang kurang masif.
Exoplanet di Messier 67
Anna Brucalassi berhasil menemukan ketiga planet di Messier 67 setelah melakukan pengamatan menggunakan HARPS yang dipasang pada teleskop 3,6 meter milik ESO di Observatorium La SIlla. Tapi pengamatan pada Messier 67 juga dilakukan dengan instrumen SOPHIE di Observatoire de Haute-Provence, Prancis, teleskop Leonhard Euler 1,2 meter milik Swiss di Observatorium La Silla dan Teleskop Hobby Eberly di Texas, USA untuk mengkonfirmasi keberadaan planet-planet yang ditemukan tersebut.
Anna dan rekan-rekannya melakukan pengamatan pada 88 bintang dari sekitar 500 bintang di Messier 67 selama 6 tahun untuk melihat apakah ada perubahan gerak yang sangattt kecil pada bintang yang bergerak mendekati dan menjauhi Bumi. Perubahan pada goyangan bintang tersebut disebabkan oleh gaya tarik planet yang sedang mengorbit si bintang. Jika ada goyangan yang dilihat pada perubahan garis spektrum bintang, bisa dipastikan disana ada planet yang sedang mengorbit.
Hasil pengamatan menunjukkan keberadaan 3 buah planet di gugus yang berada 2500 tahun cahaya dari Bumi di Rasi Cancer. Tidak mudah untuk bisa menemukan ketiga planet tersebut karena pada umumnya gugus bintang lebih redup dibanding bintang normal yang menjadi target pencarian exoplanet. Artinya, kalau ada planet maka sinyal yang diterima pengamat sangatlah lemah untuk dideteksi.
Dari tiga planet yang ditemukan, dua di antaranya mengorbit bintang serupa Matahari sedangkan planet yang ketiga diketahui bergerak mengitari bintang yang lebih masif dan sudah berevolusi menjadi bintang raksasa merah. Ketiga planet tersebut masing-masing ditemukan mengitari bintang YBP1514 bintang deret utama di Messier 67 sebagai tuan rumah bagi planet YBP1514 b yang massanya 0,4 massa Jupiter. Planet kedua, mengitari bintang YBP1194 bintang kembaran Matahari di Messier 67. Bintang merupakan kembaran Matahari yang hampir identik sekaligus menjadi kembaran Matahari pertama yang ditemukan di gugus bintang dan memiliki planet dengan massa 0,34 massa Jupiter. Planet ketiga ditemukan mengitari bintang raksasa merah S364 di Messier 67.
Kala revolusi planet YBP1194 b dan YBP1514 b dalam mengitari bintang induknya termasuk cepat yakni hanya 7 hari dan 5 hari. Kalau dua planet yang ditemukan di Messier 67 memiliki kala revolusi yang pendek, tidak demikian dengan planet S364 b yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk mengitari bintang induknya yakni 122 hari. Dua planet di antara tiga planet yang baru ditemukan merupakan Jupiter panas, mengingat orbitnya yang sangat dekat dengan bintang induk. Ketiga planet baru tersebut juga tidak menunjukkan indikasi
Kehadiran ketiga planet di gugus terbuka menjadi langkah awal untuk mengetahui bahwa keberadaan planet di gugus terbuka sama umumnya dengan keberadaan planet pada bintang-bintang yang tidak berada dalam gugus.

Tahukah anda bahwa tak ada yang instan di dunia ini, begitu juga dalam bidang astronomi.

Memang Lebih dari 1000 planet telah ditemukan di bintang lain. Tapi, jangan dikira menemukan planet itu mudah! Butuh ratusan tahun sampai planet 51 Pegasi bisa dikonfirmasi keberadaannya pada tahun 1995.

Planet di Gugus Bintang

Kesatria penjelajah antariksa


Kesatria penjelajah antariksa adalah robot robot penjelajah yang pantang menyerah dan takkenal lelah, robot robot yang kesatira antariksa rela melewati dingin panasnya ruang dan waktu menembus atmosfir beracun planet planet raksasa demi kemajuan tehnologi dan iptek manusia.

robot robot tersebut biasa di sebut robot peneliti, ukuranya rata rata haya seukuran mobil keluarga. Mereka dapat menunjukan kepada kita gurun bebatuan di mars, gunung api aktif di io, dan inti bola salju komet. Mereka membawa sempel bebatuan dari bulan dan masuk menembus atmosfir berajun. Mereka dinilai sangat berhasil.

Kanyakan dari robot peneliti diluncurkan dg roket dan membawa segala yang dibutuhkan untuk menuntaskan misinya, dan terus melaju hingga tempat tujuan kadang2 membutuhkan waktu bertahun tahun.

Begitulah kerja keras para robot peneliti, semoga artikel saya kali ini bermanfaat.

