Download aplikasi peta bintang untuk ponsel java dan symbyan

Saat ini astronom amatir atau penggemar astronomi di indonesia sudah semakin banyak, dan mereka membutuhkan sebuah alat navigasi yang berupa peta langit yang berguna untuk menunjukan posisi suatu objek langit.

Dulunya peta langit merupakan selembar kertas yang menunjukan posisi bintang bintang dilangit. Dengan berkembanya tehnologi peta kertas sudah mulai tergantikan oleh sebuah aplikasi yang dapat dijalankan di pc ( personal computer ). Namun, banyak para astronom amatir yang tidak punya komputer.

Tapi sekarang anda jangan khawatir karena sekarang ini sudah ada aplikasi peta langit yang dapat dijalankan di hp java dan symbyan.
Aplikasi ini sangat mudah di gunakan dan ukuranya / size nya yang kecil hanya 364kb dapat di jalankan dengan hp java dan symbyan bahkan di hp jadul sekalipun.

Berikut Aplikasinya


screnshot aplikasi peta langit untuk hp java

sidelaris adalah Aplikasi peta langit untuk hp java


    Nama :
  • Aplikasi Peta langit ( sideralis.jar )


  • Platfrom :
  • Java dan symbyan.


  • Ukuran :
  • 364kb


  • Exstensi :
  • .Jar


  • Deskripsi :
  • Aplikasi java dan symbyan opensource ini begitu mudah di gunakan, dengan ukuranya yang kecil akan sangat lancar (tidak lemot) ketika di gunakan.

    Aplikasi ini dapat disetel ke berbagai lokasi di belahan bumi, dan dapat menampilkan objek antariksa seperti bintang, planet, dan galaksi yang tampak di langit bumi beserta dengan nama dan keteranganya.


  • Download :
  • Sideralis.jar


Update : 30 mei 2015, link download eror telah diperbaiki.

Jadwal fenomena astronomi juli - september 2015

jadwal fenomena astronomi juli - september



Juli 2015



1 Juli 2015 - Konjungsi Venus dan Jupiter.


Lagi-lagi pada waktu senja di langit barat akan terlihat dua bintang terang saling berdekatan. Kedua bintang itu adalah "jelmaan" dari Venus sebagai bintang putih sangat terang bermagnitudo -4,4 dan Jupiter sebagai bintang putih terang bermagnitudo -1,8. Keduanya akan terlihat sangat dekat dengan jarak sekitar 20,1 menit busur atau hanya sekitar 2/3 diamater bulan.



2 Juli -Full Moon.

Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 02:20 UTC.



7 Juli - Komet Pan-STARRS (C/2014 Q1) Kemungkinan Terlihat.

Komet Pan-STARRS (C/2014 Q1) baru di temukan pada pertengahan tahun 2014. Diperhitungkan komet ini akan mencapai titik terdekat dari Matahari sejauh 0,315 AU pada hari ini. Dengan jaraknya yang cukup dekat, komet ini diperkirakan akan mencapai terang maksimum hingga magnitudo 3,1. Itu artinya, meski tidak sangat terang, komet ini masih bisa terlihat secara langsung.Komet ini bisa diamati di langit barat sesaat setelah matahari terbenam.



14 Juli -New HorizonsdiPluto.

NASA New Horizons pesawat ruang angkasa di jadwalkan tiba di Pluto setelah sembilan setengah tahun perjalanan. Diluncurkan pada tanggal 19 Januari 2006,ini akan menjadi pesawat ruang angkasa pertama yang mengunjungi Pluto. New Horizons akan memberi kita pandangan close-up pertama kami dari planet kerdil dan bulan-bulannya. Setelah melewati Pluto, pesawat ruang angkasa akan melanjutkan ke sabuk Kuiper untuk memeriksa beberapa mayates lainnya di tepi tata surya.



16 Juli -New Moon.

Bulan akan langsung antara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 01:24 UTC.



29 Juli - Puncak Hujan Meteor Delta Aquarids.

Hujan meteor Delta Aquarids berlangsung antara tanggal 8 Juli s/d 19 Agustus 2015. Pada puncaknya hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 20 meteor tiap jam. Hal ini dihasilkan oleh puing-puing yang ditinggalkan oleh komet Marsden dan Kracht. Hujan meteor ini berjalan setiap tahun dari 12 Juli hingga Agustus 23. puncak tahun ini pada malam 28 Juli dan pagi Juli 29.Meteor-meteor Delta Aquarids akan terlihat melesat dari arah rasi Aquarius yang berada tepat di atas pada waktu dini hari. Sayangnya Bulan yang menjelang purnama akan cukup terang dan menggangu terlihatnya meteor-meteor redup kala pengamatan.



31 Juli -Full Moon.

Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 10:43 UTC.



Agustus 2015



13 Agustus - Puncak Hujan Meteor Perseids.


Inilah hujan meteor terbaik tahun 2015. Puncaknya yang berada di tengah musim kemarau dan Bulan menjelang fase baru akan membuat langit malam cerah dan gelap gulita sehingga meteor-meteor redup sekalipun terlihat jelas. Diperkirakan Perseids yang tercatat sebagai hujan meteor paling banyak menghasilkan fireball ini akan menghasilkan hingga 100 meteor tiap jam saat puncak. Hal ini dihasilkan oleh komet Swift-Tuttle, yang ditemukan pada tahun 1862. Meteor-meteor Perseids akan terlihat melesat dari arah rasi Perseus yang berada di timur laut setelah tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Hujan meteor Perseids berlangsung antara tanggal 17 Juli s/d 24 Agustus 2015.



14 Agustus -New Moon.

Bulan akan langsung antara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada14:53 UTC

29 Agustus -Full Moon.Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 18:35 UTC.



30 Agustus - Bulan Purnama Perigee.

Kebalikan dari bulan purnama apogee, bulan purnama perigee terjadi ketika Bulan mencapai fase purnama di dekat titik terdekat dari Bumi atau perigee. Dengan jaraknya yang lebih dekat, maka bulan purnama perigee akan terlihat lebih besar dan terang. Bulan purnama perigee kali ini berdiamater sudut 33,27 menit busur atau menjadi yang terbesar dan terterang ke-2 selama tahun 2015.



September 2015



1 September –OposisiNeptunus.


Planet raksasa biru akan berada dipaling dekat ke Bumi dan wajahnya akan sepenuhnya diterangi oleh Matahari Ini adalah waktu terbaik untuk melihat dan memotret Neptunus. Karena jarak ekstrim dari Bumi, hanya akan muncul sebagai titik biru kecil disemua tetapi teleskop yang paling kuat.



13 September -New Moon.

Bulan akan langsung gantara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 06:41 UTC.



Baca juga:

1.

2.

3.

Jadwal Fenomena Astronomi April - Juni 2015

jadwal fenomena astronomi bulan april sampai juni 2015

April 2015

4 April -Full Moon.

Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 12:05 UTC.

4 April - Gerhana Bulan Total.
Pada hari ini seluruh Indonesia kembali akan menyaksikan gerhana bulan total saat senja. Ini adalah gerhana bulan pertama dari dua gerhana bulan tahun ini. Sayangnya pada gerhana bulan berikutnya yang terjadi pada 28 September 2015 tidak ada satupun wilayah Indonesia yang dapat menyaksikan. Praktis ini adalah satu-satunya kesempatan menyaksikan gerhan bulan di Indonesia selama tahun 2015. Gerhana bulan hari ini akan berlangsung antara pukul 17:15 s/d 20:45 WIB untuk fase gerhana sebagian. Sedangkan untuk fase gerhana total akan berlangsung antara 18:54 s/d 19:06 WIB.

4 April - Bulan Purnama Apogee.
Bersamaan dengan gerhana bulan total, Bulan pun akan mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau apogee. Kali ini Bulan akan berdiamater 29,65 menit busur atau menjadi yang terkecil dan teredup ke-3 selama tahun 2015. Pemandangan bulan purnama yang berukuran kecil dan redup ditambah sedang dalam gerhana bulan total tidak boleh dilewatkan.

18 April - New Moon.
Bulan akan langsung antara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihatdari Bumi. Fase ini terjadi pada 18:57 UTC.

23 April - Puncak Hujan Meteor Lyrids.
Lyrids adalah hujan meteor pertama di musim kemarau pada tahun 2015 yang berlangsung antara tanggal 16 s/d 25 April 2015. Hujan meteor ini disebabkan oleh partikel debu yang ditinggalkan oleh komet C / 1861 G1 Thatcher, yang ditemukan pada tahun 1861. Pada puncaknya hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 20 meteor tiap jam. Meteor-meteor Lyrids akan terlihat melesat dari arah rasi Lyra yang berada di meridian utara waktu menjelang fajar. Beruntung Bulan sedang dalam fase sabit awal sehingga akan terbenam sebelum tengah malam sehingga tidak akan ada menghalagi pengamatan.

Mei 2015

4 Mei -Full Moon.

Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 03:42 UTC.

8 Mei 2015 - Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids.
Hujan meteor Eta Aquarids berlangsung antara tanggal 19 April s/d 28 Mei 2015. Hal ini dihasilkan oleh partikel debu yang ditinggalkan oleh komet Halley, yang telah dikenal dan diamati sejak zaman kuno. Pada puncaknya hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 30 meteor tiap jam. Meteor-meteor Eta Aquarids akan terlihat melesat dari arah rasi Aquarius yang berada di arah timur setelah tengah malam hingga matahari terbit. Namun Bulan yang baru mencapai fase purnama 4 hari lalu kemungkinan masih cukup terang sehingga menghalangi terlihatnya meteor-meteor redup.

18 Mei -New Moon.
Bulan akan langsung antara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 04:13 UTC.

23 Mei - Oposisi Saturnus.
Setelah Jupiter, kini giliran Saturnus yang berjajar lurus dengan Bumi dan Matahari. Hari ini Saturnus akan terlihat sepanjang malam di sisi yang berseberangan dengan matahari. Saturnus akan terlihat sebagai bintang putih terang dengan magnitudo 0. Dengan teleskop, Saturnus akan terlihat purnama dihiasi oleh cincinnya. Ini adalah waktu terbaik mengamati Saturnus.

28 Mei - Istiwa' Adhom.
Hari ini pukul 16:18 WIB Matahari berada tepat di atas Ka'bah, kiblat umat muslim. Jadi dengan menghadap ke arah Matahari akan sama artinya dengan menghadap tepat ke arah kiblat. Dan juga seluruh pangkal bayangan benda yang berdiri tegak pun akan mengarah ke arah kiblat. Dengan begitu peristiwa ini dapat digunakan untuk mengoreksi atau meluruskan arah kiblat bagi seluruh umat muslim secara praktis dan akurat. Peritiwa ini akan kembali terulang pada tanggal 16 Juli 2015.

Juni 2015

2 Juni -Full Moon.

Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihatdari Bumi. Fase ini terjadi pada 16:19 UTC.

7 Juni - Elongasi Maksimum Venus.
Venus mencapai ketinggian maksimum di langit barat saat senja. Ketinggiannya mencapai 45,4 derajat dari Matahari. Venus terlihat sebagai bintang putih sangat terang dengan magnitudo -4,3. Dengan ketinggian maksimum dan cahaya sangat terang, Venus tentu sangat menawan untuk diamati. Setelah hari ini, ketinggian Venus akan berlangsung-angsung berkurang hingga akhirnya berada di sisi Matahari sehingga tak terlihat pada pertengahan Agustus 2015. Setelah itu Venus akan terlihat kembali di langit timur saat fajar.

16 Juni -New Moon.
Bulan akan berbentuk sabit kecil jika di lihat dari bumi.

Baca juga :
1. Jadwal fenomena astronomi januari - maret 2015
2.
3.

Jadwal fenomena astronomi januari - maret 2015

fenomena astronomi keren

Januari 2015

4 Januari - Puncak Hujan Meteor Quadrantids.

Quadrantids adalah hujan meteor pertama pada tahun 2015 yang berlangsung antara tanggal 31 Desember 2014 s/d 6 Januari 2015. Pada puncaknya hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 130 meteor tiap jam. Meteor-meteor Quadrantids akan terlihat melesat dari arah rasi Bootes yang berada di timur laut sejak dini hari hingga menjelang matahari terbit. Hujan meteor ini disebabkan oleh komet punah yang dikenal sebagai 2003 EH1, yang ditemukan pada tahun 2003. Sayangnya Bulan menjelang fase purnama sehingga cahaya terang bulan akan membuat meteor-meteor redup tidak terlihat.

5 Januari-Full Moon.
Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari danakan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 04:53 UTC.

20 Januari -New Moon.
Bulan akan langsung antara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi.

Febuari 2015

3 Februari -Full Moon.

Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase initerjadi pada23:09 UTC.

