Galaksi Elips



Sistem pengelopokan hubble menggologkan galaksi elips di dasarkan pada tingkat kelonjonganya, terentang dari E0 yang menyatakan bentuk bulat hingga E7, yang memanjang yang berarti memiliki tingkat kelonjongan yang tinggi.



Galaksi galaksi tersebut memilike bentuk elipsoda, atau menunjukan penampakan elips.



Penampakan ini memiliki setruktur yang kecil dan juga memiliki ruang antar bintang (interstellar matter) yang juga relatif kecil.

pancaran Energi Lebih luar biasa dari nebula kepiting


Nebula Kepiting atau sering disebut juga Crab Nebula adalah salah satu sisa-sisa ledakan bintang (supernova) yang paling menarik perhatian para astronom. Supernova yang membentuk kabut indah itu ditemukan tahun 1968. Namun, baru-baru ini para peneliti menyadari bahwa supernova itu memancarkan sinar gama jauh lebih besar daripada yang dapat dijelaskan oleh model ilmiah saat ini.

.

Para pengamat bintang yang menggunakan rangkaian teleskop VERITAS di Observatorium Whipple, Arizona, AS, telah mendeteksi bahwa bintang pulsar neutron muda di pusatnya memiliki energi lebih dari 100 miliar elektron volt (100 GeV). Demikian ditulis tim internasional dalampaperyang dipublikasikan jurnalScience,7 Oktober 2011.

.

"Temuan ini memunculkan pandangan baru mengenai bagaimana mekanisme pancaran sinar gama terbentuk," ujar Nepomuk Otte, salah satu peneliti dari Universitas California, Santa Cruz.

.

Para ilmuwan sejak lama meyakini bahwa emisi pulsar dimunculkan oleh daya elektromagnetik yang terbentuk ketika sebuah medan magnet bintang yang berputar cepat menggerakkan partikel-partikel bermuatan sehingga ikut berputar mendekati kecepatan cahaya. Perputaran itu menghasilkan radiasi dalam berbagai spektrum.

.

Meski begitu, detail mekanisme tersebut masih misterius, dan para peneliti menyatakan bahwa temuan terbaru saat ini makin membuat mereka tidak mengerti bagaimana proses tersebut berlangsung.

.

"Setelah mengamati Nebula Kepiting bertahun-tahun, kami mengira bisa memecahkan teka-teki bagaimana pancaran gama dihasilkan. Model yang kami buat memprediksi emisi spektrumnya sekitar 10 GeV," kata David Williams, seorang ilmuwan fisika di Santa Cruz. "Namun, sungguh mengejutkan saat kami menemukan bahwa pancaran sinar gama itu memiliki energi di atas 100 GeV," lanjutnya.

.

Adapun bintang pulsar Kepiting terbentuk dari inti bintang raksasa yang meledak dalam supernova yang spektakuler tahun 1054. Ia menjadi pusat dari Nebula Kepiting yang merupakan kabut-kabut indah di alam semesta. Bintang pulsar yang relatif muda itu berputar dengan kecepatan 30 kali per detik dan menghasilkan medan magnet yang memancarkan radiasi.

Bintang Biner Aneh Yang Seharusnya Tidak Ada Di temukan


Astronom menemukan empat pasang bintang yang seharusnya tidak pernah ada di Galaksi Bimasakti. Keempat pasangan bintang itu mengorbit satu sama lain dengan jarak yang superdekat.

.

Bintang ditemukan lewat observasi dengan Kingdom Infrared Telescope (UKIRT) di Hawaii.

.

Dalam observasi, astronom memonitor cahaya ratusan ribu bintang dalam gelombang inframerah selama 5 tahun. Pengamatan difokuskan pada bintang katai merah, bintang yang jauh lebih kecil dan redup dibandingkan dengan Matahari. Jenis bintang melimpah, tetapi sulit diobservasi.

.

"Mengejutkan, kami menemukan beberapa bintang katai merah biner dengan waktu orbit lebih pendek dari lima jam, sesuatu yang sebelumnya dikatakan tidak mungkin," ungkap Bas Nefs, pimpinan peneliti dari Observatorium Leiden di Belanda, seperti dikutipSpace, Rabu (25/7/2012).

.

Bintang biner adalah dua bintang yang letaknya berdekatan, memiliki pusat massa sama dan mengorbit satu sama lain. Ilmuwan mengatakan, bintang biner yang ditemukan kali ini adalah bintang yang seharusnya tak mungkin eksis karena jarak satu sama lain terlalu dekat.

.

Teori yang berkembang berdasarkan penelitian selama 3 dekade menyebutkan bahwa waktu orbit bintang biner tak bisa kurang dari 5 jam. Sementara, waktu orbit bintang biner yang ditemukan kali ini berjarak 4 jam.

.

Jadi, jarak antarkeduanya sangat dekat. Para astronom mempercayai, bintang yang berjarak dekat satu sama lain cenderung akan melebur menjadi satu membentuk bintang yang lebih besar.

.

Astronom memperkirakan, pada masa awalnya, bintang biner ini menyusut, yang mengindikasikan bahwa orbit bintang ini menyusut. Meski demikian, belum diketahui sebab penyusutan tersebut. Salah satu sebab yang mungkin terjadi adalah bintang biner itu sangat aktif.