Nebula Barnard 59, Awan Debu Raksasa Sangat Tebal


Teleskop MPG / ESO diLa Silla Observatoryberhasil menangkap citra dari nebula Barnard 59. Nebula ini berbeda dengan nebula-nebula lainnya sebab ia tidak memancarkan cahaya melainkan berwarna hitam gelap.
Pada awalnya para astronom mengira bahwa nebula ini merupakan suatu daerah di mana tidak ada bintang di situ, namun setelah diamati, nebula Barnard 59 ternyata merupakan sebuah nebula yang terdiri dari awan debu antar bintang yang sangat tebal sehingga cahaya bintang tidak mampu menembusnya.
Nebula Barnard 59 juga dikenal dengan sebutan nebula Pipa atauPipe Nebula. Nebula ini berada dekat dengan pusat galaksi Bima Sakti di konstelasiOphiuchus (The Serpent Bearer)dan berada sekitar 600-700 tahun cahaya dari Bumi.
Nebula Barnard 59 pertama kali ditemukan oleh astronom Amerika bernamaEdward Emerson Barnardyang untuk pertama kalinya merekam citra nebula gelap ini menggunakan peralatan fotografi. Ia banyak memberikan konsribusi dalam bidang astronomi pada abad ke-19 dan 20.
Seperti nebula lainnya, nebula Barnard 59 juga merupakan tempat terbentuknya bintang-bintang. Bedanya bintang yang terbentuk di sana hanya sedikit dan lebih banyak debu antar bintangnya. Terlihat di beberapa bagian dari nebula ini berbentuk seperti kaki laba-laba. (sumber: www.astronomi.us)

Identitas Tersembunyi Don Quixote Selama Tiga Dekade


Tiga puluh tahun sudah asteroid dekat Bumi ini mengembara sendirian melintasi angkasa dan tetap menjaga rahasia terbaiknya. 3552 Don Quixote, Asteroid dekat Bumi yang merupakan bagian dari keluarga asteroid Armor ternyata merupakan sebuah komet!
Asteroid Don Quixote yang ternyata merupakan sebuah komet, memiliki diameter 19 km dengan periode rotasi 7,7 jam. Ditemukan oleh Paul Wild pada tahun 1983, Don Quixote dikenal sebagai salah satu asteroid yang berpotensi untuk melintas dekat Bumi dan jika sampai terjadi tabrakan maka akan menghasilkan bencana yang cukup besar! Mengerikan? Tapi pada dasarnya asteroid dari keluarga Armor memang bergerak dekat orbit Bumi namun tidak melintasinya. Perjalanan Don Quixote diketahui membentang sampai melintasi orbit Jupiter.
Tapi tampaknya Don Quixote mulai sekarang bukan lagi dikenal sebagai asteroid melainkan sebuah komet. Hal ini dikukuhkan para astronom Northern Arizona University dalam pengamatan yang mereka lakukan dengan menggunakan Teleskop Angkasa Spitzer. Pengamatan yang dengan tekun mereka lakukan memberi petunjuk dan bukti kalau Don Quixote memiliki aktivitas sebagai komet dan tersembunyi dari kejelian para pengamat selama tiga dekade.
Pada awalnya, Don Quixote diduga merupakan komet yang sudah kehilangan seluruh deposit es-nya. Tapi Don Quixote bukanlah komet yang sudah mati dan tak lagi memiliki ekor komet yang spektakuler karena sudah tidak lagi memiliki karbondioksida dan air. Pada kenyataannya, asteroid dekat Bumi terbesar ketiga itu menyusup ke Bumi dengan orbit yang tidak teratur dan dalam keadaan basah kuyup. Meskipun demikian, tidak ada implikasi yang ditimbulkan terkait potensinya menabrak Bumi. Tapi… justru memberikan infomrasi dari mana asal usul air di Bumi. Diyakini kalau komet merupakan sumber kehadiran sebagian air di Bumi.
Terkait komet sebagai “sumber air” di Bumi, DOn Quixote diyakini memiliki 1000 milyar ton air atau sama dengan kandungan air di Danau Tahoe.
Nah, yang menjadi daya tarik dari komet Don Quixote adalah, air yang ada di dalamnya belumlah habis. Padahal para peneliti meyakini air di tubuh komet tersebut sudah habis sejak ribuan tahun lalu. Tapi memang untuk bisa menemukan jejak CO2 dan air tidaklah mudah.
Selama melakukan pengamatan dengan Teleskop Spitzer di bulan Agustus 2009, Michael Mommert dan David Trilling dari Northern Arizona University menemukan kalau komet Don Quixote ternyata jauh lebih terang dari yang diharapkan dan citra yang dihasilkan juga tidak seperti yang mereka harapkan. Citra yang dihasilkan tidaklah bersih dan jelas. Karena itu citra yang dihasilkan kemudian dikesampingkan. Tapi tidak berarti citra itu tidak dianalisis.
Mommert kemudian meneliti kembali citra tersebut, dan rekan-rekannya di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics berhasil melihat sesuatu yang tidak biasa saat dibandingkan dengan citra inframerah objek yang sama. Apa yang merekalihat ini tak seharusnya ada di asteroid. Yang mereka lihat adalah garis emisi tambahan yang mengindikasikan keberadaan koma (atmosfer tampak pada komet) pada Don Quixote dan ekor yang sangat redup. Penemuan koma dan ekor komet pada Don Quixote sekaligus memberi petunjuk keberadaan karbon dioksida dan air es pada objek dekat Bumi lainnya.

