3 Film Bertema Antariksa Yang Tidak Boleh Dilewatkan

Saat ini telah banyak film bergenre sains-fiction, salah satu diantaranya adalah
film yang bercerita tentang perjalanan manusia di ruang angkasa.

Berikut 3 film antariksa terbaik yang tidak boleh dilewatkan.

1. THE MARTIAN

the martian bertahan di mars

Saat sekelompok astronot sedang menjalani sebuah misi di planet mars, tiba-tiba badai menerjang. Akibat badai tersebut, seorang astronot bernama Mark Watney (Matt Damon) terhempas dan terluka. Di tengah badai, teman-teman satu tim Mark tidak bisa menemukan Mark. Mark pun dianggap mati. Teman-teman Mark akhirnya memutuskan kembali ke bumi dan meninggalkan Mark di Mars.

Siapa sangka, ternyata Mark masih hidup. Mark yang kesakitan bergegas menuju habitat (kediaman sementara yang dibangun NASA di Mars) dan berusaha menyembuh kan luka yang didapat karena hempasan badai. Namun yang menjadi masalah selanjutnya adalah bagaimana caranya Mark bisa bertahan hidup di Mars? Lalu bagaimana juga Mark bisa kembali pulang ke bumi saat ia bahkan tidak bisa berkomunikasi dengan NASA?

2. INTERSTTELAR

Poster film interstellar

Interstellar adalah film karya Christoper nolan yang dibintangi oleh Matthew McConaughey sebagai Cooper, Anne Hathaway sebagai Amelia brand, Michael Caine(Prof Brand) dan Jessica Chastain ( sebagai Murpy dewasa). Selain itu ada juga Mackenzie Foy sebagai murphy kecil.

Berkisah 60 tahun dari sekarang, Film ini mengisahkan tentang usaha manusia mencari planet yang mungkin dijadikan tempat tinggal baru bagi manusia. Bumi disaat itu sudah mulai tidak cocok di huni manusia dan satu satunya tanaman pangan yang ada adalah jagung, tanaman pangan yang lain sudah tidak bisa tumbuh karena perubahan iklim, kondisi tanah dan udara yang sudah tidak sehat bahkan buat manusia sekalipun.
Permasalahan yang ada, jagung tidak lama lagi juga tidak bisa bertahan dan akan mati karena kondisi tanah dan atmosfer yang terus berubah, harapan terakhir? Cari planet lain yang bisa ditinggali manusia.

3. Gravity
grafity

Gravity berkisah tentang Dr Ryan Stone (Sandra Bullock), seorang astronot NASA, bersama rekannya, Matt Kowalsky (George Clooney), sedang melaksanakan misi memperbaiki Hubble Telescope yang rusak di stasiun ruang angkasa.

Namun, sebuah insiden terjadi kala pesawat ulang alik yang mereka kendarai hancur gara-gara dihantam benda luar angkasa. Akhirnya mereka terjebak di ruang angkasa. Mereka harus bertahan di ruang hampa udara dengan persediaan oksigen yang semakin tipis di baju astronot. Bagaimana keseruanya? Ayo kita tonton di bioskop.

Bagaimana cara terbentuknya Lubang Hitam Supermasif

penggabungan lubang hitam

Lubang hitam supermasif (Lubang hitam Raksasa) dapat terbentuk dengan berbagai macam mekanisme, diantaranya;

1. Runtuhnya Awan Gas Raksasa

Salah satu teori menjelaskan bahwa lubang hitam raksasa dapat terbentuk apabila awan gas yang sangat besar runtuh karna gravitasinya sendiri, maka lubang hitam bisa tercipta.

2. Ledakan Supernova Bintang Raksasa

Saat sebuah bintang raksasa sampai pada akhir hidupnya, bintang yang kehabisan hidrogen akan mulai runtuh karena gravitasinya sendiri, setelah itu bintang akan meledak menjadi supernova : ledakan terbesar dialam semesta. Yang tersisa kini hanyalah inti bintang yang sangat masif yang terus runtuh karena gravitasinya, inti yang runtuh ini memiliki gravitasi yang luar biasa besar, inti inilah yang disebut lubang hitam.

3. Penggabungan Lubang hitam

Kemungkinan terbentuknya lubang hitam raksasa juga dipercaya akibat penggabungan lubang hitam kecil. Sebuah peristiwa diyakini bisa muncul yang membawa lubang hitam besar bersama yang saling tabrakan dan bergabung ke keseluruhan galaksi.
Pada peristiwa tersebut, lubang hitam akan bermigrasi ke arah pusat baru, yakni galaksi yang lebih besar. Pada akhirnya, lubang hitam akan meningkat satu sama lain dan bertabrakan, sehingga menciptakan lubang hitam yang lebih besar.