.

Saat bintang mulai bergerak mendekat satu sama lain, garis medan magnet terdeformasi. Gaya magnetik memperlambat gerak bintang, memungkinkannya bergerak lebih dekat lagi.

.

Hasil studi ini dipublikasikan diMonthly Notices of the Royal Astronomical Society.

.

SUMBER : WWW.COMPAS.COM

Galaksi Kerdil : Predator Angkasa



.

Untuk pertama kalinya, astronom berhasil menangkap gambar dengan detail sebuah galaksi kerdil yang sedang memakan galaksi lebih kecil di dekatnya.

.

Galaksi kerdil kanibal yang sedang memakan galaksi lain itu bernama NGC 4449. Galaksi tersebut berjarak sekitar 12,5 juta tahun cahaya dari Bumi.

.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature, Kamis (9/2/2012), menyatakan bahwa NGC 4449 memiliki galaksi sahabat yang lebih kecil bernama NGC 4449B.

.

Aaron Romanowsky dari Universitas California Santa Cruz dan rekannya melakukan penelitian lanjutan untuk merekam citra lebih detail dari NGC 4449 dan lingkungan sekitarnya.

.

Tim internasional, terdiri dari David Martinez-Delgado dari Max Planck Intitute for Astronomy di Jerman serta seorang astronom amatir Jay Gabani, terlibat dalam penelitian ini.

.

Riset dilakukan di Observatorium Blackbird di New Mexico Amerika Serikat serta dengan Subaru Telescope di Hawaii. Hasil riset menunjukkan bahwa NGC 4449 tengah memakan galaksi sahabatnya.

.

"Kami mendapatkan citra fantastis dimana kita bisa melihat bintang di galaksi yang ditelan oleh galaksi lain yang lebih besar," ungkap Romanowsky seperti dikutip National Geographic, Jumat (10/2/2012).

.

Astronom mengetahui bahwa sebuah galaksi sedang dimakan karena adanya aliran bintang di sekitar NGC 4449. Aliran bintang ialah bintang pengorbit galaksi kerdil yang terlempar jauh dari orbitnya.

.

Citra menunjukkan dengan jelas bahwa ada banyak bintang yang ada di galaksi yang lebih besar. Ini menunjukkan bahwa galaksi yang lebih kecil tengah dimakan.

.

Penemuan ini mengkonfirmasi salah satu aspek dari teori pembentukan galaksi yang mengatakan bahwa galaksi dalam segala ukuran bisa mengkonsumsi satu sama lain.

.

"Galaksi yang lebih besar bisa memakan galaksi yang lebih kecil dan galaksi yang lebih kecil bisa memakan galaksi lain yang lebih kecil lagi," papar Romanovsky.

.

Penemuan juga menunjukkan bahwa NGC 4449 adalah area pembentukan bintang yang aktif. Galaksi kecil mengorbit galaksi besar dalam orbit elips, seperti komet mengorbit bintang.

.

Meski dua galaksi (yang memakan dan dimakan) terlalu sulit dilihat mata, astronom bisa memperkirakan bahwa kedua galaksi sebenarnya berukuran hampir sama. Galaksi yang lebih redup memiliki massa seperlima dari galaksi yang lebih terang.

.

Hasil penelitian ini telah diterima Astrophysical Journal dan akan segera dipublikasikan.

.

SUMBER: WWW.COMPAS.COM

Galaksi kerdil : kota kecil para bintang


Kebanyakan galaksi yang ada di jagat raya ini terlihat berukuran lebih kecil di banding galaksi bima sakti. Galaksi yang berukuran kecil di sebut galaksi kerdil atau dwarf galaxy. Galaksi ini memiliki ukuran seperseratus ukuran galaksi bima sakti, dan hanya terdiri dari beberapa miliar bintang.

.

Galaksi kerdil yang baru baru ini ditemukan "Ultra-compact" hanya berukuran 100 parsec / hampir 308 tahun cahaya. Banyak sekali galaksi kerdil yang mengorbit galaksi tunggal yang lebih besar. Galaksi kerdil mungkin juga berbentuk elips, sepiral, ataupun bahkan tak beraturan.

Planet terbesar di tata surya 'jupiter'