PENGERTIAN DAN ANGGOTA TATA SURYA

PENGERTIAN



Tata surya terdiri dari sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang yang mengelilinginya. Objek-objek tersebut termasuk sembilan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, meteor, asteroid, komet, planet-planet kerdil/katai, dan satelit-satelit alami.


ANGGOTA



MATAHARI


*.Matahari merupakan bintang terdekat dengan Bumi yang menjadi pusat dari tata surya.
*.Jarak antara Bumi dan Matahari adalah 150 juta kilometer atau 1 SA.
*.Zat penyusun matahari berupa gas, dengan komposisi: hydrogen (75%), helium (20%), dan unsur lain (2%).
*.Suhu permukaan Matahari 6000 derajat Celsius dan bagian inti mencapai 15 juta derajat Celsius.
*.Matahari berotasi 25,04 hari dan mempunyai gravitasi 27,9 kali gravitasi Bumi.
*.Massa Matahari adalah 333.000 kali massa Bumi.
*.Matahari dibagi menjadi 3 bagian:
*.Inti Matahari. Di bagian ini terjadi reaksi nuklir(pengubahan hydrogen menjadi helium dan energi). Suhunya mencapai 15 juta Kelvin.
*.Bola Matahari/fotosfer
*.Atmosfer Matahari(terdidi dari kromosfer dan korona).
*.Lapisan kulit Matahari dibagi menjadi 3,yaitu:
*.Fotosfer
*.Kedalamannya 500 Km
*.Suhu fotosfer 6.000 Kelvin dan berkurang menjadi 4.500 Kelvin pada fotosfer bagian luar.
*.Kromosfer
*.Lapisan kromosfer menjulang 12.000 Km di atas fotosfer dan memiliki tebal kira-kira 2.400 Km.
*.• Suhu kromosfer bagian atasnya 10.000 Kelvin.
*.Korona(atmosfer Matahari bagian luar)
*.Suhu korona bagian luar mencapai 2 juta Kelvin.

PLANET


Planet adalah suatu benda gelap yang mengorbit sebuah bintang(Matahari).
Pengelompokan planet:
*.Berdasarkan dijadikannya Bumi sebagai pembatas;
1.Planet Inferor,yaitu planet yang orbitnya di dalam orbit Bumi mengitari Matahari.Planet yang termasuk planet inferior adalah Merkurius dan Venus.
2.Planet Superior,yaitu planet yang orbitnya berada di luar orbit Bumi mengitari Matahari.Planet yang termasuk planet superior adalah Mars, Yupiter, Saturnus ,Uranus, Neptunus, dan Pluto.
*.Berdasarkan dijadikannya lintasan asteroid sebagai pembatas;
1.Planet Dalam,yaitu planet yang orbinya di sebelah dalam lintasan asteroid.Yang tergolong planet dalam adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
2.Planet Luar,yaitu planet yang orbitnya di sebelah luar lintasan asteroid.Anggota planet luar adalah Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
*.Berdaarkan ukuran dan komposisi bahan penyusunnya;
1.Planet Terestrial/Kebumian,yaitu planet yang ukuran dan komposisi penyusunnya (batuan) mirip dengan Bumi.Yang termask planet terrestrial adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
2.Planet Jovian/Raksasa,yaitu planet yang sangat besar dan komposisi penyusunnya mirip Yupiter(terdiri dari sebagian besar es dan gas hydrogen).Yang tergolong dalam planet Jovian adalah Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
*.Hukum Gerakan Planet:
1.Hukum I Kepler:”Orbit(lintasan dalam mengitari Matahari) planet berbentuk elips dengan Matahari berada pada salah satu titik apinya.
2.Hukum II Kepler:”Garis hubung planet-Matahari akan menyapu daerah yang sama luasnya dalam selang waktu yang sama.
3.Hukum III Kepler:”Jarak rata-rata planet ke Matahari pangkat tiga dibagi periode sideris kuadrat merupakan bilangan konstan” atau “Pangkat dua kala revolusi planet sebanding dengan pangkat tiga jarak planet ke Matahari.

ASTEROID


ªAsteroidadalah benda langit kecil dan padat yang terdapat dalam sistem tata suryakita.Asteroid adalah contoh dari sejenis planet kecil (atau disebut juga planetoida), namun jauh lebih kecil dari sebuah planet.
ªAsteroid berada dalam sebuah sabuk antara Mars dan Yupiter yang disebutsabuk asteroid.
ªSelama 200 tahun Ceres dianggap sebagai asteroid terbesar. Namun pada 23 Agustus 2001, telah ditemukan asteroid yang lebih besar daripada Ceres. asteroid ini bernama 2001 KX 76, lintasan orbitnya di dekat Pluto. Asteroid yang paling kecil mempunyai diameter beberapa puluh meter.