4 Februari - Bulan Purnama Apogee.
Bulan purnama apogee terjadi dimana Bulan mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau apogee. Karena berada di titik terjauh, maka bulan purnama kali ini pun akan terlihat lebih kecil dan lebih redup dari bulan purnama pada umumnya. Bulan purnama kali ini berdiamater 29,54 menit busur atau menjadi yang terkecil dan teredup ke-2 selama tahun 2015.

7 Februari - Oposisi Jupiter.
Oposisi jupiter terjadi saat Matahari-Bumi-Jupiter berjejer berurutan. Pada hari ini Jupiter akan terlihat sepanjang malam di sisi yang berseberangan dengan Matahari. Dengan kata lain, Jupiter akan terbit di timur ketika Matahari terbenam di barat, di meridian ketika tengah malam, dan tenggelam di barat ketika Matahari terbit di timur. Jupiter akan terlihat sebagai bintang putih terang dengan magnitudo -2,6. Dengan teleskop, Jupiter akan terlihat sedang purnama. Ini adalah waktu terbaik untuk mengamati Jupiter.

18 Februari -New Moon.
Bulan akan langsung antara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 23:47 UTC.

22 Februari – Konjungsi Venus dan Mars.
Konjungsi adalah peristiwa langka di mana dua atau lebih objek akan muncul sangat dekat bersama-sama di langit malam. Kedua planet terangakan terlihat dalam waktu hanya setengah derajat satu sama lain dilangit malam. Lihatlah ke barat hanya setelah matahari terbenam.

Maret 2015

5 Maret -Full Moon.

Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 18:05 UTC.

6 Maret - Bulan Purnama Apogee.
Bulan kembali mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau apogee. Bulan purnama kali ini berdiameter sudut hanya 29,39 menit busur atau terkecil dan teredup selama tahun 2015. Bulan purnama yang lebih kecil dan redup redup dari ini baru akan terjadi pada 27 Januari 2032. Bulan purnama yang berukuran kecil dan bersinar temaram tentu menarik untuk disaksikan.

20 Maret -New Moon.
Bulan akan langsung antara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 09:36 UTC.

20 Maret -Gerhana Matahari Total.
Sebuah gerhana matahari total terjadi ketika bulan benar-benar blok Matahari, mengungkapkan atmosfer luar matahariindah yang dikenal sebagai korona. Jalur totalita sakan dimulai ditengah Samudra Atlantik dan bergerak ke utara melintasi Greenlanddan ke Siberia Utara.

21 Maret - Vernal Equinox .
Vernal equinox adalah saat dimana Matahari berada di perpotongan ekliptik dan ekuator setelah sebelumnya berada di selatan ekuator. Vernal equinox terjadi pada 22:45 UTC. Pada hari ini Matahari tepat berada di khatulistiwa sehingga panjang siang dan malam di seluruh belahan bumi tepat 12 jam. Ini juga menandakan akan bergantinya musim hujan dengan musim kemarau di Indonesia. Sedangkan di belahan bumi utara menandakan akan datangnya musim semi dan di belahan bumi selatan menandakan akan datangnya musim gugur.
Baca juga :
1. Jadwal Fenomena Astronomi April - Juni 2015

Sumber : Slamat Riyadi Sang Astronom

Kemajuan dibidang Astronomi di sepanjang tahun 2014

Selama 2014 perkembangan astronomi begitu pesat.

Dengan bantuan alat alat termutahir para ilmuan berhasil menjelaskan hal yang sebelumnya menjadi misteri.

Berikut: Kemajuan dibidang astronomi selama 2014


1. Pendaratan pertama di sebuah Komet


Pada tahun 2014 belas ini manusia untuk pertama kalinya berhasil mendaratkan sebuah robot pendarat yang bernama philae yang merupakan bagian dari misi Roseta.

Untuk lebih jelasnya silahkan anda klik link berikut : Rosetta bergeser ke orbit yang lebih tinggi untuk mengirimkan pendarat Philae pada tanggal 12 November

2.Diketahui bahwa sumbu Quasar sejajar dengan struktur besar alam semesta



Quasar adalah objek paling terang di alam semesta, yang bersinar melintasi jarak kosmologis yang luas. Quasar menupakan galaksi yang memiliki lubang hitam supermasif sangat aktif pada intinya, objek ini dikelilingi oleh cakram materi spiral yang sangat panas dan memancarkan sinar terang dari partikel-partikel di sepanjang sumbunya hampir secepatan cahaya.

Sebuah tim peneliti Eropa menggunakan pengamatan baru dari Southern Observatory Eropa Very Large Telescope ( VLT) di Chile telah menemukan bahwa sumbu rotasi lubang hitam supermasif merupakan pusat dari quasar yang sejajar satu sama lain dengan Quasar lainya di alam semesta.

Baca : Ternyata, sumbu Quasar sejajar dengan struktur kosmi sekala besar

3.Ditemukan bahwa penghasil terbesar neutrio adalah lubang hitam


Neutrino adalah salah satu partikel yang paling misterius di alam semesta. Partikel ini tidak membawa muatan dan jarang berinteraksi dengan proton dan elektron, sehingga dapat muncul dari sumber kosmik dan jarak intergalaksi yang luas tanpa diserap oleh materi sepanjang jalan atau dibelokkan oleh medan magnet. Akibatnya, mereka sangat sulit untuk dideteksi. The Ice Cube Neutrino Observatory, yang terletak di Antartika, hanya mendeteksi 36 neutrino berenergi tinggi dalam empat tahun dan ini juga telah menunjukan bahwa fasilitas telah beroperasi.

Lubang hitam raksasa Sagitarius A * di pusat Bima Sakti merupakan salah satu sumber neutrio terbesar.

Baca: Ternyata, Lubang hitam supermasif di Bima sakti merupakan pabrik neutrino

4.Molekul baru pembentuk kehidupan ditemukan



Berburu dari jarak 27.000 tahun cahaya, astronom telah menemukan sebuah berbasis karbon molekul yang tidak biasa - satu dengan struktur bercabang - terkandung dalam awan gas raksasa di ruang antar bintang.Seperti menemukan jarum di tumpukan jerami molekul kosmik, para astronom telah mendeteksi gelombang radio yang dipancarkan oleh sianida isopropil.Penemuan ini menunjukkan bahwa molekul kompleks yang dibutuhkan untuk kehidupan mungkin memiliki asal-usul mereka di ruang antar bintang.
Menggunakan Atacama Large Millimeter / submillimeter Array (ALMA), peneliti mempelajari gas wilayah pembentuk bintang Sagitarius B2.
Molekul organik biasanya ditemukan di daerah-daerah pembentuk bintang terdiri dari satu "tulang punggung" dari atom karbon diatur dalam rantai lurus.Tapi struktur karbon cabang isopropil sianida off, sehingga deteksi antar pertama molekul seperti itu, kata Rob Garrod dari Cornell University di Ithaca, New York.

Baca: Molekul baru yang ditemukan di ruang berkonotasi asal usul kehidupan

5.Sinyal dari materi gelap ditemukan.




Telah ditemukan Sinyal yang berasal dari peristiwa yang sangat langka di alam semesta: ". Neutrino steril" foton yang dipancarkan karena penghancuran partikel hipotetis, mungkin Jika penemuan dikonfirmasi, itu akan membuka jalan baru penelitian dalam fisika partikel. Selain itu, "Ini bisa mengantar era baru dalam astronomi," kata Ruchayskiy. "Konfirmasi penemuan ini dapat menyebabkan pembangunan teleskop baru yang dirancang khusus untuk mempelajari sinyal dari partikel materi gelap," tambah Boyarsky. "Kita akan tahu di mana mencarinya untuk melacak struktur gelap dalam ruang dan akan mampu merekonstruksi bagaimana alam semesta terbentuk."

Terdeteksi : Sinyal dari materi gelap

Ilmuan temukan tetangga baru Bima Sakti

galaksi baru disekitar bima sakti ditemukanSebuah citra negatif KK 3, dibuat dengan menggunakan Kamera untuk Survei di Hubble Space Telescope. Inti dari galaksi yang lebih rendah antara pasangan objek gelap di sebelah kanan gambar, dengan bintang-bintang yang tersebar di atas bagian besar di sekitarnya. (Bagian atas dari dua benda gelap adalah lebih dekat gugus bintang globular.) Utara dan timur yang tersisa. Gambar kredit: D. Makarov.

Bima sakti, galaksi tempat kita hidup, merupakan bagian dari kelompok yang memiliki lebih dari 50 galaksi lainnya yang membentuk ' Local Group', koleksinya mencakup Galaksi Andromeda dan banyak benda yang jauh lebih kecil lainnya. Sekarang tim Rusia-Amerika telah menemukan sebuah galaksi kerdil kecil dan terisolasi hampir 7 juta tahun cahaya. Hasilnya muncul dalam Pemberitahuan Bulanan "Royal Astronomical Society".
Tim yang dipimpin oleh Prof Igor Karachentsev dari Astrophysical Observatory khususdi Karachai-Cherkessia, Rusia, menemukan galaksi baru, bernama KK 3, menggunakan Hubble Space Telescope Advanced Camera Survei (ACS) pada bulan Agustus 2014. KK 3 terletak di langit selatan ke arah konstelasi Hydrusdan bintang yang hanya memiliki satu sepuluh seperseribu massa Bima Sakti.

KK 3 adalah galaksi ' bulat kerdil' atau galaksi dSph, dengan fitur seperti lengan spiral ditemukan di galaksi kita sendiri. Sistem ini juga memiliki ketiadaan bahan baku (gas dan debu) yang dibutuhkan untuk generasi baru bintang untuk membentuk, meninggalkan lebih tua dan redup relik. Dalam hampir setiap kasus, bahan baku ini tampaknya telah dilucuti oleh galaksi raksasa di dekatnya seperti Andromeda, sehingga sebagian besar benda dSph ditemukan sahabat dekat jauh lebih besar.

Benda yang terisolasi harus terbentuk dengan cara yang berbeda, dengan satu kemungkinan adalah bahwa mereka memiliki sebuah ledakan awal pembentukan bintang yang habis sumber daya gas yang tersedia. Para astronom sangat tertarik untuk menemukan benda dSph untuk memahami pembentukan galaksi di alam semesta pada umumnya, bahkan HST berjuang untuk melihat mereka di luar Grup Lokal. Tidak adanya awan gas hidrogen di nebula juga membuat mereka lebih sulit untuk memilih dalam survei, sehingga para ilmuwan melainkan berusaha untuk menemukan mereka dengan memilih bintang individu.

Untuk itu, hanya satu bulat kerdil terisolasi lainnya, KKR 25, telah ditemukan di Local Group, sebuah penemuan yang dilakukan oleh kelompok yang sama kembali pada tahun 1999.

Anggota tim Prof Dimitry Makarov, juga dari Astrophysical Observatory khusus, berkomentar: "Menemukan benda seperti KK 3 adalah pekerjaan melelahkan, bahkan dengan observatorium seperti Hubble Space Telescope. Namun dengan kegigihan, kita perlahan-lahan membangun peta lingkungan setempat, yang ternyata kurang kosong dari yang kita duga. Bisa jadi sejumlah besar galaksi kerdil bulat di luar sana, sesuatu yang akan menimbulkan konsekuensi besar bagi ide-ide kita tentang evolusi kosmos. "

Tim akan terus mencari galaksi dSph lagi, tugas yang akan menjadi sedikit lebih mudah dalam beberapa tahun ke depan, setelah instrumen seperti James Webb Space Telescope memulai layanan.

Dari manakah air diBumi berasal ?

penyebab adanya air

Dari manakah air berasal ?.

Mari kita jawab pertanyaan tersebut.

1.) Air berasal dari komet es yang menghantam bumi.

Teori ini menyadtakan bahwa air dibumi berasal dari komet es yang datang dari angkasa luar menuju ke tata surya kita. Hal ini mungkin dapat di jadikan penyebab adanya air diBumi mengingat jika pada masa awal pembentukan bumi, bumi nampaknya kering dan tak layak untuk di huni sebelum komet es menghujani bumi dan membentuk lautan yang luas.

Namun, hal ini kini berubah. Bukti percobaan terbaru yang dilakukan oleh Rosetta menunjukkan bahwa rasio deuterium-to-hidrogen 67P komet / Churyumov-Gerasimenko sangat diperkaya dalam deuterium, bertentangan dengan teori bahwa air yang berada di atmosfer bumi dan lautan berasal komet.

2.) Air berasal dari bumi itu sendiri.
air berasal dari bumi
"Ketika kita melihat ke asal-usul air di Bumi, apa yang kita benar-benar bertanya adalah, mengapa kita begitu berbeda dari semua planet lain?" Kata Panero.