Yupiter atau Jupiter adalah planet terdekat kelima dari matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Jarak rata-rata antara Jupiter dan Matahari adalah 778,3 juta km. Jupiter adalah planet terbesar dan terberat dengan diameter ekuatornya 14.980 km dan memiliki massa 318 kali massa bumi. Periode rotasi planet ini adalah 9,8 jam, sedangkan periode revolusi adalah 11,86 tahun. Volume Jupiter 1.319 kai volume Bumi.
Struktur Dalam
Jupiter adalah salah satu dari empat raksasa gas, yaitu tidak terutama terdiri dari materi padat. Ini adalah planet terbesar di tata surya, memiliki diameter 142.984 km pada bagian khatulistiwa. Jupiter kerapatan, 1,326 g / cm ³, adalah tertinggi kedua dari planet gas raksasa, tetapi lebih rendah daripada salah satu dari empat planet terestrial.
Jupiter diperkirakan terdiri dari inti yang padat dengan campuran unsur-unsur, lapisan sekitarnya metalik hidrogen cair dengan beberapa helium, dan didominasi lapisan luar dari mol
Struktur Luar
Atas atmosfer Jupiter terdiri dari sekitar 88-92% 8-12% hidrogen dan helium oleh persen fraksi volume atau molekul gas (lihat tabel ke kanan). Karena atom helium memiliki sekitar empat kali lebih banyak massa sebagai atom hidrogen, perubahan komposisi ketika digambarkan dalam bentuk proporsi massa yang disumbangkan oleh atom yang berbeda. Dengan demikian atmosfer adalah sekitar 75% hidrogen dan 24% helium oleh massa, dengan sisa satu persen dari massa yang terdiri dari unsur-unsur lain. Interior mengandung bahan padat sehingga distribusi sekitar 71% hidrogen, 24% helium dan 5% unsur lainnya oleh massa. Suasana mengandung jumlah jejak metana, uap air, amonia, dan senyawa berbasis silikon. Ada juga bekas-bekas karbon, etana, hidrogen sulfida, neon, oksigen, Fosfina, dan belerang. Lapisan terluar atmosfer mengandung kristal amonia beku. Melalui inframerah dan ultraviolet pengukuran, jumlah jejak benzena dan hidrokarbon lain juga telah ditemukan.
Proporsi atmosfer hidrogen dan helium yang sangat dekat dengan komposisi teoritis purba nebula surya. Namun, neon di bagian atas atmosfer hanya terdiri dari 20 bagian per juta oleh massa, yang berjarak sekitar sepersepuluh yang melimpah seperti di Matahari. Helium juga habis, meskipun hanya untuk sekitar 80% dari komposisi helium Sun. Penipisan ini mungkin hasil presipitasi dari unsur-unsur tersebut ke dalam bagian dalam planet ini. kelimpahan dari berat inert gas di atmosfer Jupiter adalah sekitar dua sampai tiga kali lipat dari matahari.
Berdasarkan spektroskopi, Saturnus dianggap mirip dengan komposisi untuk Yupiter, tetapi raksasa gas lainnya Uranus dan Neptunus mempunyai relatif jauh lebih sedikit hidrogen dan helium. Namun, karena kurangnya masuk atmosfer probe, kualitas tinggi dalam jumlah melimpah unsur-unsur yang lebih berat yang tidak ada di luar planet-planet luar Jupiter.

Ciri-Ciri
NO JENIS HASIL
1 Nama Planet Yupiter
2 Kala Rotasi 9,8 Jam
3 Kala Revolusi 11,86 tahun
4 Atmosfer Hidrogen, Helium, Metana, Air, Etana, dsb
5 Satelit Alam (63) di antaranya Europa, Ganymede, Callisto
6 Jarak Di Matahari 778,3 Juta km
7 Diameter Planet 14.980 km.

Cincin Jupiter tak bisa kita nikmati menggunakan teleskop. Tidak seperti cincin Saturnus memang yang terlihat jelas dari Bumi dengan teleskop kecil sekalipun. Cincin Jupiter memiliki beberapa komponen antara lain cincin halo, cincin utama dan cincin gossamer.
Cincin Halo merupakan bagian terdalam berupa awan tebal yang berada pada jarak 92 000 km – 122 500 km dari inti Jupiter. Bagian halo ini mengalami peningkatan inklinasi akibat interaksi dengan bidang magnet Jupiter. Komponen berikutnya adalah cincin utama yang lebih tipis dan sempit berada pada jarak 122500 km – 128940 km dari pusat Jupiter dengan ketebalan 30 km dari atas ke bawah. Pada bagian ini terdapat juga partikel-partikel besar yang mengisi bagian cincinnya.
Komponen terakhir dari cincin Jupiter adalah cincin Gossamer yang redup dan terbagi atas dua bagian yakni Cincin Almathea (yang dekat ke Jupiter) dan Cincin Thebe. Cincin Almathea dimulai dari satelit Almathea ke bagian dalam Jupiter pada jarak 181000 km dan memiliki kecerlangan seragam. Sedangkan cincin Thebe yang berada di bagian terluar sampai dengan cincin Almathea berada pada jarak 222000 km dari Jupiter. Cincin ini lebih redup namun juga lebih tebal dibanding Cincin Almathea, namun jika dilihat dari citra resolusi tinggi yang diambil oleh Galileo, tepi atas dan bawah cincin Thebe akan terlihat lebih terang dibanding bagian pusatnya.
Cincin Jupiter memang redup jika dibandingkan dengan cincin Saturnus dan ia terbentuk dari materi yang gelap kemerah-merahan. Artinya, materi pembentuk cincin bukanlah es seperti di Saturnus melainkan batuan dan pecahan-pecahan debu. Citra yang diambil Voyager 2 menunjukan partikel pembentuk cincin sangatlah kecil dengan diameter hanya sekitar 10 mikrometer atau kurang dari itu.

Jasa Buat Blog dimywapblog. mudah, Murah, lengkap!

Apakah anda ingin membuat blog?.


Tapi kesulitan / malas mendesain blog.


Gak perlu pusing2! gunakan saja jasa pembuatan blog saya.