KOMET


ªKometadalah benda angkasayang mirip asteroid, tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas ( karbon dioksida, metana, air) dan debuyang membeku.
ªKomet memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet.

Jill Tarter: Alien Tidak Akan Memakan Kita

Selama ini banyak film tentang alien yang menggambarkan bahwa seolah-olah alien ingin datang ke Bumi untuk menguasai atau bahkan memangsa manusia. Namun, pandangan yang berbeda tentang sifat dan perilaku alien diungkapkan oleh Jill Tarter, mantan direktur SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence). Seperti dikutip dariuni versetoday.com, Senin (29/05/2012), Jill Tarter menyampaikan pendapatnya tersebut dalam konferensi pers yang digelar saat membuka even science dan sci-fi yang akan digelar pada 22-24 Juni di Santa Clara, California. Jill yang terinspirasi dari aktor Jodie Foster dalam film Contact, tidak setuju dengan para pembuat film, dan Stephen Hawking bahwa alien adalah sebuah monster yang kelaparan dan ingin memakan manusia. "Stephen Hawking pernah memperingatkan bahwa alien mungkin akan mencoba untuk menguasai dan mengkolonisasi Bumi, dengan hormat saya tidak setuju padanya.", ucap Jill. "Jika alien mengunjungi Bumi, itu berarti mereka memiliki kemampuan teknologi yang lebih maju, dan tidak membutuhkan kita untuk dimakan, atau planet lainnya. Jika alien datang di sini, maka mereka ingin mengetahui tentang kita." tambahnya. "Dengan mempertimbangkan usia dari alam semesta, kemungkinan kita belum akan bertemu dengan alien. Kita melihat film seperti Men in Black III, Prometheus, dan Battleship hanya sebagai sebuah hiburan yang menarik, dan tidak menjadikan film tersebut sebagai tujuan dari kunjungan alien ke Bumi. Jill Tarter yang saat ini berusia 68 tahun, akhirnya mengumumkan langkahnya untuk mundur sebagai direktur SETI. Ia akan lebih fokus untuk mencari sumber dana untuk SETI yang mana saat ini hanya mengandalkan sumbangan pihak swasta. Menurut, Jill, mendanai SETI merupakan sebuah investasi umat manusia untuk masa depan. "berpikirlah tentang ini. Jika kita mendeteksi sinyal, kita mempelajari masa lalu (sebab sinyal membutuhkan waktu untuk sampai kepada kita), dan mungkin untuk masa depan kita. Memahami kemungkinan untuk menemukan solusi pada masalah Bumi kita. Sehingga dengan mengetahui itu, kita bisa lebih termotivasi untuk mencapainya," ungkapnya. (sumber: www.astronomi.us)

Turbulensi Mampu Menghangatkan Angin Matahari


Secara kontinyu Matahari menyemburkan partikel bermuatan listrik dan medan magnet dalam bentuk angin Matahari atau angin surya(Solar Wind). Salah satu yang menjadi pertanyaan para ilmuwan adalah mengapa angin Matahari memiliki suhu yang lebih panas dari yang seharusnya?. Dan nampaknya studi baru yang dilakukan oleh ESA dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Bumi dan planet lain di tata surya mengorbit Matahari dengan melewati hempasan badai plasma (angin Matahari) yang terdiri dari proton dan elektron. Badai plasma ini bergerak dengan kecepatan rata-rata 400 km per detik yang berarti 1,5 juta km per jam. Badai plasma keluar dari Matahari akibat tarikan dari medan magnet Matahari itu sendiri. Hebatnya Badai plasma atau angin Matahari tersebut bergerak dan menghempas seluruh daerah di tata surya bahkan hingga mencapai batas dengan ruang antar bintang. Plasma Matahari mendingin selama perjalanan ke luar dari Matahari namun proses pendinginan tersebut lebih lama dari seharusnya bahkan plasma Matahari akan memanas saat sampai di orbit Jupiter.
Pertanyaannya mengapa bisa seperti itu? padahal plasma Matahari itu melewati ruang kosong yang jauh dan jarangnya plasma tersebut bertabrakan dengan partikel lain. Salah satu kemungkinan adalah terjadinya turbulensi plasma yang terjadi akibat penyimpangan aliran partikel dan medan magnet. Akibat interaksi keduanya maka akan menghasilkan formasi tertentu yang mengandung arus listrik yang kemudian tertarik menuju ke medan magnet.
Plasma tersebut tidak hanya mengisi ruang kosong tapi juga ke tempat di mana medan magnet terhubung dan terputus yang kemudian secara simultan mentransfer energi dan memanaskan partikel. Sampai saat ini mekanisme dan skala dari proses tersebut masih tidak menentu. Namun dalam penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa turbulensi plasma terjadi di magnetosheat disebut juga dengan bow shockyaitu wilayah kejut berbentuk busur di mana angin Matahari memenuhi medan magnet Bumi dan megnetosfer sehingga menghasilkan gelembung magnetic(magnetic bubble). (Sumber: www.astronomi.us)