"Dalam tata surya ini, Bumi adalah unik karena kita memiliki air cair di permukaan. Kami juga satu-satunya planet dengan lempeng tektonik aktif. Mungkin air ini dalam mantel adalah kunci untuk lempeng tektonik, dan itu bagian dari apa yang membuat bumi layak untuk dihuni. "

Gagasan bahwa batu yang tampak kering untuk mata manusia benar-benar dapat mengandung air - dalam bentuk atom hidrogen yang terperangkap di dalam rongga alam dan cacat kristal. Sedangkan Oksigen berlimpah di alam, sehingga ketika mineral berisi beberapa hidrogen, dan oksigen bertemu maka reaksi kimia tertentu dapat membebaskan hidrogen untuk membentuk ikatan dengan oksigen dan membuat air.

Selain itu, tempat di bawah permukaan yang peneliti sebut sebagai "zona transisi" merupakan sebuah wilayah yang paling mungkin untuk dapat menahan air di planet bumi. Dari sana, konveksi sama mantel batuan yang menghasilkan lempeng tektonik bisa membawa air ke permukaan.

Gambar kabur saat pendaratan pertama Philae

gambar kabur pendaratan probe philae

Pendarat Philae dari misi Rosetta Badan Antariksa Eropa menangkap pandangan ini selama pantulan pertama setelah menghantam permukaan komet 67P / Churyumov-Gerasimenko pada 12 November 2014, dengan gambar kabur akibat gerak pendarat sendiri.

Pendarat itu turun sekitar 3,2 kilometer per jam (mph 2) ketika pertama kali menyentuh permukaan, dan pantulan pertama berlangsung hampir dua jam dan membawanya pada ketinggian sekitar satu kilometer (0,6 mil) dan turun kembali.

Gambar dari kamera pendarat itu CIVA adalah pandangan pertama dari Philae setelah pantulan awal.

NASA pesawat ruang angkasa Kelper bertahan dari kerusakan



Mengutip Mark Twain, laporan kerusakan pesawat ruang angkasa Kepler itu dibesar-besarkan. Meskipun kerusakan yang berakhir misi utamanya Mei 2013, Kepler masih dapat bekerja. Bukti yang berasal dari penemuan baru super-Bumi menggunakan data yang dikumpulkan selama Kepler "kehidupan kedua."

"Seperti phoenix bangkit dari abu, Kepler telah dilahirkan kembali dan terus membuat penemuan. Bahkan lebih baik, planet itu ditemukan matang untuk studi tindak lanjut, "kata penulis Andrew Vanderburg dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CFA).

NASA Kepler mendeteksi planet-planet luar angkasa dengan mencari transit, ketika bintang meredup sedikit ketika sebuah planet melintasi di depannya. Semakin kecil planet ini, yang lemah peredupan, sehingga pengukuran kecerahan harus tepat. Untuk mengaktifkan presisi itu, pesawat ruang angkasa harus mempertahankan arah agar tetap stabil.

Misi utama Kepler berakhir ketika kedua dari empat roda reaksi yang digunakan untuk menstabilkan pesawat ruang angkasa gagal. Tanpa setidaknya tiga berfungsi roda reaksi, Kepler tidak dapat menunjuk secara akurat.

Daripada menyerah pada pesawat ruang angkasa berani, tim ilmuwan dan insinyur mengembangkan strategi cerdik untuk menggunakan tekanan dari sinar matahari sebagai roda reaksi virtual untuk membantu mengendalikan pesawat ruang angkasa. Misi kedua yang dihasilkan, K2, berjanji untuk tidak hanya melanjutkan pencarian Kepler untuk dunia lain, tetapi juga memperkenalkan peluang baru untuk mengamati gugus bintang, galaksi aktif, dan supernova.
Karena berkurangnya kemampuan menunjuk Kepler, penggalian data yang berguna memerlukan analisis komputer yang canggih. Vanderburg dan rekan-rekannya mengembangkan perangkat lunak khusus untuk mengoreksi gerakan pesawat ruang angkasa, mencapai sekitar setengah presisi fotometrik dari misi Kepler asli.

Hidup baru Kepler dimulai dengan tes 9 hari pada bulan Februari 2014. Ketika Vanderburg dan rekan-rekannya menganalisis data, mereka menemukan bahwa Kepler telah mendeteksi transit planet tunggal.

Mereka menegaskan penemuan dengan pengukuran kecepatan radial dari spektograf HARPS-Utara pada Telescopio Nazionale Galileo di Kepulauan Canary. Transit tambahan lemah terdeteksi oleh Microvariability dan Osilasi of Stars.

Planet yang baru ditemukan, HIP 116454b, memiliki diameter 20.000 mil, dua setengah kali ukuran Bumi. HARPS-N menunjukkan bahwa beratnya hampir 12 kali lipat Bumi. Hal ini membuat HIP 116454b super-Bumi, kelas planet yang tidak ada dalam tata surya kita. Kepadatan rata-rata menunjukkan bahwa planet ini baik dunia air (terdiri dari air sekitar tiga perempat dan rock seperempat) atau mini-Neptunus dengan diperpanjang, suasana gas.

Dekat di planet ini mengelilingi bintangnya setiap 9,1 hari pada jarak 8,4 juta mil. Bintang tuan rumah adalah jenis K kerdil oranye sedikit lebih kecil dan lebih dingin dari Matahari Sistem ini 180 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Pisces.
Karena bintang tuan rumah relatif cerah dan di dekatnya, tindak lanjut penelitian akan lebih mudah untuk melakukan daripada banyak planet Kepler yang mengorbit bintang yang lebih jauh.

"HIP 116454b akan menjadi target utama bagi teleskop di tanah dan di ruang angkasa," kata astronom Harvard dan penulis John Johnson dari CFA.

Mars rover mendeteksi lonjakan metana ( molekul organik.?.) di Mars.

Hati-hati

menganalisis data yang dikumpulkan oleh NASA Mars rover Curiosity, ilmuwan tiba-tiba menemukan lonjakan metana di atmosfer Mars selama dua bulan satu tahun yang lalu dalam jumlah yang tak terduga.

Laboratorium IPA keliling juga telah membuat deteksi definitif pertama molekul organik dalam batuan permukaan, menambahkan dukungan tambahan untuk gambar yang muncul dari Mars sebagai planet layak huni sekali.

"Kami sekarang memiliki keyakinan penuh bahwa ada metana kadang-kadang hadir di atmosfer Mars, dan bahwa ada organik diawetkan batuan kuno di Mars pada tempat-tempat tertentu," kata John Grotzinger, yang Curiosity peneliti utama. "Ini penting. Metana di atmosfer dan organik dalam batuan kuno penting karena hal itu bisa konsisten dengan mantan adanya kehidupan atau keberadaan yang ada kehidupan. "

Namun hanya mendeteksi metana di atmosfer Mars "bukan argumen bahwa kami telah menemukan bukti kehidupan di Mars," kata Grotzinger wartawan pada pertemuan musim gugur American Geophysical Union di San Francisco."Tapi itu adalah salah satu dari beberapa hipotesis yang kita dapat mengusulkan bahwa kita harus mempertimbangkan seperti yang kita maju di masa depan."

Demikian juga, deteksi definitif molekul organik "juga bukan argumen bahwa pernah ada kehidupan di Mars kuno," kata Grotzinger."Tapi itu adalah jenis bahan yang Anda akan mencari jika kehidupan pernah berasal dari Mars.Jadi organik apapun, organik bahkan abiotik yang dihasilkan, adalah hal-hal yang kita perlu mencari jika kita pernah akan menemukan bukti bahwa mikroba pernah ada di Mars. "



Tingkat latar belakang rata-rata metana di atmosfer Mars adalah sekitar 0,7 bagian per miliar, tingkat yang mewakili sekitar 5.000 metrik ton tersebar di seluruh atmosfer planet. Sebaliknya, tingkat metana dalam jumlah atmosfer bumi untuk sekitar 500 juta ton.
Tetapi selama periode dua bulan pada akhir tahun 2013 dan awal tahun ini, Curiosity mengukur peningkatan 10 kali lipat dalam tingkat metana Mars, tiba-tiba melompat hingga rata-rata 7,2 bagian per miliaraaa. Selama pengukuran berikutnya enam minggu kemudian, metana itu kembali pada tingkat latar belakang.

Sushil Atreya, anggota tim sains Curiosity di University of Michigan, mengatakan setidaknya ada tiga potensi sumber metana Mars.

Ini bisa menjadi hasil dari radiasi ultraviolet matahari yang bekerja pada senyawa organik diendapkan pada permukaan oleh debu kosmik atau micrometeor, katanya. Atau, mungkin hasil dari proses non-biologis di masa lalu yang melibatkan air dan mineral tertentu. Metana kemudian bisa saja dikurung di "klatrat" senyawa yang kemudian berhasil mencapai permukaan dan rusak, melepaskan gas.



Kemungkinan ketiga adalah metana diproduksi oleh beberapa jenis aktivitas mikroba, baik kuno maupun modern. Jika yang pertama, metana bisa saja disimpan dalam senyawa klatrat dengan cara yang sama sebagai sumber non-biologis.

"Lonjakan tiba-tiba metana yang kita lihat selama dua bulan, yang merupakan bersendawa metana baik dari sumber modern atau kebocoran metana dari (bawah permukaan) penyimpanan," kata Atreya. "Fakta bahwa metana adalah pada tingkat latar belakang, tiba-tiba naik, datang kembali ke tingkat latar belakang sebagai tiba-tiba, menunjukkan sumber harus relatif lokal dan kecil."

Sementara rincian tetap harus dikerjakan, "semua pengamatan ini yang kita miliki selama dua tahun, mereka sangat sugestif bahwa Mars saat ini aktif," katanya.

Diminta untuk berspekulasi di mana sumber - biologi, geologi atau kerusakan permukaan - mungkin penjelasan lebih mungkin, Grotzinger mengatakan "tidak ada cara untuk mengukur itu."

"Kami hanya harus menghormati itu adalah kemungkinan, dan itu tanggung jawab kita untuk dasarnya pergi melalui dan memalsukan semua hipotesis abiologic lain untuk menghasilkan satu yaitu," katanya. "Tapi apa yang kita rasakan data ini yang paling berharga adalah untuk mendorong masa depan. Karena kita melihat sinyal di sini, ada baiknya datang kembali dan melakukan lebih banyak pekerjaan. "

Kontes penamaan kawah merkurius



The MESSENGER Education and Pulic Outreach (EPO) Team meluncurkan kompetisi pekan ini untuk menamai lima kawah di Merkurius. Kontes ini terbuka untuk semua Orang kecuali anggota tim EPO misi. Kontes berlangsung dari 15 Desember 2014 hingga 15 Januari 2015.

Pesawat ruang angkasa NASA MESSENGER telah di orbit sekitar Merkurius sejak Maret 2011. Tim EPO Misi ini dipimpin oleh Julie Edmonds dari Carnegie Institution for Science.

Menurut International Astronomical Union (IAU) - badan dari planet dan satelit nomenklatur sejak tahun 1919 - semua kawah baru di Merkurius harus dinamai seniman, komposer, atau penulis yang terkenal selama lebih dari 50 tahun dan telah mati untuk lebih dari tiga tahun.



Kontes EPO Team memungkinkan masyarakat untuk mengabadikan orang penting dalam seni dan humaniora dari mana saja di dunia. Kiriman akan diterima mulai tengah malam (00:00 UTC) pada tanggal 15 Desember 2014, sampai 15 Januari 2015 (23:59 UTC). Lima belas nama finalis untuk kawah akan diserahkan ke International Astronomical Union (IAU) untuk pemilihan lima pemenang. Pemenang akan diumumkan oleh IAU bertepatan dengan berakhirnya operasi orbital MESSENGER pada akhir Maret atau April 2015.

Pesawat ruang angkasa MESSENGER telah jauh melampaui harapan baik dalam durasi misi dan dalam kualitas dan kuantitas data. Misi ini akan berakhir musim semi ini sebagai kerajinan kecil yang ada akibat gravitasi dan dampak terhadap Mercury. Tim EPO diselenggarakan kompetisi untuk merayakan prestasi misi.

Edmonds menyarankan peserta untuk pertama penelitian artis, komposer, atau penulis yang sedang dipertimbangkan sebelum mengisi entri kontes. "Setelah online, pendaftar akan diminta untuk mengirimkan sebuah deskripsi singkat dari kontribusi individu yang mereka pilih untuk bidang mereka, serta sebagai sumber otoritatif untuk informasi latar belakang," katanya.