Banyak kelebihan dan fasilitasnya.


Kelebihannya



Harga terjangkau bahkan super murah, cuma Rp15.000 per blog.



Pilihan Subdomain yang beragam, seperti : {mywapblog.com, mwb.in, yu.tl, pun.bz, heck.in}



Paket hosting tanpa batas.



Pembayaran berupa pulsa ke nomor 082375758610.



Pembuatan yang cepat, max 3 hari setelah pulsa anda kirim.



Suport html dan bbcode.


Dll



Fasilitas


Template/css/theme blog yang seofriendly sangat disukai google.



Autoreadmore



Versi mobile dan deskop



Visitor counter / penghitung pengunjung



Recent post / artikel terkait.



Guestbook / buku tamu


Vasilitas berlangganan artikel.


Dll



Cara pemesanan blog.



Silahkan anda sms ke nomer ponsel ini (082375758610)

dengan format:



Nama lengkap anda


Alamat anda



nama blog yang anda inginkan.



Domain blog [mywapblog.com, mwb.in, yu.tl, pun.bz, heck.in]



Jumlah blog yang di pesan.

Kedutaan Umat Manusia Untuk Alien Di Luar Angkasa

Pioneer 11 adalah pesawat luar angkasa yang membawa misi meneliti Jupiter (misi Jupiter kedua setelah Pioneer 10) dan sistem tata surya luar serta misi pertama yang meneliti Saturnus serta cincin-cincin yang mengelilinginya.
Diluncurkan dari Cape Canaveral pada 6 April 1973, Pioneer 11 melintasi Jupiter dari jarak 34.000 km pada 4 Desember 1974 dan berhasil mengambil foto-foto Bintik Merah Raksasa. Pioneer 11 melintasi Saturnus dari jarak 21.000 km pada 1 September 1979 dan menemukan dua bulan baru serta mengirimkan foto-foto cincin planet tersebut ke Bumi. Misi Pioneer 11 diakhiri pada November 1995. Saat itu pesawat ini berada pada jarak 44,7 AU dari Matahari.
Pada tanggal 9 September, 2012, Pioneer 11 berjarak 86,005 AU dari Bumi dan 86,396 AU dari Matahari. Wahana ini melaju dengan kecepatan 11,376km/s (25.450mph) (relatif terhadap matahari) dan melesat sekitar 2.400 AU pertahun. Sinar matahari membutuhkan waktu 11,92jam untuk sampai kePioneer 11. Pioneer 11 sedang menuju ke arah konstelasi Scutum.
Seperti Pioneer 10, pesawat ini juga membawa serta Plakat Pioneer yang berisi pesan dari manusia. Jika pesawat ini ditemukan oleh makhluk luar angkasa, diharapkan bahwa plakat tersebut dapat memberitahukan asal usul pesawat ini kepada mereka. Pioneer 11 sedang menuju ke arah konstelasi Scutumdan diperkirakan akan melintas dekat bintang Lambda Aquilae (Al Thalimain) sekitar 4juta tahun kedepan.

Muslim dilarang keplanet mars

General Authority of Islamic Affairs and Endowment (GAIAE) di Uni Emrat Arab dikabarkan telah mengeluarkan fatwa yang melarang relawan Muslim untuk pergi ke Mars. Hal tersebut dilaporkan pada Rabu (19/2/2014).
Fatwa itu keluar dalam menanggapi misi ruang angkasa yang disebut Mars One yang bertujuan untuk membuat koloni manusia permanen di Mars pada tahun 2023.
“Perjalanan satu arah tersebut akan menimbulkan risiko nyata untuk kehidupan dan tidak bisa dibenarkan dalam Islam,” kata salah seorang anggota.
Sumber tersebut juga mengatakan ada kemungkinan bahwa seseorang yang melakukan perjalanan ke planet Mars mungkin tidak dapat tetap hidup di sana, dan lebih rentan terhadap kematian.
Membandingkan risiko seperti itu seperti melakukan bunuh diri, UEA menyatakan putusan bahwa tidak ada alasan yang benar bagi umat Islam untuk melakukan misi tersebut.
Karna jika dimars umat muslim tidak bisa melakukan ibadah solat 5 waktu.

Para Ilmuwan NASA Berencana Buat Tempat Terdingin Di Alam Semesta Di ISS


Peneliti NASA berencana untuk membuat tempat terdingin di alam semesta yang sudah di ketahui di dalam Stasiun Luar Angkasa Internasional. Perangkat, yang dikenal sebagai Cold Atom Lab, bisa menemukan bentuk-bentuk baru dari materi dan fenomena kuantum.
Dan walaupun masih dalam tahap perencanaan misi ini mungkin akan menjadi misi yang sangat bermanfaat bagi perkembangan pengetahuan dan tehnologi.