Mengenal Bintang Deneb di Konstelasi Cygnus


Deneb atau Alpha Cygni dikenal juga dengan sebuat Arided / Aridid adalah sebuah bintang paling terang yang berada di konstelasi Cygnus Bintang ini termasuk dalam salah satu bagianSummer Triangle. Nama Deneb diambil dari bahasa arab "Dhaneb" yang berarti ekor. Deneb merupakan bintang paling terang ke-19 di langit malam. Bintang ini berwarna Biru Putih dan lebih panas dari Matahari. Tingkat kecerahan cahayanya sekitar 54.000 sampai 196.000 kali lebih terang dari Mahatahari hal itu disebabkan oleh posisinya yang berubah-ubah terhadap Bumi. Pada tahun 2008 jaraknya 1.550 tahun cahaya dari Bumi, kemudian pernah juga mendekat dengan jarak 1.340 tahun cahaya kemudian menjauh lagi hingga jarak 1.840 tahun cahaya. Bahkan pernah dicatat bintang ini memiliki jarak 2.600 tahun cahaya. Hal itulah yang menyebabkan para astronom kesulitan mengukur lumonitas Bintang Deneb ini dengan tepat. Bintang ini memiliki magnitude 1.25.


Deneb atau Alpha Cygni ini diperkirakan memiliki ukuran 200 kali matahari dan massanya 20 kali matahari kita. Jika diletakkan ditengah tata surya kita maka besarnya akan mencapai orbit Bumi. Bintang ini termasuk dalam golongan bintang A2Ia dengan suhu sekitar 8.126 derajat Celcius. Deneb kehilangan massa 0.8 juta massa solar pertahun sebagai akibat dari angin surya yang ditimbulkannya. Diperkirakan dalam beberapa juta tahun ke depan bintang ini akan meledak dalam ledakan supernova super dahsyat.
(sumber: www.astronomi.us)

UFO atau `Hantu` ? Awan Aneh Terpantau dari Stasiun Luar Angkasa


Penampakan tak biasa terpantau dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang mengorbit di ketinggian sekitar 360 kilometer: awan aneh yang mengambang di atas Bumi.
Para astronot tak ketinggalan mengabadikan fenomena yang terjadi 10 Oktober 2013 lalu, dan mengirim fotonya ke Bumi. Astronot NASA Mike Hopkins dan astronot Badan Antariksa Eropa (ESA), Luca Parmitano memajang foto awan tersebut di akun Twitter mereka.
"Melihat sesuatu diluncurkan ke angkasa hari ini," tulis Hopkins dalam Twitternya, Kamis 10 Oktober 2013, seperti Liputan6.comkutip dari situs sains, SPACE.com, 15 Oktober 2013. "Tak yakin apa itu, tapi jejak awan yang ditimbulkannya sangat luar biasa."
Awalnya, Hopkins tidak yakin apa gerangan yang menciptakan awan aneh yang terlihat ada di luar jendela laboratorium yang mengorbit.
Sementara, di Rusia, sejumlah orang melaporkan dugaan penampakan UFO, dilengkapi bukti rekaman video yang menunjukkan benda mirip komet yang terbakar sedang melesat di angkasa. Ditambah foto dari ISS, maka 2 spekulasi pun muncul: UFO atau hantu.
Namun, jawaban kemudian muncul. Melalui tweet-nya, astronot Luca Parmitano menjernihkan duduk permasalahan.
"Peluncuran rudal terlihat dari angkasa: kejutan yang tak terduga!" tulis dia sehari kemudian. Salah satu foto yang diambil astronot Italia
itu menunjukkan awan putih berkelak-kelok yang ditimbulkan rudal, juga fitur awan tipis yang terbentuk di luar angkasa setelah misil hancur .