Nama tidak dapat memiliki signifikansi politik, agama, atau militer.Fitur lain di Tata Surya juga dapat memiliki nama yang sama. Sebagai contoh, Ansel Adams tidak memenuhi syarat karena ada fitur di Bulan dengan nama Adams (meskipun itu tidak dinamai Ansel). Peserta dapat memeriksa ide-ide mereka terhadap daftar nama fitur Tata Surya dan masukkan nama dalam "Cari dengan Fitur Nama" kotak di sudut kanan atas.

"Ini kerajinan kecil pemberani, tidak lebih besar dari sebuah Volkswagen Beetle, telah melakukan perjalanan lebih dari 8 miliar mil sejak tahun 2004 - sampai ke planet ini dan kemudian di orbit," kata Edmonds. "Kami ingin menarik perhatian internasional terhadap prestasi misi dan insinyur membimbing dan ilmuwan di Bumi yang telah membuat misi MESSENGER begitu luar biasa sukses."

Tujuan dari MESSENGER adalah untuk mengambil 2.500 gambar planet ini, tetapi telah kembali lebih dari 250.000 gambar. "Kami sekarang memiliki rinci, resolusi tinggi peta seluruh planet," kata Edmonds. "Sebagai ilmuwan mempelajari data yang luar biasa dikembalikan oleh MESSENGER, menjadi penting untuk memberikan nama ke permukaan fitur yang menarik ilmiah khusus. Memiliki nama untuk bentang alam seperti gunung, kawah, dan tebing membuatnya lebih mudah bagi para ilmuwan dan orang lain untuk berkomunikasi."

Ikuti kontesnya secara online di www.namecraters.carnegiescience.edu

New Horizons diaktifkan selama pertemuan Pluto



Setelah melakukan perjalanan sembilan tahun dari Bumi, pesawat ruang angkasa NASA New Horizons diaktifkan untuk mempersiapkan pertemuan pada musim panas mendatang dengan Pluto.

Pusat kendali misi probe di Maryland menerima sinyal dari New Horizons pukul 21:53 EST Sabtu (0253 GMT Minggu), membenarkan pesawat ruang angkasa aktif setelah membangkitkan diri dari hibernasi lebih dari 2,9 miliar kilometer dari Bumi.

Dengan kecepatan cahaya, sinyal radio dari pesawat ruang angkasa new horizon membutuhkan 4 jam 26 menit untuk mencapai Bumi, menurut University Applied Physics Laboratory Johns Hopkins di Laurel, Md., Rumah kontrol misi New Horizons.

"Ini adalah peristiwa DAS yang menandai akhir dari perjalanan New Horizons dari lautan luas ruang untuk sangat perbatasan tata surya kita, dan awal tujuan utama misi: eksplorasi Pluto dan banyak bulan pada 2015," kata Alan Stern, ilmuwan kepala pada misi New Horizons dari Southwest Research Institute di Boulder, Colo.

New Horizons secara resmi mulai mengumpulkan data pengamatan ilmiah Pluto dan sekitarnya pada 15 Januari.

Pesawat ruang angkasa akan terbang 6.200 mil dari Pluto pada 14 Juli 2015. Ia menjanjikan untuk membawa dunia yang jauh menjadi fokus, menggantikan gambar kabur dari Hubble Space Telescope dengan foto resolusi tinggi yang akan membantu para ilmuwan memetakan kawah, pegunungan dan es lembar dipercaya untuk menutupi Pluto kerak.

New Horizons telah menghabiskan sekitar dua-pertiga dari waktu penerbangan di hibernasi sejak kerajinan diluncurkan pada Januari 2006. Namun para pejabat berkala bangun probe untuk menguji instrumen dan latihan untuk pertemuan di Pluto, ketika para ilmuwan hanya memiliki satu kesempatan untuk mendapatkan yang benar .

"Secara teknis, ini adalah rutin, karena wakeup adalah prosedur yang kita akan lakukan berkali-kali sebelumnya," kata Glen Fountain, manajer proyek New Horizons di APL."Secara simbolis, namun, ini adalah masalah besar. Ini berarti dimulainya operasi pra-pertemuan kami. "

Para hibernations menghemat waktu, kata para pejabat, yang memungkinkan para ilmuwan untuk fokus pada perencanaan usaha ilmiah masa depan misi bukannya pelacakan penerbangan melalui kekosongan ruang.

Dalam beberapa minggu ke depan, pengendali tanah akan persiapan New Horizons dan tujuh instrumen ilmiah untuk terbang lintas tersebut.

Terdeteksi : Sinyal dari materi gelap



Setelah memilah-milah bertumpuk-tumpuk data X-ray, para ilmuwan di Ecole Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) Laboratorium Fisika Partikel dan Kosmologi (LPPC) dan Universitas Leiden percaya bahwa mereka bisa mengidentifikasi sinyal dari partikel materi gelap. Zat ini, yang sampai sekarang masih murni hipotetis, tidak dijalankan oleh satu pun model standar fisika selain melalui gaya gravitasi. Penelitian mereka akan diterbitkan minggu depan di Physical Review Letters.

Ketika fisikawan mempelajari dinamika galaksi dan pergerakan bintang, mereka dihadapkan dengan sebuah misteri. Jika mereka hanya memperhitungkan materi yang terlihat, maka persamaan mereka tidak sesuai. unsur-unsur yang dapat diamati tidak cukup untuk menjelaskan rotasi benda dan gaya gravitasi yang ada. Ada sesuatu yang hilang. Dari ini mereka menyimpulkan bahwa harus ada semacam materi yang tidak terlihat alias tidak berinteraksi dengan cahaya. Tetapi juga tidak secara keseluruhan, berinteraksi dengan cara gaya gravitasi. Hingga dapat Disebut bahwa : "materi gelap," zat ini muncul untuk membuat setidaknya 80% dari alam semesta.

Kemudian ditemukan Sinyal yang berasal dari peristiwa yang sangat langka di alam semesta: ". Neutrino steril" foton yang dipancarkan karena penghancuran partikel hipotetis, mungkin Jika penemuan dikonfirmasi, itu akan membuka jalan baru penelitian dalam fisika partikel. Selain itu, "Ini bisa mengantar era baru dalam astronomi," kata Ruchayskiy. "Konfirmasi penemuan ini dapat menyebabkan pembangunan teleskop baru yang dirancang khusus untuk mempelajari sinyal dari partikel materi gelap," tambah Boyarsky. "Kita akan tahu di mana mencarinya untuk melacak struktur gelap dalam ruang dan akan mampu merekonstruksi bagaimana alam semesta terbentuk."

Hasil ini merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Laboratorium EPFL tentang Fisika Partikel dan Kosmologi (LPPC), bekerja sama dengan Institut Fisika di Universitas Leiden di Belanda.

Gravitasi telah menyelamatkan alam semesta setelah Big Bang



Penelitian terbaru menunjukkan bahwa produksi partikel Higgs (atau dikenal sebagai Higgs boson, partikel dasar yang ditemukan di CERNpada tahun 2012) selama ekspansi mempercepat inflasi alam semesta awal yang seharusnya menyebabkan ketidak stabilan dan keruntuhan.

Para ilmuwan telah mencoba untuk mencari tahu mengapa hal ini tidak terjadi, menyebabkan teori bahwa beberapa yang belum ditemukan fisika akan membantu menjelaskan asal-usul alam semesta. Namun, fisikawan dari Imperial College London dan Universitas Kopenhagen dan Helsinki percaya bahwa ada penjelasan sederhana.

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di Physical Review Letters, tim menggambarkan bagaimana gravitasi, dalam hal kelengkungan ruang-waktu, memberikan stabilitas yang diperlukan Alam semesta muda untuk bertahan. Mereka menyelidiki interaksi antara Higgs boson dan gravitasi, dengan mempertimbangkan bagaimana hal itu akan bervariasi dengan energi, menunjukkan bahwa bahkan interaksi kecil sudah cukup untuk menstabilkan semesta melawan kerusakan dan kehancuran.

"Model Standar fisika partikel, yang ilmuwan gunakan untuk menjelaskan partikel elementer dan interaksi mereka, sejauh ini tidak memberikan jawaban mengapa alam semesta tidak runtuh setelah Big Bang," jelas Profesor Arttu Rajantie, dari Departemen Fisika di Imperial College London.

"Penelitian kami menyelidiki parameter yang tidak diketahui terakhir dalam Model Standar - interaksi antara partikel Higgs dan gravitasi. Parameter ini tidak dapat diukur dalam partikel eksperimen akselerator, tetapi memiliki efek besar pada ketidakstabilan Higgs selama inflasi. Bahkan nilai yang relatif kecil sudah cukup untuk menjelaskan kelangsungan hidup alam semesta tanpa fisika baru! "
Rencana tim untuk melanjutkan penelitian mereka menggunakan pengamatan kosmologis untuk melihat interaksi ini secara lebih rinci dan menjelaskan apa efek itu akan memiliki pada pengembangan alam semesta awal. Secara khusus, mereka akan menggunakan data dari saat ini dan masa depan misi Badan Antariksa Eropa mengukur radiasi latar belakang gelombang mikro dan gelombang gravitasi.

"Tujuan kami adalah untuk mengukur interaksi antara gravitasi dan medan Higgs menggunakan data kosmologis," kata Profesor Rajantie. "Jika kita mampu melakukan itu, kita akan telah disediakan nomor terakhir yang tidak diketahui dalam Model Standar fisika partikel dan lebih dekat dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang bagaimana kita semua di sini."

Waw, ternyata sumbu Quasar sejajar dengan struktur kosmik skala besar

sumbu Quasar sejajar dengan struktur kosmik skala besar

Quasar adalah objek paling terang di alam semesta, yang bersinar melintasi jarak kosmologis yang luas. Quasar menupakan galaksi yang memiliki lubang hitam supermasif sangat aktif pada intinya, objek ini dikelilingi oleh cakram materi spiral yang sangat panas dan memancarkan sinar terang dari partikel-partikel di sepanjang sumbunya hampir secepatan cahaya.

Sebuah tim peneliti Eropa menggunakan pengamatan baru dari Southern Observatory Eropa Very Large Telescope ( VLT) di Chile telah menemukan bahwa sumbu rotasi lubang hitam supermasif merupakan pusat dari quasar yang sejajar satu sama lain dengan Quasar lainya di alam semesta. Tim juga menemukan bahwa sumbu rotasi quasar ini cenderung sejalan dengan struktur yang luas di jaringan kosmik di mana mereka berada.

"Yang aneh dan yang pertama kami perhatikan adalah bahwa beberapa sumbu rotasi quasar 'yang selaras satu sama lain - meskipun fakta bahwa quasar ini dipisahkan oleh miliaran tahun cahaya," kata ketua tim Damien Hutsemékers dari University of Liège di Belgia.

Tim menggunakan FORSinstrumen di VLT untuk mempelajari 93 quasar yang diketahui membentuk kelompok besar tersebar dalam ruang seluas miliaran tahun cahaya, terlihat pada saat alam semesta adalah sekitar sepertiga dari usia saat ini.

Ketika para astronom melihat distribusi galaksi dalam skala miliaran tahun cahaya mereka menemukan bahwa mereka tidak merata, tetapi membentuk jaringan kosmik filamen dan rumpun disekitarnya merupakan rongga besar alam semesta di mana galaksi sangat sedikit. Hal ini dikenal sebagai struktur skala besar.

Hasil VLT menunjukkan bahwa sumbu rotasi quasar cenderung sejajar dengan struktur yang besar di mana mereka berada, jadi jika quasar berada dalam filamen panjang maka spin dari lubang hitam sentral akan menunjuk sepanjang filamen. Para peneliti memperkirakan probabilitas bahwa keberpihakan ini karena kebetulan kurang dari 1%.

"Sebuah korelasi antara orientasi quasar dan struktur milik mereka merupakan prediksi penting dari model numerik evolusi alam semesta kita. Data kami menyediakan konfirmasi pengamatan pertama efek ini, dalam skala yang jauh lebih besar bahwa apa yang telah diamati sampai saat ini untuk galaksi normal, "tambah Dominique Sluse dari Argelander-Institut für Astronomie di Bonn, Jerman, dan Universitas Liège.

Tim tidak bisa melihat sumbu rotasi atau jet dari quasar langsung. Sebaliknya, mereka mengukur polarisasi cahaya dari setiap quasar dan menemukan sinyal secara signifikan terpolarisasi untuk 19 dari mereka. Arah polarisasi dalam kombinasi dengan informasi lain dapat digunakan untuk menyimpulkan sudut disk akresi dan arah quasar.