Kesatria Penjelajah Antariksa Milik India Telah Melakukan100 Hari Perjalanan Menuju Planet Mars


Pengendali misi di Indian Space Research Organization (ISRO) dengan bangga mengumumkan bahwa misi pertama mereka ke Planet Merah, yang dijuluki Mars Orbiter Mission (MOM) baru-baru ini menandai 100 hari di ruang angkasa dalam perjalanannya menuju Mars. Ambang batas itu dicapai pada 12 Februari 2014.
MOM adalah misi pertama yang pernah dikembangkan oleh ISRO untuk menjelajahi planet lain. Pengorbit itu diluncurkan ke luar angkasa pada tanggal 5 November 2013, dengan menumpang sebuah sistem pengiriman PSLV-XL . Misi tersebut berangkat dari LaunchPad Pertama di Satish Dhawan Space Centredi provinsi Andhra Pradesh.
Roket PSLV (Polar Satellite Launch Vehicle) berhasil memarkir MOM diorbit Bumi untuk beberapa minggu, sebelum wahana itu berangkat ke Planet Merah. Wahana yang memiliki berat 1.350kilogram (2.980pon) ini diperkirakan tiba di planet Mars tanggal 24 September2014.
Tujuan utama dari misi MOM adalah untuk mempelajari atmosfer Mars dan mencari tanda-tanda metana. Bahan kimia ini telah diidentifikasi oleh pengorbit Mars sebelumnya namun, para peneliti masih tidak yakin apa yang memproduksinya.
Menurut para ilmuwan, Planet Merah memiliki lebih banyak metana dari yang seharusnya, yang menunjukkan bahwa setidaknya ada beberapa sumber yang memproduksinya. Sumber-sumber ini dapat berupa alam atau biologis, dan itu sangat menarik bagi para ilmuwan.
MOM sejauh ini telah melakukan perjalanan sekitar 16juta kilometer (10juta mil), sehingga sinyal radio membutuhkan waktu sekitar 55 detik untuk mencapainya. Saat ini ada lima instrumen buatan India yang dibawa wahana ini, dengan berat sekitar 15kilogram (33pon).
Hebat banget ya india seandainya indonesia juga seperti itu.

Hubble Berhasil Mengabadikan Gambar Gugus Bola Terzan 7


Ini adalah citra Gugus Bola Terzan 7 (bola padat bintang yang terikat bersama dengan gravitasi) . Objek ini dinamai dari nama penemunya Agop Terzan.
Objek ini berjarak sekitar 75 ribu tahun cahaya dari Bumi dan terletak di sisi lain (sisi sebelah) Bima sakti kita.Objek ini adalah gugus bintang yang aneh,tidak seperti gugus bintang lain yang sering diamati sehingga Terzan 7 sangat menarik perhatian astronom.
Bukti menunjukkan bahwa Terzan 7 dulunya milik sebuah galaksi kecil yang disebut Sagittarius Dwarf Galaxy, galaksi kerdil yang ditemukan tahun 1994. Galaksi ini bertabrakan dan diserap oleh Bima Sakti yang berukuran raksasa di banding galaksi ini.Tampaknya Gugus Bintang ini di culik dari rumahnya dan sekarang menjadi bagian Bima Sakti.
Para astronom baru-baru ini menemukan bahwa semua bintang diTerzan 7 lahir disekitar waktu yang sama, dan berusiasekitar delapan miliartahun.Iniluar biasamudauntuk clustertersebut.Berbagi ulang tahun yang sama jarang terjadi.Sejumlah besargugus bola,baikdi Bima Saktidangalaksi lain,tampaknya memilikisetidaknyadua generasi bintang yang secara jelas dibedakan olehbintangyang lahirpada waktu yang berbeda.
Beberapa penjelasanmenunjukkan bahwa adasesuatu yang berbedatentang clusteryang terbentukdalamgalaksi kerdil,memberi merekakomposisi yang berbeda.Penjelasan lainnyamenunjukkan bahwaclustersepertiTerzan7hanyamemiliki cukup materialuntuk membentuk 1 kelompok bintang atau mungkin keremajaan usia bintang ini yang mencegahnya untukmembentukbintang generasi lain.

Sebuah Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi


Sebuah asteroid yang bernama 2000 EM26 akan melintasi Bumi esok hari.Asteroid ini diperkirakan memiliki diameter sekitar 270 meter dan melesat dengan kecepatan27.000mph(12.37km/s), Kamera Luar Angkasa Slooh akan merekam jejaknya yang bisa disaksikan mulai Senin pukul 9 malam waktu AS atau esok Selasa (18/02/14) jam 9 pagi WIB.Jika anda berniat untuk melihat live streamingnya besok pagi,silahkan kunjungi situs berikut >> Slooh Cameraatau disini
Saat terdekatnya, Asteroid 2000 EM26 akan berada dalam 8,8 kali jarak Bulan ke Bumi. Asteroid yang tengah menuju Bumi tersebut tidak menimbulkan ancaman berarti Bumi. Namun ilmuwan terus berburu asteroid yang berpotensi berbahaya Bagi Bumi termasuk 2000 EM26.
“Kami terus mencari asteroid-asteroid yang secara potensial berbahaya ini yang kadang baru ditemukan beberapa hari sebelum mendekati Bumi,” jelas direktur teknik dan riset Slooh Paul Cox.
Apa yang dilakukan Slooh sejurus dengan penggunaan teleskop robotik yang mampu memonitor populasi besar batu di luar angkasa. Mereka perlu mengetahui aktivitas dan pergerakan yang dilakukan sebelum mendatangi Bumi.
2000 EM26 sendiri miliki lintas edar hampir setahun setelah mendekati dua objek dekat Bumi pada 13 Februari 2013. Pada saat itu ilmuwan mendapati asteroid 2012 DA14 berdiameter 30 meter yang miliki kemungkinan untuk meledak di atas Chelyabinsk, Rusia.
Pada kejadian tersebut mengakibatkan korban 1.000 orang cidera dan telah merusak ribuan gedung. Meski tak ada orang yang meninggal, asteroid lain dengan diameter 20 meter meledak di ketinggian 29 km di atas tanah yang hasilkan energi setara 20 bom atom.
“Sebuah asteroid yang sebelumnya tak dikenal dan tak tertemukan telah menabrak planet kita dan menyebabkan kerusakan atau cedera seabad lalu atau sekitar itu, sebagaimana kita lihat pada 20 Juni 1908 dan 15 Februari 2013,” lanjut Slooh.
Dia menyambungnya, Bumi seakan selalu beruntung. Setiap beberapa abad sebuah asteroid besar kerap mengantam Bumi. Namun untungnya selalu menghempas ke samudera atau di tanah yang tidak berpenghuni. Sebut saja Antartika.