Makalah penelitian pertama tentang Pluto telah terbit

Pluto

Gambar resolusi tinggi ini ditangkap oleh Pesawat Ruang Angkasa NASA : New Horizons dengan menggabungkan gambar biru, merah dan inframerah yang diambil dengan Multi spektral Visual Imagine Camera (MVIC). Diameter Pluto adalah 1.473 mil (2.372 kilometer). Gambar kredit: NASA / Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory / Southwest Research Institute.

Tim New Horizons menjelaskan berbagai temuan tentang Pluto dalam makalah penelitian pertama, yang diterbitkan hari ini.

"Sistem Pluto : Hasil awal dari Eksplorasi New Horizons" muncul dalam dan di sampul jurnal sains edisi Oktober 16; publikasi datang hanya tiga bulan setelah explorasi bersejarah NASA dari sistem Pluto pada pertengahan Juli.

Penulisnya termasuk lebih dari 150 personil NASA; Principal Investigator Alan Stern dari Southwest Research Institute (SwRI) adalah salah seorang penulisnya.

Berbagai bentang alam geologi di Pluto, dari atmosfer Pluto, sampai bulan menarik nya, New Horizons telah mengungkapkan tingkat keragaman dan kompleksitas dari Pluto dan bulan-bulannya.

"New Horizons melengkapi misi pengamatan tata surya, memberikan manusia pandangan pertama di dunia menarik ini dan sistem," kata Jim Green, direktur dari ilmu planet di Markas NASA di Washington.

"Tim New Horizons tidak hanya menulis buku sistem Pluto, tapi juga menginspirasi generasi sekarang dan masa depan untuk terus mengeksplorasi alam semesta.

"Pesawat ruang angkasa NASA New Horizons mencapai jarak 8.507 mil (13.691 kilometer) dari permukaan Pluto selama 14 Jul pada pendekatan terdekatnya, mengumpulkan sangat banyak data untuk dibawa kembali ke Bumi..

"Sistem Pluto mengejutkan kami dalam banyak hal, terutama mengajarkan kita bahwa planet kecil dapat tetap aktif selama miliaran tahun setelah pembentukan mereka," kata Stern. "Kami juga diajarkan pelajaran penting oleh tingkat kompleksitas yang tak terduga geologi Pluto dan bulan besarnya Charon."

Jupiter Great Red Spot Masih Terus Menyusut

great red spot jupiter

Dalam gambar terbaru Jupiter berbagai fitur telah ditangkap, termasuk angin, awan dan badai. Para ilmuwan mengambil gambar dari Jupiter menggunakan Hubble Wide Field Camera 3 selama sepuluh jam dan telah menghasilkan dua peta dari jupiter. Peta ini memungkinkan ilmuan untuk menentukan kecepatan angin Jupiter.

Gambar baru mengkonfirmasi bahwa badai besar, yang telah berkecamuk di permukaan Jupiter selama tiga ratus tahun, terus menerus menyusut. Saat ini, Badai Great red spot berukuran sekitar 150 mil (240 kilometer) lebih kecil dari tahun 2014.

Waw, Teryata Langit Di Pluto Berwarna Biru

langit pluto
Pandangan atmosfer Pluto

Gambar warna pertama dari Pluto Hazes atmosfer, dikembalikan oleh pesawat NASA New Horizons pekan lalu, mengungkapkan bahwa langit Pluto berwarna biru.

Kabut partikel sendiri cenderung abu-abu atau merah, tapi cara mereka menghamburkan cahaya biru telah mendapat perhatian dari tim sains New Horizons. "Warna biru memberitahu kita tentang ukuran dan komposisi partikel kabut," kata peneliti tim sains Carly Howett, juga dari SwRI. "Sebuah langit biru sering hasil dari hamburan cahaya matahari oleh partikel yang sangat kecil. Di Bumi, partikel-partikel tersebut adalah molekul nitrogen sangat kecil. Pada Pluto Partikel Tholin tampak lebih besar - tapi masih relatif kecil".

Para ilmuwan percaya partikel tholin terbentuk di ketinggian atmosfer, di mana sinar matahari ultraviolet membelah molekul nitrogen dan metana dan memungkinkan mereka untuk bereaksi dengan satu sama lain untuk membentuk ion yang lebih kompleks dan bermuatan positif. Ketika mereka bergabung kembali, mereka membentuk makromolekul yang sangat kompleks, proses pertama ditemukan terjadi di bagian atas atmosfer dari bulan Saturnus, Titan. Molekul-molekul yang lebih kompleks terus menggabungkan dan tumbuh sampai mereka menjadi partikel kecil; gas yang mudah menguap mengembun dan melapisi permukaan Pluto dengan es beku sebelum mereka punya waktu untuk jatuh melalui atmosfer ke permukaan, di mana mereka menambah warna merah Pluto.