"The keberpihakan dalam data baru, dalam skala yang lebih besar daripada prediksi arus dari simulasi, mungkin petunjuk bahwa ada unsur yang hilang dalam model kami saat ini kosmos," menyimpulkan Dominique Sluse.

Kamera Rosetta menangkap gambar lompatan Philae sebelum mendarat



Stamp waktu pada setiap gambar setelah diperbesar adalah waktu Universal di (~ Greenwich Mean Time). Perbandingan area pendaratan sesaat sebelum (15:18 UT) dan setelah kontak pertama dengan jelas menunjukkan dampak yang disebabkan oleh sebuah gangguan.

Gambar ditangkap ketika pesawat ruang angkasa itu berada pada 15,5 km dari permukaan komet pada resolusi 28 cm / pixel, yang diambil dalam bidang sebesar 17 x 17 meter. Philae bergerak di komet dari kiri bawah ke kanan atas karena turun ke permukaan.

Gambar diambil pada 15:43 UT, setelah pendaratan, menegaskan bahwa lintasan pendarat berubah ke arah timur, bergerak dengan kecepatan sekitar 0,5 meter / detik, sebagai pertama kali diusulkan oleh data yang kembali dari percobaan consert.

Lompatan pendaratan Philae terjadi pada ratusan meter di atas komet sebelum kemudian membuat kontak dengan permukaan lagi sekitar dua jam kemudian.

Lokasi terakhir dari Philae masih belum diketahui, tetapi tim pencitraan yakin bahwa menggabungkan consert mulai dari data OSIRIS dan gambar navcam dari pengorbit, ditambah gambar dekat dan di permukaan dari Rolis dan CIVA kamera Philae akan segera mengungkapkan tempat peristirahatan terakhir pendarat ini.

Philae terpental dari tempat pendaratanya dan melayang selama 2 jam.



Gambar pertama dalam urutan diambil pada pukul 15.30 GMT pada tanggal 12 November, tepat sebelum pendaratan pertama pendarat ini; gambar kedua diambil pada 15:35 GMT, setelah pendaratan. Gambar mentah yang diposting di Rosetta blog ESA pada hari Jumat dan pembaca blog yang pertama kali berhasil menemukan Philae dan bayangannya di sebelah kanan awan debu dalam gambar. Temuan pembaca blog dikonfirmasi oleh Mikel Canania dari divisi observasi bumi departemen Dynamics Flight ESA.



Philae terpental dari tempat pendaratan pertamanya dan tidak menyentuh permukaan lagi selama dua jam, sebelum memantul lagi dan mencapai tempat pendaratan akhir. Kami masih belum tahu persis di mana Philae akhirnya mendarat. Pengendali philae belum mendengar kabar dari pendarat sejak komunikasi berakhir Sabtu pagi setelah energi baterai habis.

Peta NASA menunjukkan dampak dari Asteroid selama 20 tahun terahir



Peta baru dirilis oleh Near Earth Object (NEO) Program NASA mengungkapkan secara rinci mencolok betapa sering - sekitar setiap minggu - asteroid kecil sudah masuk dan hancur di atmosfer bumi selama dua puluh tahun. Sebanyak 556 hari dan malam hari peristiwa terpisah dicatat oleh sensor pemerintah AS antara tahun 1994 dan 2013.

Untungnya bagi kita, hampir semua benda-benda yang bergerak cepat hancur karena gesekan atmosfer yang ekstrim pemanasan yang mereka terima, putus menjadi pecahan berbahaya yang membakar sebelum menghantam tanah. Namun, ada pengecualian, terutama acara Chelyabinsk di Rusia yang merupakan asteroid terbesar yang menghantam planet kita dalam dua dekade terakhir.

Karena ancaman parah yang ditimbulkan oleh NEOs lebih besar, NASA telah membuat daftar penemukan benda-benda berbahaya prioritas tinggi, meningkatkan investasi dalam kegiatan deteksi, karakterisasi dan mitigasi asteroid sepuluh kali lipat selama lima tahun terakhir. NASA juga mengembangkan strategi dengan mitra di AS dan di luar negeri untuk memperluas kegiatan ini, membantu untuk mengidentifikasi asteroid yang mungkin menimbulkan risiko menghantam bumi dan mengembangkan lebih lanjut pilihan kami untuk pertahanan planet.

Kita semua dapat berpartisipasi dalam perburuan objek yang berpotensi berbahaya Near Earth Objects melalui NASA Asteroid Grand Challenge, yang bertujuan untuk merumuskan rencana untuk menemukan semua ancaman asteroid bagi kehidupan di Bumi dan menemukan cara untuk berurusan dengan mereka. NASA juga mengejar Asteroid Redirect Mission (ARM) untuk mengidentifikasi, menangkap dan mengarahkan NEO ke orbit stabil sekitar Bulan untuk studi lebih lanjut oleh astronot di tahun 2020-an. Di antara tujuan eksplorasi banyak, misi bisa menunjukkan teknik defleksi asteroid untuk perlindungan dasar planet.

Ternyata, Lubang hitam supermasif di Bima sakti merupakan pabrik neutrino



Neutrino adalah salah satu partikel yang paling misterius di alam semesta. Partikel ini tidak membawa muatan dan jarang berinteraksi dengan proton dan elektron, sehingga dapat muncul dari sumber kosmik dan jarak intergalaksi yang luas tanpa diserap oleh materi sepanjang jalan atau dibelokkan oleh medan magnet. Akibatnya, mereka sangat sulit untuk dideteksi. The Ice Cube Neutrino Observatory, yang terletak di Antartika, hanya mendeteksi 36 neutrino berenergi tinggi dalam empat tahun dan ini juga telah menunjukan bahwa fasilitas telah beroperasi.

Planet kita terus dibombardir dengan neutrino dari Matahari - beberapa 100 trilyun neutrino melewati tubuh kita setiap detik - tetapi mereka yang berasal dari peristiwa yang paling kuat di alam semesta seperti merger galaksi, materi jatuh ke lubang hitam supermasif dan jet dari pulsar, dapat miliaran kali lebih berenergi.

Dalam pencarian neutrio berenergi ultra tinggi, ilmuwan sekarang memiliki bukti dari tiga satelit NASA - Observatorium Chandra X-ray, misi gamma-ray Swift, dan Array Nuklir spektroskopi Telescope (NuSTAR).

Lubang hitam raksasa Sagitarius A * di pusat Bima Sakti merupakan salah satu sumber tersebut. Jika dikonfirmasi, ini adalah pertama kalinya bahwa neutrino telah ditelusuri kembali ke lubang hitam.

"Mencari tahu di mana neutrino energi tinggi datang dari adalah salah satu masalah terbesar dalam astrofisika saat ini," kata Yang Bai dari University of Wisconsin di Madison, yang turut menulis penelitian hasil ini diterbitkan di Physical Review D.

"Kami sekarang memiliki bukti pertama bahwa sumber astronomi - lubang hitam supermasif Bima Sakti -. mungkin menghasilkan neutrino sangat energik "
Dengan mengaitkan data IceCube dengan bahwa dari tiga teleskop X-ray, ilmuwan mampu mencari peristiwa kekerasan dalam ruang yang berhubungan dengan kedatangan neutrino energi tinggi di Bumi. Furtermore, beberapa neutrino muncul dalam beberapa hari flare dari lubang hitam supermasif yang diamati dengan Swift dan NuSTAR.

"Kami memeriksa untuk melihat apa yang terjadi setelah Chandra menyaksikan ledakan terbesar yang pernah terdeteksi dari Sagittarius A *, lubang hitam supermasif Bima Sakti," kata co-penulis Andrea Peterson, juga dari University of Wisconsin."Dan kurang dari tiga jam kemudian, ada neutrino yang terdeteksi di IceCube."

"Ini akan menjadi masalah yang sangat besar jika kita mengetahui bahwa Sagitarius A * menghasilkan neutrino," kata co-penulis Amy Barger dari University of Wisconsin. "Ini adalah hal yang sangat menjanjikan bagi para ilmuwan untuk terus meneliti."

Tim peneliti dari The University of Wisconsin masih mencoba untuk mengembangkan model untuk bagaimana Sagitarius A * bisa bermasa 4 juta kali masa matahari, dan bisa menghasilkan neutrino. Satu teori menyatakan bahwa itu bisa terjadi ketika partikel di sekitar lubang hitam dipercepat oleh gelombang kejut, menghasilkan partikel bermuatan yang meluruh sampai menjadi neutrino.

Penelitian baru ini juga dapat menjelaskan sumber sinar kosmik energi tinggi, teka-teki yang belum terselesaikan lain dalam astrofisika. Karena partikel sinar kosmik dibebankan, mereka telah dibelokkan oleh medan magnet di galaksi kita yang membuat penentuan asal mereka sulit, tetapi partikel bermuatan dipercepat oleh gelombang kejut dekat Sagitarius A * bisa menjadi sumber utama sinar kosmik yang sangat energik.

Waw, Astronom amatir berhasil menangkap gambar badai ekstrim di Uranus



Ditemukan oleh Sir William Herschel pada Maret 1781, raksasa gas Uranus adalah planet kedua terakhir dari tata surya dan saat ini baik ditempatkan untuk observasi di konstelasi Pisces. Meskipun empat kali diameter Bumi, jarak yang sangat besar dari Matahari (19 Satuan Astronomi, atau 2.870 juta kilometer) berarti bahwa sebagian besar pengamat visual yang mempertimbangkan busurnya 3,7 detik yang terkecil, dan yang besarnya +6 detik, maka jika planet ini terlihat sebagai piringan berwarna biru-hijau di teleskop astronom amatir adalah Prestasi yang cukup. Namun, pemilik instrumen besar yang dilengkapi dengan kamera CCD mungkin peduli untuk meniru pengamat di Perancis dan Australia yang baru-baru ini berhasil dalam pencitraan badai besar mengamuk di planet ini pada panjang gelombang inframerah dan visual.

"Cuaca di Uranus sangat aktif," kata Imke de Pater, profesor dan ketua astronomi di University of California, Berkeley, dan pemimpin tim yang terdeteksi delapan badai besar di belahan utara Uranus ketika mengamati planet dengan optik adaptif di WM Keck Observatory di Hawaii pada tanggal 5 dan 6 Agustus 2014.

Salah satunya adalah badai terang yang pernah dilihat di Uranus, panjang gelombang yang mengungkapkan awan tepat di bawah tropopause di mana tekanan berkisar dari sekitar 300 sampai 500 mbar, setara dengan setengah tekanan atmosfer di permukaan Bumi. Badai menyumbang 30 persen dari semua cahaya yang dipantulkan oleh seluruh planet pada panjang gelombang ini.

"Jenis kegiatan ini akan dan telah diharapkan pada tahun 2007, ketika terjadi equinox di Uranus sekali setiap 42 tahun yaitu ketika Matahari bersinar langsung pada khatulistiwa, " pernyataan dari co-investigator Heidi Hammel dari Asosiasi Universitas Riset di Astronomi. "Tapi kami memperkirakan bahwa kegiatan tersebut akan mereda sekarang. Mengapa kita melihat badai yang luar biasa sekarang ini berada di luar tebakan siapa pun. "



Astronom amatir segera belajar dari badai Uranus yang cerah. Astronom Amatir dari Australia Anthony Wesleydari Murrumbateman, NSW, berhasil melakukan pencitraan fitur badai pada 19 September dan 2 Oktober 2014 dengan teleskop 16-inchi.

Waw, ternyata sinar matahari dapat memudarkan warna Bintik Merah Raksasa di Jupiter



Jupiter Great Red Spot (GRS) adalah badai antisiklon terbesar di Tata Surya, setelah berkecamuk di atmosfer planet untuk setidaknya 400 tahun. Tapi apa memberikan Gread Red Spot warna kemerahan khas?, Teori terkemuka mengusulkan bahwa itu karena bahan kimia upwelling dari lapisan yang lebih dalam dari atmosfer Jupiter.

Namun, pandangan ini sekarang bertentangan dengan hasil yang disajikan oleh Cassini dan ilmuwan tim Kevin Baines di Divisi American Astronomical Society untuk Meeting Ilmu Planetary di Tucson, Arizona. Baines, dengan rekan-rekanya di NASA Jet Propulsion Laboratory Bob Carlson dan Tom Momary, sekarang percaya atau tidak warna kemerahan Bintik merah besar dijupiter sudah memudar, bahan kimia sederhana yang diduga penyebab warna merah tersebut telah rusak dan terpisah oleh terpaan sinar matahari di atmosfer atas planet jupiter, mendasarkan kesimpulan mereka setelah menganalisis data dari Cassini pada Desember 2000 saat sedang terbang melintasi jupiter.