Planet mars


Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari nama Dewa Yunani kuno untuk perang. Namun planet ini juga dikenal sebagai planet merah karena penampakannya yang kemerah-merahan.
Lingkungan Mars lebih bersahabat bagi kehidupan dibandingkan keadaan Planet Venus. Namun begitu, keadaannya tidak cukup ideal untuk manusia. Suhu udara yang cukup rendah dan tekanan udara yang rendah, ditambah dengan komposisi udara yang sebagian besar karbondioksida, menyebabkan manusia harus menggunakan alat bantu pernapasan jika ingin tinggal di sana. Misi-misi ke planet merah ini, sampai penghujung abad ke-20, belum menemukan jejak kehidupan di sana, meskipun yang amat sederhana.
Planet ini memiliki 2 buah satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Planet ini mengorbit selama 687 hari dalam mengelilingi matahari. Planet ini juga berotasi. Kala rotasinya 24,62 jam.
Dalam mitologi Yunani, Mars identik dengan dewa perang, yaitu Aries, putra dari Zeus dan Hera.
Di planet Mars, terdapat sebuah fitur unik di daerah Cydonia Mensae. Fitur ini merupakan sebuah perbukitan yang bila dilihat dari atas nampak sebagai sebuah wajah manusia. Banyak orang yang menganggapnya sebagai sebuah bukti dari peradaban yang telah lama musnah di Mars, walaupun di masa kini, telah terbukti bahwa fitur tersebut hanyalah sebuah kenampakan alam biasa.



Mars (1,5 SA) berukuran lebih keci dari bumi dan Venus (0,107 massa bumi). Planet ini memiliki atmosfer tipis yang kandungan utamanya adalah karbon dioksida. Permukaan Mars yang dipenuhi gunung berapi raksasa seperti Olympus Mons dan lembah retakan seperti Valles marineris, menunjukan aktivitas geologis yang terus terjadi sampai baru belakangan ini.
Warna merahnya berasal dari warna karat tanahnya yang kaya besi. Mars mempunyai dua satelit alami kecil (Deimos dan Phobos) yang diduga merupakan asteroid yang terjebak gravitasi Mars.

Mars, planet ke-4 dari Matahari, memiliki atmosfer yang berbeda dengan atmosfer Bumi . Terdapat banyak ketertarikan dalam meneliti komposisinya sejak ditemukannya kandungan kecil metana, yang dapat menandai kehidupan di Mars.

Venus


Venus adalah planet terdekat kedua dari matahari setelah planet Merkurius. Planet ini memiliki radius 6.052 km dan berevolusi dalam waktu 224,7 hari. Dan berotasi selama 249,0 hari. Planet ini tidak memiliki satelit alam seperti planet merkurius. Ukuran planet ini hampir sama dengan bumi jugu planet ini adalah yang paling dekat dengan bumi. Diameter venus adalah 108,2 Juta Km.
Seperti halnya merkurius planet ini juga dapat dilihat dengan mata telanjang, venus biasanya terlihat di sebelah timur sebelum matahari terbit, sehingga venus di sebut bintang timur atau bintang pagi. Kadang-kadang juga venus terlihat di sebelah barat sebelum matahari terbenam, sehingga venus dinamakan bintang senja, bintang barat, atau bintang kejora.
Arah rotasi Venus berlawanan dengan arah rotasi planet-planet lain yang ada di tatasurya kita ini. Selain itu, jangka waktu rotasi Venus lebih lama daripada jangka waktu revolusinya dalam mengelilingi matahari.

Planet venus sering di tutupi awan padat. Atmosfer venus terdiri dari Karbondioksida dan nitrogen. Temperatur permukaan venus sangat tinggi, yaitu 480°C, sehingga tidak mungkin ada air dalam wujud cair.

Kandungan atmosfernya yang pekat dengan CO2 menyebabkan suhu permukaannya sangat tinggi akibat efek rumah kaca. Atmosfer Venus tebal dan selalu diselubungi oleh awan. Pakar astrobiologi berspekulasi bahwa pada lapisan awan Venus termobakteri tertentu masih dapat melangsungkan kehidupan.