Tips untuk saksikan hujan Draconid malam ini

meteor

Hujan meteor ini tergolong hujan meteor minor karena intensitasnya yang kecil yaitu sekitar 5 - 10 meteor/jam. Draconid berlangsung dari tanggal 6 - 10 Oktober 2015 dan puncaknya pada tanggal 7 - 8 Oktober 2015. Draconid disebabkan oleh sisa-sisa debu dari Komet 21P Giacobini - Zinner yang ditemukan pada tahun 1900. Draconid dapat kita saksikan mulai dari malam tanggal 7 sampai subuh tanggal 8 di arah rasi Draco. Karena ada cahaya bulan yang mengganggu pengamatan, jadi usahakan bersabar ketika anda ingin mengamati hujan meteor ini.

Berikut tips yang dapat kami berikan bagi yang ingin mengamati hujan meteor ini

1. Ketika anda ingin melihat hujan meteor ini pastikan tempat di sekitar anda terbebas dari polusi cahaya(gelap gulita).

2.jangan menggunakan teropong atau teleskop, karna akan mengganggu luas pandangan, cukup dengan mata telanjang saja.

3. Bawalah kamera untuk merekam hujan meteor.

4. Gunakan jaket agar tidak kedinginan serta nyalakan musik agar suasana tidak sepi.

tulisan ini telah dibebaskan ke dalam lisensi CC BY-SA 3.0 dan lisensi GFDL

Bagaimana Cara Mengukur Masa Bintang?



Massa suatu benda langit misalanya bintang dapat diukur dengan memperhatikan gerak orbit benda langit lainya yang ada dalam jangkauan gravitasinya. Sebagai contoh Massa bumi dapat di ukur dengan melihat gerakan orbit bulan.

Untuk mengukur massa bintang, Hukum Kepler ketiga dapat hanya diterapkan dalam gerak orbit di bintang ganda.

Berdasarkan Hukum Kepler ketiga, kuadrat kala edar obyek yang mengorbit bintang sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata si obyek dari bintan. Dan hubungan Hukum Gravitasi Newton dan Hukum Kepler ketiga bisa memberikan massa total kedua bintang dalam sistem bintang ganda dalam hubungan :
(m1+ m2) = (d1+ d2)3/P2
dengan (d1+ d2) = R

pusat masa

P = periode orbit ; m1 dan m2= massa kedua bintang ; R = total jarak separasi antara kedua bintang dengan pusat massa.
Hubungan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui massa komponen bintang ganda itu.

Untuk bintang tunggal, diagram Hertsprung Russel dapat digunakan sebagai faktor penentu massa. Untuk bintang di Deret Utama, sifat-sifatnya memiliki keterkaitan yang erat dengan massanya. Massa bintang menentukan berapa lama ia akan berada di deret utama. Semakin besar massa sebuah bintang, maka semakin boros pula ia menguras hidrogennya sehingga umurnya akan lebih singkat. Dengan mengetahui luminositas atau temperatur sebuah bintang maka kita bisa menentukan massanya. Di deret utama, luminositas sebuah bintang sebanding dengan pangkat 3,5 massa sebuah bintang.



Pada tahun 2004, untuk pertama kalinya bisa menentukan massa sebuah bintang secara langsung menggunakan metode lensa mikro gravitasi. Dengan teknik ini para astronom berhasil menentukan massa bintang dengan melihat efek yang ditimbulkan bintang pada berkas cahaya yang melewatinya.

Ilmuan Nasa Percaya Bahwa Ada Kehidupan di Luar Bumi

kehidupan luar bumi

Di tengah perdebatan sengit sehubungan kehidupan luar bumi, NASA, mempercayai akan adanya kehidupan di planet lain.

Wajib baca : Planet mars dalam kebudayaan Manusia

Charles Frank Bolden Jr, Administrator NASA, menyatakan bahwa dirinya dan banyak orang di luar sana percaya akan adanya kehidupan di luar Bumi dan mungkin kami akan menemukan buktinya beberapa tahun kemudian.

Bolden mengatakan, saat ini kami telah menemukan ribuan planet lain, yang mirip dengan Bumi, Beberapa orang percaya bahwa NASA akan menemukan bukti adanya kehidupan lain di alam semesta.