Jupiter terdiri hampir seluruhnya dari hidrogen dan helium dengan hamburan elemen lainnya. Jika para ilmuwan dapat memahami apa kombinasi dari unsur-unsur yang bertanggung jawab untuk warna yang terlihat di awan Jupiter, hal ini akan memberikan wawasan dalam memahami planet raksasa. Jupiter memiliki tiga lapisan awan utama, dari yang tertinggi ke terendah, adalah amonia, amonium hidrosulfida dan air awan.

"Model kami menunjukkan sebagian besar Great Red Spot sebenarnya mempunya warna yang mulai memudar, di bawah lapisan awan," kata Baines. "Di bawah awan kemerahan 'sunburn', awan mungkin berwarna keputihan atau keabu-abuan." Sebuah pewarna terbatas pada bagian atas awan akan sesuai dengan teori lama, yang menyatakan bahwa awan yang berwarna adalah karena bahan kimia upwelling terbentuk jauh di bawah lapisan awan terlihat, katanya. Jika bahan merah sedang diangkut dari bawah maka itu juga harus hadir pada ketinggian lain juga.

Percobaan untuk mensimulasikan kerusakan yang ditimbulkan oleh matahari mebutuhkan molekul yang lebih kompleks seperti amonium hidrosulfida menghasilkan warna hijau, hasil yang mengejutkan mendorong peneliti untuk mencoba kombinasi sederhana dari amonia dengan hidrokarbon yang ada di ketinggian Jovian. Meruntuhkan amonia dan acetylene dengan sinar ultraviolet ternyata sesuai dengan data yang dikumpulkan oleh Cassini.

Jika ketinggian memainkan peran penting, maka menjelaskan mengapa GRS dan beberapa tempat yang lebih kecil pada layar planet warna tersebut. "The Great Red Spot sangat tinggi," kata Baines. "Mencapai ketinggian jauh lebih tinggi daripada di tempat lain di awan Jupiter."

Angin siklon dari Red Spot mentransportasi es amonia partikel yang lebih tinggi ke atmosfer dari biasanya, di mana mereka terkena lebih banyak sinar ultraviolet matahari, sehingga memungkinkan dan meningkatkan warna merah itu. Selain itu, sifat pusaran membatasi partikel, mencegah mereka dari melarikan diri, menyebabkan warna merah dari puncak awan untuk meningkat melebihi apa yang dinyatakan mungkin akan diharapkan.

Jupiter menampilkan campuran warna kuning, cokelat dan bahkan nuansa merah. Kata Baines, awan cerah yang lebih tipis, memungkinkan pandangan ke kedalaman di atmosfer di mana zat yang lebih berwarna ada.

Cassini-Huygens adalah proyek kerjasama NASA, European Space Agency dan Badan Antariksa Italia. JPL, sebuah divisi dari Institut Teknologi California, Pasadena, mengelola misi untuk NASA Direktorat Misi Sains di Washington.Tim VIMS berbasis di University of Arizona di Tucson.

Unik : Asteroid ini mengembangkan ekor seperti komet





Asteroid 62412, atau dikenal sebagai 2000 SY178, ditemukan oleh LINEAR (Lincoln Near-Earth Asteroid Research) fasilitas di Socorro, New Mexico, pada tanggal 28 September 2000. Dengan orbit sedikit eksentrik yang membawa ke dalam 2,9 Satuan Astronomi dari Matahari setiap 5,6 tahun, 2000 SY178 tampak seperti main-sabuk asteroid khas dari keluarga Hygeia selama lebih dari satu dekade.

Namun, menurut temuan yang disajikan oleh Scott Sheppard dan Chadwick Trujillo dari Carnegie Gemini Observatory ke Divisi American Astronomical Society untuk Planetary Sciences pertemuan di Tucson, Arizona pada 11 November, 62.412 (2000 SY178) adalah asteroid aktif, pertama objek komet-seperti terlihat pada keluarga Hygeia.Ini menandai 13 dikenal aktif utama-sabuk asteroid dari perkiraan total 100 diyakini ada, berdasarkan Sheppard dan Trujillo penemuan.








Asteroid aktif memiliki orbit yang stabil antara Mars dan Jupiter seperti ribuan Asteroid lain. Namun, mereka kadang-kadang mengambil bentuk komet ketika gas atau debu dikeluarkan dari permukaan mereka menciptakan ekor berumur pendek. Alasan untuk ini kehilangan material dan pembentukan ekor di asteroid aktif tidak diketahui, tetapi teori mencakup dampak baru atau sublimasi dari es terpapar dari padat menjadi gas.

"Sampai sekitar sepuluh tahun yang lalu, hal itu cukup jelas mana yang komet dan mana yang bukan, tapi itu semua berubah saat kita menyadari bahwa tidak semua benda-benda ini menunjukkan aktivitas sepanjang waktu," kata Sheppard.

Asteroid yang lama dianggap benda sebagian besar tidak berubah, tapi perbaikan teknik pencitraan telah memungkinkan para ilmuwan untuk menemukan bahwa beberapa memiliki ekor dan koma, temuan yang terakhir menunjukan atmosfer tipis yang mengelilingi inti komet.

"Kami benar-benar melihat lagi melalui survei kami yang mendalam pada populasi objek yang lain, hal itu tidak mudah untuk diamati, karena kita akan jauh lebih dalam," tambah Sheppard.

Sheppard dan Trujillo melaporkan bahwa Asteroid 62.412 memiliki masa rotasi sangat cepat dari 3,33 jam, yang dekat masa kritis untuk break-up. Tingkat spin cepat dapat berubah bentuk asteroid dan pergeseran materi sekitar permukaannya. Ekor dapat dibuat langsung dari bahan dikeluarkan dari inti berputar cepat, atau dari es yang baru menyublim menjadi uap air.

Tim juga menemukan kepadatan Asteroid 62.412 khas asteroid primitif yang tidak konsisten dengan komet jauh lebih bermasa rendah. Pemantauan lebih lanjut objek yang tidak biasa ini akan membantu mengkonfirmasi sumber dari kegiatan ini.

Melalui percobaan roket diketahui bahwa alam semesta ternyata lebih terang dari yang kita duga

Sebuah percobaan roket NASA telah mendeteksi surplus mengejutkan cahaya inframerah dalam ruang gelap antara galaksi, cahaya kosmik difus seterang semua galaksi yang dikenal digabungkan. Cahaya tersebut diduga berasal dari bintang yatim terlempar dari galaksi tuanya. Temuan mendefinisikan kembali apa yang dianggap para ilmuwan sebagai galaksi. Galaksi mungkin tidak memiliki batas set bintang, melainkan membujur ke jarak yang jauh, membentuk lautan besar bintang. Pengamatan dari Cosmic Infrared Background Experiment (CIBER) membantu menyelesaikan perdebatan mengenai asal usul latar belakang ini cahaya inframerah di alam semesta, yang sebelumnya terdeteksi oleh Spitzer Space Telescope NASA: apakah itu berasal dari bintang yang dilucuti yang terlalu jauh untuk dilihat secara individual , atau dari galaksi pertama yang terbentuk di alam semesta. "Kami pikir cahaya itu berasal dari bintang-bintang yang tersebar ke angkasa selama tabrakan galaksi," kata Michael Zemcov dari California Institute of Technology di Pasadena dan NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL). "Sementara kita sebelumnya telah mengamati kasus di mana bintang-bintang terlempar dari galaksi dalam aliran pasang surut, pengukuran baru kami menyiratkan proses ini tersebar luas." Menggunakan roket suborbital terdengar, yang lebih kecil dari mereka yang membawa satelit ke luar angkasa dan cocok untuk percobaan singkat, CIBER ditangkap gambar dari latar belakang inframerah kosmis pada dua panjang gelombang inframerah lebih pendek daripada yang terlihat oleh Spitzer. Karena atmosfer kita sendiri bersinar terang pada panjang gelombang tertentu dari cahaya, pengukuran hanya dapat dilakukan dari ruang angkasa. "Ini luar biasa menarik untuk seperti NASA roket kecil untuk membuat penemuan besar seperti itu," kata Mike Garcia dari kantor pusat NASA. "roket merupakan elemen penting dalam kotak peralatan kami, seimbang antara misi kecil ke besar." Selama penerbangan CIBER, kamera memulai ke ruang angkasa dan kemudian mengambil gambar selama sekitar tujuh menit sebelum mengirimkan data kembali ke Bumi. Saat keluar gambar bintang terang dan galaksi, dengan hati-hati para ilmuan mengesampingkan cahaya yang datang dari sumber-sumber lokal lainnya, seperti Bima Sakti kita. Apa yang tersisa adalah peta yang menunjukkan fluktuasi di latar belakang cahaya inframerah yang tersisa, dengan bercak-bercak yang jauh lebih besar dari galaksi individu. Kecerahan fluktuasi ini memungkinkan para ilmuwan untuk mengukur jumlah cahaya latar belakang. Untuk yang mengejutkan tim CIBER, peta mengungkapkan kelebihan dramatis cahaya di luar apa yang berasal dari galaksi. Data menunjukkan bahwa latar belakang cahaya inframerah ini memiliki spektrum biru, yang berarti meningkatkan kecerahan pada panjang gelombang yang lebih pendek. Ini adalah bukti cahaya berasal dari populasi yang sebelumnya tidak terdeteksi dari bintang antar galaksi. Cahaya dari galaksi pertama akan memberikan spektrum warna yang lebih merah dari apa yang dilihat. "Cahaya yang terlihat terlalu terang dan terlalu biru datang dari generasi pertama galaksi," kata James Bock dari Caltech dan JPL. "Penjelasan paling sederhana, pengukuran yang terbaik menjelaskan, bahwa banyak bintang telah terlempar dari tempat kelahiranya di galaksi mereka, dan bahwa bintang-bintang yang dilucutit itu memancarkan rata-rata sekitar cahaya sebanyak galaksi itu sendiri." Percobaan berikutnya dapat menguji apakah bintang liar memang sumber kosmik cahaya inframerah. Jika bintang-bintang dilempar keluar dari galaksi induk mereka, mereka masih harus terletak di sekitar tempat yang sama. Tim CIBER bekerja pada pengukuran yang lebih baik menggunakan warna yang lebih inframerah untuk belajar bagaimana stripping bintang terjadi selama sejarah kosmik.

Kamera Rosetta menangkap tampilan baru 'atmosfer' komet



Gambar 67P komet / Churyumov-Gerasimenko dari kamera navigasi Rosetta, gambar ini telah diambil pada kondisi yang lebih gelap, di 'atmosfer' komet dalam beberapa hari terakhir dan tampilan terbaru adalah tidak terkecuali.

Ini mosaik dari empat gambar yang diambil pada tanggal 4 November dari jarak 31,8 km dari pusat komet.Rosetta mengorbit komet pada jarak yang lebih besar yang sedang mempersiapkan diri untuk melepaskan pendarat Philae pada tanggal 12 November.

Lobus lebih kecil dari komet, di mana Philae akan mendarat, berada di kanan bawah. Antara dua lobus aliran gas dapat dilihat melarikan diri dari inti komet.

Rosetta bergeser ke orbit yang lebih tinggi untuk mengirimkan pendarat Philae pada tanggal 12 November





Rosetta probe milik Badan Antariksa Eropa telah bergeser ke orbit yang lebih tinggi disekitar komet 67P / Churyumov-Gerasimenko dalam kesiapan untuk rilis pendarat Philae pada 12 November.



Dua pemecatan thruster minggu ini mengangkat orbit pesawat ruang angkasa dari 10 km untuk jarak sekitar 30 km dari pusat komet. Pertama pada hari selasa roket membakar bahan bakarnya selama 82 detik dan diikuti oleh pembakaran kedua selama 90 detik pada hari Jumat. Beberapa luka bakar tambahan untuk orbit menyempurnakan Rosetta yang mungkin akan dibutuhkan sebelum pendarat Philae dikirim.



Manuver menandai akhir dari orbit terdekat Rosetta di seluruh komet yang menjadi lebih aktif ketika bergerak lebih dekat ke Matahari

"Mulai sekarang, jarak paling dekat kita akan mencapai akan melalui flybys untuk menyediakan instrumen sains pada pengorbit tampilan terdekat di komet," kata ilmuwan misi Matt Taylor.



Sebelum bergerak menjauh dari komet, kamera navigasi Rosetta itu mengambil satu dekat lalu sampai terlihat dari hanya 7,7 km di atas permukaan. Gambar-gambar terbaru ini menunjukkan area yang luas dilapisi debu seperti tertutup salju gunung. ESA mengatakan ketidakstabilan debu dan aktivitas komet akhirnya dapat mengakibatkan longsoran.