Merkurius planet terkecil di tata surya



Merkurius adalah planet terkecil di tata surya dan yang terdekat dari Matahari. Nama planet ini diambil dari nama dewa pengantar pesan jaman
Romawi kuno. Ia diberi nama tersebut karena pergerakannya di langit yang sangat cepat.
Dari Bumi, Merkurius hanya bisa diamati secara visual pada jarak maksimum 28,3 derajat dari Matahari. Artinya, planet ini hanya terlihat di langit timur sebelum Matahari terbit atau di barat setelah Matahari terbenam. Dengan jarak sudut sekecil itu, kita hanya memiliki waktu maksimum selama 1 jam 53 menit saja untuk mengamati planet ini, yaitu pada saat Merkurius mencapai elongasi maksimalnya. Jadi, kita tidak akan pernah bisa melihat Merkurius berada di zenith (lihat gambar di bawah). Planet ini mengalami dua konjungsi inferior dalam selang waktu 116 hari, sehingga kenampakannya secara bergantian di timur dan barat terjadi dalam selang waktu sekitar 60 hari. Karena kemunculannya yang bergantian itulah planet ini sempat diidentifikasi oleh masyarakat Yunani kuno sebagai 2 benda yang berbeda. Kala itu, Merkurius yang muncul di langit timur diberi nama Apollo dan yang muncul di langit barat diberi nama Hermes.


Keunikan Merkurius

Jika kita berada di Merkurius, kita dapat menyaksikan Matahari bergerak retrograde di langit. Di satu lokasi, setelah terbit di timur dan sebelum melintasi meridian, Matahari akan sedikit bergerak mundur, berhenti, lalu kembali bergerak ke barat hingga terbenam. Silakan lihat sendiri dengan menggunakan program simulasi langit (misalnya Stellarium). Penyebab gerak retrograde Matahari itu adalah karena saat itu laju sudut revolusi Merkurius menjadi sama dengan laju sudut rotasinya.
Merkurius mengelilingi Matahari selama 88 hari Bumi, sedangkan periode rotasinya adalah 58,7 hari Bumi. Kita bisa lihat bahwa perbandingan periode revolusi dan rotasinya adalah 2/3. Artinya, planet ini menyelesaikan 2 kali revolusinya dalam waktu yang bersamaan dengan 3 kali rotasi. Meskipun begitu, Merkurius membutuhkan 176 hari Bumi untuk mengalami sekali siang-malam. Berarti satu hari di Merkurius jauh lebih lama daripada satu tahunnya.


Hubungan antara periode rotasi dan revolusi tersebut (disebut juga dengan resonansi) adalah hal yang unik di tata surya. Resonansi yang umum terdapat di tata surya adalah 1:1. Artinya, periode rotasi sama dengan periode revolusi. Misalnya pada sistem Pluto dan Charon, yang keduanya memiliki periode rotasi yang sama dengan periode revolusi Charon terhadap Pluto. Akibatnya, Pluto dan Charon saling menunjukkan permukaan yang sama sepanjang waktu. Bulan juga memiliki resonansi rotasi-revolusi 1:1 karena periode rotasinya sama dengan periodenya mengelilingi Bumi, sehingga permukaan Bulan yang terlihat dari Bumi selalu tetap.


Ciri Fisik


Planet batuan ini hanya berdiameter sekitar 4800 km. Ukuran ini lebih kecil dari Ganymede dan Titan (2 satelit terbesar di tata surya) tetapi Merkurius masih lebih masif dari keduanya. Dengan kerapatan sebesar 5,43 g/cm^3, Merkurius pun menjadi benda dengan kerapatan tertinggi kedua di tata surya setelah Bumi. Bagian inti planet ini diketahui lebih dominan relatif
terhadap ukurannya, mencapai 42% dari volume total dengan radius 1800 km.
Eksentrisitas orbit Merkurius adalah yang paling besar di antara semua planet, yaitu 0,21. Jaraknya dari Matahari antara 46 juta km hingga 70 juta km. Sementara jaraknya dari Bumi bervariasi antara 77 juta km dan 222 juta km dan kecerlangannya berkisar antara -2,3 (lebih terang daripada bintang Sirius) dan 5,7.
Inklinasi orbit Merkurius terhadap ekliptika adalah 7 derajat. Sudut kemiringan sumbu rotasinya terhadap sumbu revolusi mendekati nol, sekitar 0,027 derajat. Masih lebih kecil dari Jupiter yang sebesar 3,1 derajat. Dengan sudut sekecil itu, tidak ada 4 musim di Merkurius belahan utara dan selatan. Temperatur di permukaannya bervariasi antara 80 – 700 K.

Satelit Kosmos-1220 Milik Rusia Diprediksi Akan Jatuh Ke Bumi



Satelit Rusia diprediksi akan menghantam Bumi Ahad (16/2).

Satelit ini merupakan bagian dari sistem penargetan rudal angkatan laut Soviet, diluncurkan keorbit pada bulan November1980 dari Kazakhstan. Misinya berakhir pada tahun 1982.