Dugaan sang astronot terkonfirmasi. Kala itu Strategic Rocket Forces Rusia memang meluncurkan rudal, demikian isi blog yang diposting diRus sianForces.org. Misil Topol/SS-25 -- atau sebut saja Topol --diluncurkan dari Kapustin Yar ke lokasi uji coba Sary Shagan di Kazakhstan.
"Menurut perwakilan Rocket Forces, uji coba dilakukan untuk mengonfirmasi karakteristik rudal Topol, untuk menguji sistem di lokasi uji coba Sary Shagan, dan menguji muatan tempur baru untuk rudal balistik antarbenua."
Rusia juga melakukan tes serupa dari Kapustin Yar ke Sary Shagan pada Juni 2012.
Sementara, analis luar angkasaNBC News, James Oberg mengatakan, di masa lalu peluncuran serupa bahkan memicu penampakan diduga UFO hingga ke Israel dan Suriah. "Jika cuaca sedang cerah, kita boleh berharap akan bisa menonton video spektakuler di YouTube atau RUTube," kata dia. Pastinya video yang diklaim UFO.
Namun, Oberg mengaku, awalnya tak memperkirakan peluncuran rudal bisa menciptakan gambaran mengerikan yang terpantau dari ISS. "Awan rudal tak simetris atau terdistribusi dengan baik," kata Oberg.
Awan itu terlihat memiliki bentuk meski terbentuk dari partikel gas yang bergerak pada kecepatan 100.000 kaki per detik. "Awan itu terlihat karena ia menyala panas, juga andil dari sinar matahari."
Meski relatif dekat dengan ISS, rudal Topol tersebut tak akan membahayakan astronot yang ada di sana. Tak seperti puing-puing satelit yang menabrak stasiun luar angkasa, dan membuat astronot terjebak di belantara langit, seperti dalam Film'Gravity'.
Bahkan ketika rudal itu didorong hingga melebihi tinggi ISS. "Tak cukup cepat untuknya bisa sampai ke ISS dan mengakibatkan bahaya."
Sementara, astronom penulis buku'Bad Astronomy', Phil Plait mengaku ingin bersenang-senang membayangkan awan tersebut adalah adegan yang dihapus dari 'Gravity'. Menurut dia, sah-sah saja orang berpikir awan dengan bentuk ubur-ubur dari rudal Topol terlihat amat dekat dengan ISS.
Jadi, kasus ditutup. Jawabannya bukan UFO atau makhluk halus semacam hantu.
Tapi bagi mereka yang gemar teori konspirasi, masih ada pernyataan yang belum terjawab. Apa yang dilakukan tiga kosmonot Rusia saat saat Topol diluncurkan? Apakah waktu peluncuran sengaja disesuaikan sehingga ketiganya bisa mengawasi performa rudal dan hulu ledaknya? Apakah itu senjata perang termutakhir Rusia? Silakan berspekulasi...(Ein)
(sumber: liputan6.com)

Waw! Kekuatan Mengagumkan `Lubang Hitam` Raksasa Tertangkap Kamera


Salah satu pemandangan paling megah di alam semesta tertangkap teleskop ultra-kuat yang dipasang di Chile. 2 Tim astronom internasional menangkap gambar menakjubkanblack holealias lubang hitam kuno 'memakan' materi dalam jumlah besar. Dalam proses yang sulit dimengerti orang awam.
Lubang hitam merupakan sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya. Tak ada sesuatu pun, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya -- kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Bahkanblack holekerap disebut bisamemicu kiamat.
Foto-foto baru tersebut diambil European Southern Observatory menggunakan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) -- rangkaian teleskop terbesar di dunia yang berbasis darat.
Gambar-gambar yang dihasilkan menunjukkan, pancaran dariblack holeberukuran besar di pusat-pusat galaksi. Dari situ, para ilmuwan mengamati bagaimana mereka bisa mempengaruhi lingkungan sekitar.
Ada lubang hitam supermasif --dengan massa hingga beberapa miliar massa matahari-- di pusat hampir semua galaksi di alam semesta, termasuk galaksi kita sendiri, Bima Sakti (Milky Way).
Jauh di masa lalu, obyek-obyek aneh itu sangat aktif, menelan jumlah besar materi dari sekitarnya, bersinar cemerlang menyilaukan, dan mengenyahkan pecahan materi melalui pancarannya yang sangat kuat.
Saat ini, sebagian besarblack holeraksasa kurang aktif ketimbang di masa awal pembentukan mereka. Tapi, interaksi antara pancaran lubang hitam dan lingkungan mereka masih membentuk evolusi galaksi.
Dua studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah,AstronomyAstrophysics, menggunakan ALMA untuk menyelidiki pancaran lubang hitam pada skala yang sangat berbeda: black hole yang relatif dekat dan tenang di galaksi yakni NGC 1433, dan sangat jauh tapi aktif aktif yang disebut PKS 1830-211.
"ALMA telah mengungkap struktur spiral yang mengejutkan pada molekul gas di dekat pusat NGC 1433," kata Francoise Combes dari Observatoire de Paris, Prancis, yang menjadi pemimpin studi pertama, seperti dimuat Daily Maill, 16 Oktober 2013

Ini menjelaskan bagaimana materi mengalir dan menjadi bahan bakar lubang hitam. "Dengan pengamatan baru tajam dari ALMA , kami telah menemukan sebuah pancaran material yang mengalir dari black hole, hingga sejauh 150 tahun cahaya. Ini adalah aliran molekul terkecil yang pernah diamati di galaksi eksternal."
Sementara, Ivan Marti - Vidal dari Swedia dan timnya mengamati lubang hitam yang lebih terang dan lebih aktif di masa-masa awal alam semesta..
Dari waktu ke waktu, lubang hitam supermasif tiba-tiba menelan sejumlah besar massa, yang meningkatkan kekuatan pancaran dan meningkatkan radiasi sampai ke energi yang sangat tinggi . Dan ALMA kebetulan menangkap hal seperti itu pada PKS 1830-211. (Ein/Ism)
(sumber: liputan6.com)