Gambar terdekat komet 67P masih akan datang, ketika Philae turun menuju zona pendaratan pada lobus yang lebih kecil dari komet berbentuk aneh pada tanggal 12 November. Ini akan menjadi pertama kalinya sebuah roket telah berusaha untuk turun dengan lembut pada permukaan komet. Rosetta sudah menjadi misi pertama yang berhasil terbang bersama dan mengorbit komet.

Rosetta: sisi gelap dari komet



Sistem pencitraan ilmiah Rosetta OSIRIS telah melihat sekilas sisi selatan Comet 67P / Churyumov-Gerasimenko. Selama bulan-bulan terakhir, sisi ini telah terus-menerus jauh dari Matahari, sehingga mustahil untuk menentukan bentuk dan permukaan struktur. Hanya cahaya tersebar dari partikel debu koma komet sangat sedikit menerangi wilayah yang belum dipetakan ini.

Sejak The Euopean Ruang Badan (ESA) roket jarak Rosetta tiba di Comet 67P pada bulan Agustus, sistem kamera ilmiah OSIRIS telah memetakan sebagian besar permukaannya, mengungkapkan struktur menakjubkan seperti jurang yang curam, tebing yang tajam, dan banyak batu-batu.Sisi selatan Comet 67P, bagaimanapun, masih menjadi misteri. Sebagai komet sumbu rotasi tidak tegak lurus terhadap bidang orbitnya, tetapi dimiringkan, bagian permukaannya dapat di kali tetap dalam kegelapan total. Selama bulan-bulan terakhir, sisi selatan komet telah terlihat seperti malam kutub, sebanding dengan minggu gelap gulita di daerah kutub bumi.

Pada saat yang sama, sisi gelap komet berjanji untuk memegang kunci untuk pemahaman yang lebih baik dari kegiatan komet. "Selama perihelion, ketika komet datang dalam waktu kurang lebih 186 juta kilometer [116 juta mil] Matahari, sisi selatan komet menyala dan dengan demikian mengalami suhu sangat tinggi dan radiasi," kata OSIRIS Holger Sierks dari Max Planck Institute untuk Solar Sistem Penelitian di Jerman. Oleh karena itu para ilmuwan percaya sisi ini untuk dibentuk paling kuat oleh aktivitas komet."Kita hampir tidak bisa menunggu sampai Mei 2015 ketika malam kutub berakhir, dan akhirnya kita bisa melihat baik," kata Sierks.

Sampai saat itu, foto terbaru menawarkan rasa pertama dari apa yang akan datang. Dalam gambar ini, sinar matahari backscattered dari partikel debu koma komet menerangi sisi gelap komet, mengungkapkan sedikit struktur permukaan.

"Untuk kamera normal, ini sedikit minim cahaya, cahaya yang tersebar tidak akan membantu banyak," kata Maurizio Pajola dari Pusat Studi dan Aktivitas untuk Space di Universitas Padua di Italia yang pertama kali melihat gambar yang menakjubkan. Tidak seperti kamera standar yang mengkodekan informasi dalam 8 bit per pixel dan dengan demikian dapat membedakan antara 256 warna abu-abu, OSIRIS adalah 16-bit-kamera. Ini berarti bahwa satu gambar bisa terdiri jangkauan lebih dari 65.000 warna abu-abu - lebih dari sebuah dapat menampilkan monitor komputer standar. "Dengan cara ini, OSIRIS dapat melihat permukaan hitam yang lebih gelap daripada batu bara bersama-sama dengan bintik-bintik putih seterang salju di gambar yang sama," kata Pajola.

Para ilmuwan dari tim OSIRIS mengeksploitasi rentang dinamis tinggi ini tidak hanya untuk mengintip ke dalam kegelapan total kutub malam Comet 67P, tetapi juga untuk mengumpulkan informasi dari daerah yang hanya sementara berbayang dalam gambar tertentu.

Jets, gelembung, dan semburan cahaya di Taurus



NASA / ESA. Teleskop ruang angkasa Hubble telah bentak pemandangan mencolok dari sistem multi bintang yang disebut XZ Tauri, tetangganya HL Tauri, dan beberapa di dekatnya bintang-bintang muda. XZ Tauri bertiup gelembung panas gas ke ruang sekitarnya, yang dipenuhi dengan gumpalan cerah dan indah yang memancarkan angin kencang dan jet. Benda-benda ini menerangi wilayah tersebut, menciptakan suasana yang benar-benar dramatis.

Lanskap gelap dan tak menyenangkan ini terletak sekitar 450 tahun cahaya di konstelasi Taurus The Bull. Itu terletak di bagian timur laut dari, awan gelap besar yang dikenal sebagai LDN 1551.

Hanya di sebelah kiri pusat di gambar ini, tertanam dalam awan berwarna karat, terletak XZ Tauri.Meskipun tampaknya menjadi bintang tunggal, titik terang ini sebenarnya terdiri dari beberapa bintang. Telah lama dikenal sebagai biner, tapi salah satu dari dua bintang dianggap juga menjadi biner, membuat total tiga bintang dalam satu sistem.

Ini bukan pertama kalinya bahwa Hubble telah mengamati XZ Tauri. Antara tahun 1995 dan 2000, gelembung panas gas terlihat mengembang keluar dari sistem. Gelembung ini dapat dilihat sebagai lobus jeruk kecil dekat dengan kiri atas XZ Tauri. Gas ini mempercepat keluar dari sistem bintang, meninggalkan jejak yang mencakup puluhan miliar kilometer. Sebagai gelembung perjalanan, hits yang bergerak lebih lambat material, memicu pulsa cahaya dan beriak gelombang kejut.

Di atas dan di sebelah kanan XZ Tauri, kondisi yang sama juga sedang berlangsung. Gumpalan merah tua tampaknya akan melesat jauh dari rumpun biru-biruan di sebelah kanan. Patch biru cerah ini berisi bintang yang dikenal sebagai HL Tauri, yang berhubungan dengan objek Herbig-Haro objek HH 150. Herbig-Haro garis-garis gas panas meledak ke ruang angkasa oleh bayi baru lahir dan baru membentuk bintang, dan LDN 1551 sangat kaya ini benda yang dramatis.

Di bagian kanan bawah gambar Hubble ini merupakan salah satu objek Herbig-Haro dikenal sebagai HH 30 yang terkait dengan bintang variabel V1213 Tauri. Bintang itu sendiri tersembunyi di dalam flat, disk yang cerah debu yang terbelah dua oleh jalur gelap.Ini cahaya langsung blok debu dari V1213 Tauri, tapi bintang yang terlihat melalui cahaya yang dipantulkan dan jet rumit menonjol itu peledakan keluar ke angkasa.

Hubble sebelumnya melihat HH 30, bersama XZ Tauri, dengan Wide Field Planetary Camera 2 yang antara tahun 1995 dan 2000. Pengamatan digunakan untuk gambar dan mempelajari perubahan kecerahan disk dan kekuatan jet selama periode lima tahun. Medan magnet yang kuat V1213 Tauri ini membentuk jet dengan menyalurkan dan penggembalaan gas dari disk, mempercepat sepanjang kutub magnet bintang untuk membentuk dua balok sempit.

Sebuah versi dari gambar ini telah dimasukkan ke dalam Hubble Hidden Treasures pengolahan gambar persaingan dengan kontestan Judy Schmidt dan memenangkan hadiah ketiga.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Southern Observatory hari ini, pengamatan dari Atacama Large Millimeter / submillimeter Array mengungkapkan detil yang luar biasa baik dan tidak pernah dilihat sebelumnya Eropa di disk pembentuk planet di sekitar HL Tauri. Pengamatan baru merupakan langkah maju besar dalam pengamatan bagaimana protoplanet disk mengembangkan dan bagaimana planet terbentuk.

video ini lebih dari NASA / ESA Hubble Space Telescope pengamatan sistem bintang ganda XZ Tauri.

XZ Tauri bertiup gelembung panas gas ke ruang sekitarnya, yang dipenuhi dengan gumpalan cerah dan indah yang memancarkan angin kencang dan jet. Benda-benda ini menerangi wilayah tersebut, menciptakan adegan yang benar-benar dramatis.

Gambar kredit: ESA / Hubble dan NASA

Mars Curiosity rover menemukan kecocokan mineral



Bubuk batu kemerahan dari lubang pertama dibor ke gunung Mars oleh NASA Curiosity rover telah menghasilkan konfirmasi pertama misi dari mineral dipetakan dari orbit.

"Ini menghubungkan kita dengan identifikasi mineral dari orbit, yang sekarang dapat membantu membimbing penyelidikan kami saat kami mendaki lereng dan uji hipotesis berasal dari pemetaan orbital," kata John Grotzinger dari California Institute of Technology di Pasadena.

Curiosity mengumpulkan bubuk dengan pengeboran ke sebuah tonjolan batu di dasar Gunung Sharp akhir September. Lengan robot disampaikan sejumput sampel ke instrumen Kimia dan Mineralogi (Chemin) dalam rover. Sampel ini, dari target yang disebut "Keyakinan Hills" dalam "Pahrump Hills" singkapan, terdapat lebih hematit daripada batu atau tanah sampel sebelumnya dianalisis dengan Chemin selama misi dua tahun. Hematit merupakan mineral besi-oksida yang memberikan petunjuk tentang kondisi lingkungan kuno dari ketika terbentuk.

Dalam pengamatan dilaporkan pada tahun 2010, sebelum pemilihan lokasi pendaratan Curiosity, instrumen mineral-pemetaan di NASA Mars Reconnaissance Orbiter memberikan bukti dari hematit di unit geologi yang mencakup singkapan Pahrump Hills.Lokasi pendaratan di dalam Kawah Gale, dampak cekungan sekitar 96 mil (154 kilometer) dengan diameter dengan berlapis Gunung Tajam meningkat sekitar 3 mil (5 kilometer) tinggi di pusat.

"Kami telah mencapai bagian dari kawah di mana kita memiliki informasi mineralogi yang penting dalam pemilihan Kawah Gale sebagai lokasi pendaratan," kata Ralph Milliken dari Brown University di Providence, Rhode Island. "Kami sekarang pada jalur di mana data orbital dapat membantu kita memprediksi apa mineral akan kita temukan dan membuat pilihan yang baik tentang di mana untuk mengebor. Analisis seperti ini akan membantu kami menempatkan pengamatan bajak skala ke dalam sejarah geologi yang lebih luas dari Gale yang kita lihat dari data orbit. "

Sebagian besar tahun pertama Curiosity di Mars dihabiskan menyelidiki singkapan di daerah rendah Kawah Gale yang disebut "Yellowknife Bay," dekat tempat di mana rover mendarat. Rover menemukan danau purba. Rocks disana nenunjukan bukti kondisi lingkungan yang basah miliaran tahun yang lalu yang menawarkan bahan-bahan dan sumber energi yang menguntungkan bagi kehidupan mikroba, jika Mars pernah memiliki mikroba. Mineral lempung yang menarik di batu-batu di Yellowknife Bay belum terdeteksi dari orbit, mungkin karena lapisan debu yang mengganggu pandangan CRISM tentang mereka.

Hematit ditemukan di sampel pertama dari gunung menceritakan tentang kondisi lingkungan yang berbeda dari kondisi tercatat dalam batuan dari Yellowknife Bay. Bahan batu berinteraksi dengan air dan suasana menjadi lebih teroksidasi.

Batuan dianalisis sebelumnya juga mengandung mineral besi-oksida, sebagian besar magnetit. Salah satu cara untuk membentuk hematit adalah untuk menempatkan magnetit dalam kondisi oksidasi.Sampel terbaru memiliki sekitar 8 persen hematit dan 4 persen magnetit. Batu yang dibor di Yellowknife Bay dan dalam perjalanan ke Gunung Tajam berisi paling banyak sekitar 1 persen hematit dan jumlah yang jauh lebih tinggi dari magnetit.

"Ada lebih banyak oksidasi yang terlihat dalam sampel baru," kata David Vaniman dari Planetary Science Institute di Tucson, Arizona.

Sampel hanya sebagian dari seluruh batu yang teroksidasi, dan pelestarian magnetit dan olivin menunjukkan gradien tingkat oksidasi. Gradien yang bisa menyediakan sumber energi kimia untuk mikroba.

The Pahrump Hills singkapan mencakup beberapa lapisan menanjak dari lapisan terendah, di mana sampel diyakini Hills dibor. Lapisan bervariasi dalam tekstur dan juga dapat bervariasi dalam konsentrasi hematit dan mineral lainnya. Tim rover sekarang menggunakan Curiosity untuk survei singkapan dan menilai target mungkin untuk menutup pemeriksaan dan pengeboran.