Tak hanya itu, dia juga mengomentari tentang kontroversi pendaratan bulan. Komentarnya datang beberapa hari setelah mantan astronot John Grunsfeld mengungkapkan aliens kemungkinan bersinggungan dengan manusia, sebagai akibat dari perubahan yang dibuat manusia terhadap Bumi.

Planet Mars dalam kebudayaan Manusia

mars
Foto : Mars

1. Mars simbol perang

mitos mars
Gambar : Suku kuno mengamati Mars

Pada waktu ketika hanya bulan dan bintang-bintang menerangi langit malam, ketakutan datang setiap kali Planet semerah darah muncul dilangit. Mars, Planet Merah, adalah pertanda sekaligus simbol untuk perang dan agresi selama ribuan tahun.

2. Tehnologi dan imajinasi

alien
Ilustrasi : Kanal Mars dan Alien

Mars tetap dalam imajinasi manusia, dan bahkan munculnya ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mengganggu kewaspadaan kita pada dunia tetangga ini. Teleskop di tahun 1880-an mengungkapkan tanda aneh di Mars yang meyakinkan massarakat bahwa Mars memiliki kanal yang dibangun oleh ras alien.

3. Ketakutan akan perang

mars
Ilustrasi : Serangan Alien

Dahulu orang percaya bahwa ada kehidupan cerdas di Planet Mars yang memiliki persenjataan perang yang menakutkan. Namun hari ini, kita tahu bahwa tidak ada peradaban cerdas di Mars.

4. Mars harapan baru.

Misi ke mars
ilustrasi : misi ke Mars


Bahaya Mars masih mengintai di hati nurani kita, untuk hari ini Mars adalah dunia yang suram, diselimuti tanah gersang dan radiasi mematikan. Namun, kita berada di sebuah pencarian untuk menaklukkan ketakutan kita dan berdamai dengan planet ini. Kita mulai berani karena Mars adalah satu-satunya planet selain Bumi di mana manusia bisa menetap suatu hari nanti.

Air di Bulan tidak berasal dari Komet

air di bulan
Foto : Bulan


Dahulu para ilmuwan percaya Bulan untuk benar-benar kering. Karena pada tahap awal ini dalam evolusi bulan, tidak adanya Atmosfir dan pengaruh radiasi matahari dianggap cukup untuk menguapkan semua zat yang mudah menguap ke angkasa. Namun, pada 1990-an, para ilmuwan memperoleh data dari probe Lunar Prospector yang mengguncang kepercayaan mereka: saat ditemukan air di Bulan.

Dalam rangka untuk menjelaskan bagaimana air bisa ada di permukaan Bulan, ilmuwan merumuskan sebuah teori yang dikenal sebagai "Teori perangkap dingin." Sumbu rotasi Bulan hampir vertikal, yang menyebabkan kawah di daerah kutub tidak akan pernah terkena sinar matahari. Ketika komet yang sebagian besar terdiri dari air es jatuh, menguap air dapat tertarik ke dalam setiap "perangkap dingin" dan tetap di sana tanpa batas waktu, karena sinar matahari tidak menguapkan itu.

dibulan ada air
Foto : Air di Bulan


Para ilmuwan memutuskan untuk memeriksa apakah komet mampu memenuhi peran utama "pemasok air." diBulan. Kecepatan khas dari komet es berkisar dari 20 sampai 50 kilometer per detik. Perkiraan menunjukkan bahwa kecepatan tinggi menyebabkan 95-99,9 persen air menguap ke angkasa luar. Ada sebuah keluarga periode pendek komet yang kecepatan jatuh jauh lebih rendah dari 8 -10 kilometer per detik. Komet periode pendek seperti mencapai sekitar 1,5 persen dari kawah bulan. Namun demikian, simulasi telah menunjukkan bahwa ketika komet periode pendek yang jatuh, hampir semua air menguap dan kurang dari 1 persen dari tetap di Bulan.

"Kami sampai pada kesimpulan bahwa hanya ada air dalam sangat kecil yang di akibatkan komet di Bulan". Lalu, dari manakah air dibulan berasal?

Galaksi memudar tanda akhir dari alam semesta

kematian alam semesta

Penelitian, yang merupakan bagian dari proyek Galaxy dan Mass Assembly (GAMA), melakukan survei multi-panjang gelombang, dengan melibatkan banyak teleskop yang paling kuat di dunia.

"Kami menggunakan teleskop ruang angkasa dan teleskop berbasis darat untuk mengukur output energi lebih dari 200.000 galaksi di pada seluruh rentang panjang gelombang," kata Simon Driver (ICRAR,University of Western Australia), yang mengepalai tim GAMA.