Matahari


Matahari merupakan salah satu bintang
terdekat yang berada di alam semesta
dan merupakan pusat dari Tata surya
kita. Letak nya yang berjarak 149 juta
kilometer dari bumi membuat panas dan
cahayanya sangat mendukung dan
berguna bagi kehidupan. Tumbuhan
membutuhkan cahaya nya setiap hari
untuk berfotosintesis, manusia
mengubah cahaya nya menjadi sumber
energi listrik dan menggunakan panas
nya sebagai salah satu cara menjemur
pakaian. Di bumi tempat kita tinggal
matahari berwarna seperti ke kuning-
kuningan padahal sebenarnya warna
dari matahari adalah putih. Hal ini terjadi
akibat hamburan atmosfer dari cahaya
biru. Akan sangat tampak bila kita
melihat nya secara sekilas, matahari di
pagi hari dan sore hari warnanya sangat
berbeda dengan matahari pada siang
hari.
Dalam klasifikasi bintang kelas spectral,
Matahari merupakan bintang kelas G2V.
G2 mengindikasikan permukaan
matahari diperkirakan sekitar 9.941°
Fahrenheit atau sekitar 5.505° Celcius. V
adalah angka romawi yang
mengidentifikasikan matahari seperti
bintang lainnya, ia menghasilkan energi
dari hasil fusi nuklir inti hidrogen
dengan inti helium dan pada Inti
matahari, matahari mem-fusikan
hidrogen dari 430 hingga 600 juta ton
per detik nya.
Dengan massa matahari yang kini
mencapai 2 x 10^33 gram, Matahari
dalam setiap detiknya kehilangan 4 juta
ton dari massa nya yang diubah menjadi
energi. Kini matahari sudah berusia 5
milyar tahun. Sebagaimana teori evolusi
bintang disebutkan, usia ini setara
dengan setengah dari perjalanan total
kehidupan matahari. Diperkirakan dalam
5 milyar tahun mendatang bintang
paling dekat dengan bumi ini akan mulai
berubah menjadi bintang raksasa merah
dan akan kehilangan bahan bakarnya
hingga akhirnya berubah menjadi
supernova dan terbentuk planetari
nebula.
Permukaan matahari tidak sepenuh nya
rata, permukaan matahari senantiasa
berubah-ubah disetiap waktunya.
Permukaan nya yang kasar biasanya
disebut dengan granula matahari. Setiap
granula mempunyai lebar sekitar 600 Mil
atau 1.000 Km. Granula matahari adalah
hasil dari udara yang muncul dari
interior matahari yang menyebar setelah
mencapai permukaan. Kita dapat
mengamatipermukaannya
menggunakan Teleskop Matahari.

Asal mula tata surya


Teori Asal-Usul Tata Surya
Ada empat macam teori tata
surya yaitu : teori kabut
(nebula), tori planetesimal, teori
bintang kembar, dan teori
protoplanet.
1. Teori Kabut
Penemu teori ini adalah
Immanuel Kant, dan Simon de
Laplace. Nebula adalah kabut
yang terdiri dari gas (terutama
hydrogen dan helium) dan
debu-debu angkasa. Menurut
teori ini mula-mula ada sebuah
nebula yang baur dan
hampir bulat, yang berotasi
dengan kecepatan sangat
lambat sehingga mulai
menyusut.
Akibat penyusutan dan rotasi
terbentuklah rotasi sebuah
cakram datar di tengahnya.
Penyusutan berlanjut dan
matahari terbentuk dipusat
cakram. Cakram berputar
sangat cepat, sehingga bagian-
bagian tepi cakram terlepas
membentuk gelang-gelang
bahan. Kemudian gelang –
gelang memadat dan menjadi
planet yang berevolusi menjadi
orbit elips mengitari matahari.
2. Teori Planetesimal
Teori ini diajukan oleh T.C
Chamberlein dan F.R Moulton,
keduanya ilmuwan Amerika.
Menurut teori ini matahari
sebelumnya sudah ada sebagai
salah satu bintang. Karena
adanya tarikan gravitasi bintang
maka menyebabkan
sebagian bahan dari matahari
tertarik kearah bintang
itu. Ketika bintang menjauh,
lidah raksasa sebagian jatuh ke
matahari dan sebagian lagi
terhambur menjadi gumpalan
kecil atau platesimal.
Planetesimal-
planetesimal melayang di
angkasa sebagai benda dingin
dalam orbit mengitari matahari.
Dengan
tumbukan dan tarikan gravitasi,
planetesimal besar menyapu
yang labih kecil dan akhirnya
menjadi planet-planet.
3. Teori Bintang Kembar
Teori ini hampir sama dengan
teori planetesimal. Dahulu
matahari mungkin merupakan
bintang kembar, kemudian
bintang yang satu meledak
menjadi kepingan-kepingan.
Karena ada pengaruh gaya
gravitasi bintang,
maka kepingan-kepingan yang
lain bergerak mengitari bintang
itu dan menjadi
planet-planet, sedangkan
bintang yang tidak meledak
menjadi matahari.
4. Teori Proto Planet
Teori ini dikemukakan oleh
astronom Jerman Carl Von
Weizsaeker dan disempurnakan
oleh P Kuiper, dkk. Teori ini
pada dasarnya menyatakan
bahwa tata surya terbentuk
darigumpalan awan gas dan
debu. Lebih dari 5 milyar
tahun yang lalu, salah satu
gumpalan awan mengalami
pemampatan.
Pada proses pemampatan itu
partikel-partikel debu tertarik ke
dalam menuju pusat awan,
membentuk gumpalan bola, dan
mulai berotasi. Karena rotasi
cepat, maka gumpalan gas
mulai memipih menyerupai
bentuk cakram yaitu tebal di
bagian tengah saling menekan
sehingga menimbulkan panas
dan berpijar.
Bagian tengah yang berpijar
inilah sebagiab protosun (cikal
bakal matahari), yang akhirnya
menjadi matahari. Bagian tepi
(bagian yang lebih luar) yang
berotasi sangat cepat
menyebabkan bagian ini
terpecah-pecah menjadi banyak
gumpalan gas dan debu
yan leih kecil. Gumpalan kecil ini
juga berotasi, akhirnya
membeku menjadi planet, asteroit, bulan, meteorid, dan komet.