Misi dapat menghabiskan beberapa minggu atau bulan di Pahrump Hills sebelum melanjutkan lebih jauh ke tumpukan lapisan geologi membentuk gunung Sharp. Mereka lapisan yang lebih tinggi termasuk band erosi tahan batuan yang lebih tinggi di Gunung Tajam dengan seperti tanda tangan orbital yang kuat dari hematit yang disebut "hematit Ridge." Target dibor di Pahrump Hills jauh lebih lembut dan lebih dalam terkikis dari Hematite Ridge.
Lain rover NASA Mars, Opportunity, membuat penemuan kunci dari spherules kaya hematit pada bagian yang berbeda dari Mars pada tahun 2004. Itu menemukan penting sebagai bukti sejarah direndam air yang menghasilkan orang-orang concretions mineral. Bentuk hematit di Pahrump Hills berbeda dan yang paling penting sebagai petunjuk tentang kondisi oksidasi. Banyak bukti lain di Kawah Gale memiliki bukti kehadiran air kuno di mars.

Lokasi pendaratan baru wahana Rosetta



Situs di mana pendarat Rosetta dijadwalkan mendarat di Comet 67P / Churyumov-Gerasimenko pada 12 November 2014 memiliki nama: Agilkia.

Lokasi pendaratan, sebelumnya dikenal sebagai "J Site," adalah nama untuk Agilkia Pulau di Sungai Nil di selatan Mesir. Sebuah kompleks bangunan Mesir Kuno, termasuk Kuil terkenal Isis, dipindahkan ke Agilkia dari pulau Philae ketika yang terakhir adalah banjir selama pembangunan bendungan aswan pada abad terakhir.

Nama itu dipilih oleh juri yang terdiri dari anggota Komite Pengarah Philae Lander sebagai bagian dari kompetisi publik yang dijalankan 16-22 Oktober oleh European Space Agency (ESA) dan badan-badan ruang Jerman, Perancis, dan Italia.

Agilkia adalah salah satu entri yang paling populer, itu diusulkan oleh lebih dari 150 peserta.Panitia memilih Alexandre Brouste dari Perancis sebagai juara umum. Sebagai hadiah, Mr. Brouste akan diundang untuk ESA Ruang Pusat Pengendalian Operasi di Darmstadt, Jerman, untuk mengikuti arahan hidup.

Meskipun mungkin tidak serumit menavigasi Rosetta dan Philae menuju komet, tugas memilih nama itu tidak berarti sederhana.Lebih dari 8.000 peserta dari 135 negara yang diterima dalam satu minggu, menunjukkan kreativitas yang besar dan keragaman budaya.
"Keputusan itu sangat sulit," kata Felix Huber dari DLR German Aerospace Center. "Kami menerima begitu banyak saran yang baik tentang bagaimana nama J Site, dan kami sangat senang dengan seperti tanggapan antusias dari seluruh dunia.Kami ingin berterima kasih kepada semua peserta untuk berbagi ide-ide besar mereka dengan kami. "

Peserta diusulkan nama dalam berbagai bahasa, baik kuno dan modern; beberapa bahkan dalam bahasa Esperanto. Ada juga beberapa akronim yang menarik, urutan penasaran digit, dan kata-kata onomatope.

Entri menutupi berbagai tema besar, dari konsep-konsep abstrak dengan nama-nama tempat di Bumi. Seperti entri menang, banyak saran menggemakan asal Mesir Rosetta dan Philae, bernama sebagai pengakuan atas tonggak dalam decoding hieroglif, sistem tulisan suci Mesir kuno.

Banyak nama tanggal kembali ke sejarah eksplorasi planet kita, sebagai orang-orang perjalanan ke yang tidak diketahui adalah nenek moyang alami Rosetta dan Philae. Nama-nama mitologi dari seluruh dunia juga diusulkan, termasuk dewa dan dewi air, kesuburan, kehidupan, dan penciptaan, yang berkaitan erat dengan tema dasar diselidiki oleh misi.
Nama lain diambil dari sejarah kuno dan prasejarah, sementara yang lain mengingat tonggak dalam sejarah ilmu pengetahuan, khususnya sejarah pemahaman kita tentang komet.

Kemajuan Zaman Space juga dihormati oleh banyak entri.Ada banyak referensi untuk fiksi ilmiah, merayakan karya Jules Verne, Arthur C. Clarke, dan Douglas Adams, antara lain.
Karakter fiksi dari film, acara televisi, sastra, dan karya musik juga diusulkan.Beberapa bahkan disebut astronot virtual Kerbal Ruang Program, permainan populer eksplorasi ruang angkasa online.

Beberapa entri mengakui misi Rosetta sebagai upaya dicapai melalui kerjasama dari banyak negara-negara Eropa, sementara yang lain disebut prestasi teknis dan ilmiah yang inovatif.

Dan, tentu saja, tidak ada kekurangan entri lebih lucu, banyak mengacu pada kemiripan inti komet ke bebek karet, kentang, atau bahkan anjing kartun Snoopy.
Tapi pilihan terakhir adalah Agilkia, yang adalah bagaimana lokasi pendaratan di komet akan disebut oleh ESA dan mitra misinya.

"Dan itu tidak bisa menjadi nama yang lebih tepat," kata Fred Jansen dari ESA."Relokasi kuil pulau Philae ke pulau Agilkia adalah upaya teknis ambisius yang dilakukan pada tahun 1960 dan 1970-an untuk melestarikan catatan arkeologi sejarah kuno kita.
"Dalam waktu delapan hari ', Philae akan diturunkan dari pengorbit ke Agilkia.Pada tanggal 12 November, kami akan mencoba pendaratan komet yang unik, bahkan lebih ambisius usaha untuk membuka rahasia asal usul kita yang paling terpencil. "

Rosetta akan merilis Philae pada 08:35 GMT / 09: 35 CET pada 12 November pada jarak 14 mil (22,5 kilometer) dari pusat komet, dengan arahan dijadwalkan sekitar tujuh jam kemudian di Agilkia.
Dengan mempertimbangkan waktu tempuh sinyal dari Rosetta pada 12 November, konfirmasi pendaratan diharapkan di Bumi pada sekitar pukul 16.00 GMT / 17: 00 CET.

Para ilmuwan menemukan planet bermassa rendah yang waktu orbitnya berubah ubah.



Yale astronom dan program Hunters Planet telah menemukan Planet bermassa rendah, dengan masalah ketepatan waktu orbit.

Planet baru, yang disebut PH3c, terletak 2.300 tahun cahaya dari Bumi dan memiliki suasana sarat dengan hidrogen dan helium.

Planet ini sulit dipahami dan hampir tidak terdeteksi. Hal ini karena PH3c memiliki waktu orbit yang sangat tidak konsisten dalam mengelilingi bintangnya, karena adanya pengaruh gravitasi planet lain.

"Di Bumi, efek ini sangat kecil, hanya pada skala satu detik atau lebih," kata Joseph Schmitt dari Yale University di New Haven, Connecticut. "Periode orbit PH3c berubah sebesar 10,5 jam hanya dalam 10 orbit."

Komputer otomatis yang mencari kurva cahaya bintang, mengidentifikasi dips biasa disebabkan oleh benda yang lewat di depan bintang.

Planet Hunters. Program, yang telah menemukan lebih dari 60 kandidat planet sejak 2010, enlists ilmuwan warga untuk memeriksa data survei dari pesawat ruang angkasa Kepler. Planet Hunters baru ini meluncurkan website baru dan misi ilmiah diperluas.

"Ini memanfaatkan dimensi manusia dari ilmu pengetahuan," kata Debra Fischer dari Yale. "Komputer tidak dapat menemukan yang tak terduga, tapi orang-orang bisa ketika mereka melihat data."

Lebih dari 300.000 relawan merupakan bagian dari Planet Hunters, yang dikoordinasi oleh Yale dan University of Oxford.Dirubah situs program akan memungkinkan Planet Hunters untuk menganalisis data lebih cepat dari sebelumnya, kata Fischer. Selain itu, Planet Hunters meluncurkan upaya untuk melihat apakah ada korelasi antara jenis bintang dan planet-planet yang terbentuk di sekitar mereka.

"Saya pikir kami akan mampu memberikan kontribusi beberapa ilmu yang benar-benar unik cara ini," kata Fischer.

Tidak hanya Planet Hunters tempat PH3c, tapi penemuan ini juga memungkinkan para astronom untuk lebih mencirikan dua planet lain - satu di setiap sisi PH3c.
Sebuah planet luar, PH3d, adalah sedikit lebih besar dan lebih berat dari Saturnus, misalnya. Sebuah planet batin, PH3b, mungkin memiliki komposisi berbatu seperti Bumi.
"Menemukan planet menengah adalah kunci untuk mengkonfirmasikan lain dan memungkinkan kita untuk menemukan massa mereka," kata Schmitt. "Periode orbit di planet luar juga sedikit berubah, sekitar 10 menit.Anda perlu melihat kedua planet 'mengubah periode orbit untuk mengetahui massa planet. Salah satu planet tidak memberikan informasi yang cukup. "

Ada juga aspek unik dari trio planet, Schmitt menambahkan.Tahun luar planet 1.91 kali lebih lama dari tahun planet tengah itu, dan tahun planet tengah adalah 1.91 kali lebih lama dari tahun planet batin.
"Kami tidak yakin apakah ini hanya kebetulan atau apakah ini mungkin memberitahu kita sesuatu tentang bagaimana planet terbentuk," kata Schmitt.

Studi baru : Bima Sakti terbentuk dari setengah materi gelap seperti apa yang dipikirkan para ilmuwan



Sebuah pengukuran baru dari materi gelap di Bima Sakti telah mengungkapkan ada setengah sebanyak bahan misterius seperti yang diduga sebelumnya.

Astronom Australia menggunakan metode yang dikembangkan hampir 100 tahun yang lalu untuk menemukan bahwa berat materi gelap di galaksi kita sendiri adalah 800000000000 (atau 8 x 1011)kali massa Matahari
Dan mereka meneliti tepi Bima Sakti, mencermati untuk pertama kalinya di pinggiran galaksi sekitar 3 juta triliun mil (5 juta triliun kilometer) dari Bumi.

Ahli astrofisika Prajwal Kafle dari University of Western Australia simpul dari Pusat Internasional untuk Radio Astronomy Research, mengatakan kami telah dikenal untuk sementara bahwa sebagian besar alam semesta tersembunyi.

"Bintang, debu, Anda dan saya, semua hal yang kita lihat, hanya membuat sekitar 4 persen dari seluruh alam semesta," katanya."Sekitar 25 persen adalah materi gelap, dan sisanya adalah energi gelap."
Kafle mampu mengukur massa dari materi gelap di Bima Sakti dengan mempelajari kecepatan bintang di seluruh galaksi, termasuk tepi, yang belum pernah dipelajari untuk detail ini sebelumnya.

Dia menggunakan teknik yang kuat yang dikembangkan oleh astronom Inggris James Jeans pada tahun 1915 - dekade sebelum penemuan materi gelap.

Pengukuran Kafle ini membantu memecahkan misteri yang telah menghantui ahli teori selama hampir dua dekade.

"Ide saat pembentukan galaksi dan evolusi, yang disebut lambda dingin teori materi gelap, memprediksi bahwa harus ada beberapa galaksi satelit besar di sekitar Bima Sakti yang terlihat dengan mata telanjang, tapi kami tidak melihat itu," kata Kafle. "Bila Anda menggunakan pengukuran kami dari massa materi gelap, teori ini memprediksikan bahwa seharusnya hanya ada tiga galaksi satelit di luar sana, yang persis apa yang kita lihat: Awan Magellan Besar, Kecil Magellanic Cloud, dan Sagitarius Dwarf Galaxy . "

University of Sydney astrofisikawan Profesor Geraint Lewis, yang juga terlibat dalam penelitian, mengatakan masalah satelit yang hilang "di sisi kosmologis selama hampir 15 tahun."

"Karya Dr Kafle telah menunjukkan bahwa hal itu mungkin tidak seburuk yang semua orang berpikir, meskipun ada masalah yang harus dihadapi diam," katanya.

Penelitian ini juga disajikan sebuah model holistik dari Bima Sakti, yang memungkinkan para ilmuwan untuk mengukur beberapa hal yang menarik seperti kecepatan yang diperlukan untuk meninggalkan galaksi.

"Bersiaplah untuk memukul 550 kilometer per detik [340 mil per detik] jika Anda ingin melarikan diri dari cengkeraman gravitasi galaksi kita," kata Kafle." Sebuah roket diluncurkan dari Bumi hanya membutuhkan 11 kilometer per detik [7 mil per detik] untuk meninggalkan permukaannya, yang sudah sekitar 300 kali lebih cepat dari batas kecepatan maksimum sebuah mobil !."