Data survei, dirilis ke astronom di seluruh dunia kemarin, mencakup pengukuran output energi setiap galaksi di 21 panjang gelombang, dari ultraviolet hingga inframerah. Data ini akan membantu para ilmuwan untuk lebih memahami bagaimana berbagai bentuk galaksi.

galaksi

Semua energi di alam semesta diciptakan dalam Big Bang, dengan sebagian dikurung sebagai massa. Bintang bersinar dengan mengubah massa menjadi energi, seperti yang dijelaskan oleh persamaan Einstein E = mc2. Penelitian GAMA mengukur semua energi yang dihasilkan Alam semesta hari ini dan membandingkanya dengan data yang diambil pada waktu yang berbeda di masa lalu.

Fakta bahwa alam semesta secara perlahan memudar telah dikenal sejak akhir 1990-an, namun karya ini menunjukkan bahwa hal itu terjadi di semua panjang gelombang dari ultraviolet sampai ke inframerah, yang mewakili penilaian yang paling komprehensif dari output energi dari alam semesta.

"Energi yang dihasilkan Alam semesta akan menurun secara perlahan, seiring dengan semakin tuanya Alam semesta. Alam semesta pada dasarnya duduk di sofa, menarik selimut dan akan tertidur untuk tertidur abadi.

Planet Yang mengorbit Bintang Kerdil Juga Mempunyai Medan Magnet

magnet bumi

Planet mirip Bumi yang mengorbit dekat dengan bintang kecil mungkin memiliki medan magnet yang melindungi mereka dari radiasi bintang dan membantu menjaga kondisi permukaan yang bisa kondusif untuk kehidupan, menurut penelitian dari astronom di University of Washington.

Medan magnet sebuah planet berasal dari inti dan dianggap membelokkan partikel bermuatan dari angin bintang, dan melindungi atmosfer menguap ke ruang angkasa. Medan magnet, lahir dari pendinginan interior sebuah planet, dan bisa melindungi kehidupan di permukaan dari radiasi bintang yang berbahaya, seperti medan magnet bumi melindungi kita.

Bintang bermassa rendah adalah yang paling umum di alam semesta. Tetapi karena bintang bermassa rendah redup, zona layak huninya juga terletak relatif dekat.
Dan planet yang begitu dekat dengan bintangnya akan menerima tarikan gravitasi kuat bintang, yang bisa menyebabkan planet menjadi terkunci pasang surut gravitasi, yang menyebabkan sisi yang sama selamanya menghadap bintang induknya, seperti bulan yang selalu menghadapkan sisi yang sama ke Bumi.

medan magnet planet extrasolar

Ilmuan mengatakan bahwa secara umum planet yang terkunci pasang surut tidak mungkin memiliki medan magnet pelindung.

Namun ini tidak sepenuhnya benar, karena pasang surut akan memanaskan mantel planet, dan mantel akan semakin baik menghamburkan panas, dengan demikian terjadi pendinginan inti, yang pada gilirannya membantu menciptakan medan magnet.

Jadi, data terkini menunjukan bahwa planet kebumian yang mengorbit bintang kerdil juga memiliki medan magnet yang melinduni planet dari radiasi bintang yang berbahaya.

Nasa temukan air cair mengalir dipermukaan Mars

air dimars

Temuan baru dari wahana NASA Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) menemukan keberadaan air cair mengalir dipermukaan Mars masa kini.

Menggunakan spektrometer pada MRO, peneliti mendeteksi tanda dari mineral terhidrasi di lereng di mana garis-garis misterius terlihat di Planet Merah. Garis-garis ini merupakan air yang muncul dan mengalir di lereng curam mars selama musim hangat, dan kemudian memudar di musim dingin. Garis garis ini muncul di beberapa lokasi di Mars ketika suhu di atas minus 10 derajat Fahrenheit (minus 23 Celsius), dan menghilang di kali lebih dingin.

"Penemuan Ini adalah perkembangan yang signifikan dalam misi pencarian air dan kehidupan diMars, walaupun air yang kami temukan adalah air asin.

"Kami menemukan garam terhidrasi hanya ketika fitur musiman ini muncul, yang menunjukkan bahwa baik garis-garis gelap itu sendiri atau proses yang membentuk mereka adalah sumber air.

Dalam kedua kasus, deteksi garam terhidrasi di lereng ini berarti bahwa air memainkan peran penting dalam pembentukan garis-garis ini, "kata Lujendra Ojha dari Georgia Institute of Technology (Georgia Tech) di Atlanta, penulis utama laporan ini Temuan yang dipublikasikan 28 September oleh Nature Geoscience.