M31: Galaksi Andromeda



Andromeda adalah galaksi besar terdekat dari galaksi Bima Sakti kita. Galaksi kita dianggap mirip dengan Andromeda. Bersama-sama, kedua galaksi ini mendominasi Grup Lokal galaksi. Sebaran cahaya dari Andromeda disebabkan oleh ratusan miliar bintang yang membentuknya. Beberapa bintang berbeda yang mengelilingi citra Andromeda sebenarnya adalah bintang-bintang di galaksi kita yang berada di depan dari objek di latar belakang. Andromeda sering disebut sebagai M31 karena ia adalah objek ke- 31 dari daftar Messier tentang benda langit yang tersebar. M31 begitu jauh sehingga dibutuhkan sekitar dua juta tahun agar cahaya dapat mencapai kita dari sana. Meskipun terlihat tanpa bantuan, gambar M31 di atas diambil dengan teleskop kecil. Banyak hal tentang M31 masih belum diketahui, termasuk bagaimana ia mendapatkan double-peaked centeryang tidak biasa. Sumber: www.apod-id.com

Ternyata Planet Bisa Terbentuk di Pusat Galaksi Bima Sakti


Penelitian terbaru yang dilakukan oleh astronom diHarvard-Smithsonian Center for Astrophysicsmenunjukkan bahwa planet dapat terbentuk di dekat pusat galaksi Bima Sakti. Awalnya hal ini dianggap mustahil, sebab pusat galaksi Bima Sakti dipenuhi oleh Bintang-bintang yang setiap saat diantara mereka meledak dan menghasilkan ledakan Supernova. Belum lagi lubang hitam raksasa di pusat galaksi Bima Sakti, radiasi dan gaya gravitasi yang tinggi di sekitarnya. Hal itu membuat terbentuknya planet di daerah tersebut terdengar mustahil dan tidak mungkin.
Bukti baru yang ditemukan para astronom mengatakan hal yang berbeda. mereka menemukan awan hidrogen dan helium berjalan menuju pusat galaksi. Mereka berpendapat bahwa awan tersebut merupakan sisa-sisa disk (piringan) pembentuk planet yang mengorbit sebuah bintang.
Awan hidrogen tersebut ditemukan tahun 2011 lalu oleh tim astronom dengan menggunakan Very Large Telescope di Chile. Mereka berpendapat bahwa awan tersebut terbentuk ketika dua bintang yang letaknya berdekatan bertabrakan.Murray-Clay dan Avi Loeb memiliki pendapat yang berbeda tentang hal ini. Bintang baru mempertahankan piringan gas dan debu disekitarnya selama jutaan tahun. Jika sebuah bintang menuju lubang hitam di pusat galaksi kita, maka radiasi dan gravitasi pasang surut akan memesah piringan tersebut dalam hitungan tahun.
Selain itu mereka mengidentifikasi adanya kemungkinan interaksi antar bintang bisa melemparkan bintang tersebut beserta piringan awan hidrogen dan debu ke pusat galaksi.
Meskipun begitu ada bintang yang tetap dapat mempertahankan piringan tersebut meskipun kondisi disekitarnya sangat ekstrem. Semakin dekat ke pusat galaksi, maka semakin banyak material pada piringan yang terkoyak dan hanya menyisakan inti padat Selanjutnya gas akan terlepas dan menuju lubang hitam. Gesekan akan menghasilkan suhu yang sangat tinggi dan menghasilkan sinar-x.
"Menarik untuk berfikir bahwa planet dapat terbentuk dekat dengan lubang hitam," kata Loeb. "Jika peradaban kita berada di planet tersebut, kita akan akan terlempar ke dalam lubang hitam." tambahnya.
Sumber: www.astronomi.us