Pada Oktober 2013, lebih dari 800 puing-puig mengambang di sekitar orbit Bumi dan menjadi ancaman potensial bagi Stasiun Luar Angkasa Internasional. Dari jumlah tersebut, 10% berasal dari pesawat ruang angkasa, baik fungsional maupun non-operasional, lainnya adalah badan roket, dan sisanya puing-puing lain-lain. Berat puing tersebut ada yang mencapai beberapa ton.

Jatuhnya satelit tersebut menimbulkan kekhawatiran karena siapa tahu jatuhnya di wilayah padat penduduk,walaupun beberapa ahli memprediksikan bahwa objek itu akan jatuh di Samudra Pasifik.

Cara Selamatkan Bumi Dari Ancaman Asteroid



Ancaman serangan astroid memang sangat serius. Untuk itu peneliti berpikir cara yang digunakan juga harus setara. Menggunakan kekuatan yang sangat besar.

"Kami memiliki solusi menggunakan konsep dasar kami yang dapat mengurangi ancaman asteroid, dengan berbagai peringatan," ujar Bong Wie, peneliti Iowa State University dalam temu Konsep Kemajuan Inovasi NASA (NIAC) di Stanford University.

Dalam presentasinya, Wie menyoroti ancaman asteroid jelas begitu nyata. Ia menggambarkan dashyatnya serangan asteroid tergambar setahun lalu, saat asteroid membelah langit Chelyabinsk, Rusia. Menghasilkan ledakan, menggetarkan bangunan sekitar, memecahkan kaca serta melukai beberapa warga.

"Beberapa tahun lalu, saya harus mencontohkan dahsyatnya asteroid dengan contoh dinosaurus. Kita jelas tahu dari peristiwa setahun lalu itu," kata dia. Wie mengatakan, idealnya, batu antariksa berbahaya akan terdeteksi satu dekade sebelum masuk ke lintasan Bumi. Dengan begitu, manusia dapat menyiapkan waktu untuk mengusir asteroid sebelum masuk ke lintasan bumi.

Namun nyatanya, sepanjang ini asteroid berbahaya muncul dalam waktu yang cepat. Meski terdeteksi radar, tapi waktunya hanya kurang dari setahun. Tentu kondisi ini membuat persiapan menangkalnya kurang maksimal. Oleh karena itu, Wie berpikir bom nuklir adalah solusi terbaik.

Wie bersama rekan-rekannya terus mengembangkan konsep pesawat antariksa yang disebut Hypervelocity Asteroid Intercept Vehicle (HAIV). Tim ini sudah membuat dua konsep pada 2011 dan 2012.

Nantinya pesawat ini akan bertemu dengan asteroid, kemudian mengirimkan penabrak kinetik dan mengirim asteroid untuk kemudian di evakuas ke jarak tertentu. Setelah itu, bom nuklir akan mengikuti dalam waktu sepermili detik untuk meledakkan batu antariksa itu.

Wie mengakui, beberapa fragmen asteroid dari ledakan itu mungkin masih akan mempengaruhi bumi. Tapi menurutnya, dampak itu bisa diminimalkan tergantung pada seberapa jauh ledakan dari bumi.

Ia menggambarkan, misalnya, asteroid sebesar 300 meter diledakkan pada lokasi yang jauh di luar medan gravitasi bumi dengan waktu peringatan 30 hari saja. Dalam simulasi komputer menunjukkan, kurang dari 0,1 persen asteroid yang dihancurkan tetap meluncur ke bumi. "Kita akan memiliki hujan meteor akut mungkin 100 kejadian meteor Rusia," ujar Wie mengingatkan.

Jika tak melakukan upaya apapun, manusia bisa terancam dengan kekuatan ledakan yang setara 150 ribu kali kekuatan bom atom Hiroshima. Ditambahkan, tim peneliti mengatakan konsep HAIV tidak akan berjalan sendirian. Akan ada dukungan dari Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS), sebuah sistem peringatan asteroid yang dipimpin Universitas Hawaii, dengan bantuan dana US$5 juta setara Rp58,8 miliar dari NASA.

Diperkirakan, jika sistem ini dapat beroperasi pada 2015, ATLAS harus mampu memberikan satu hari peringatan untuk serangan asteroid delapan meter, satu minggu peringatan untuk asteroid berukuran 45 meter dan tiga minggu peringatan untuk asteroid 140 meter.

Untuk mewujudkan misi ini memang butuh biaya yang sangat besar. Wie mengatakan setidaknya perlu US$500 juta setara Rp5,8 Triliun. "Bila sistem kami siap dibangun, diujicoba dan disebarkan dan diluncurkan setiap saat, maka kita telah memiliki solusi problem ini," ujar Wie.

Dibutuhkan Waktu Berapa Lama Untuk Mencapai Planet Mars?

Jika anda ingin ke Planet Mars,berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk sampai kesana?Jawabannyatergantung padabeberapa hal,mulai dariposisiplanet danteknologipesawat yang akanmembawa anda ke sana.Mari kita periksabeberapapoin yang paling penting.
Seberapa Jauh Mars?
Untukmenentukan berapalama waktu yang dibutuhkankeMars,pertama-tama kitaharus tahujarak antaradua planet.Marsadalahplanetkeempatdari Mataharidanyang paling dekat kedua dari Bumi (planet terdekat dengan Bumi adalah Venus).Tapijarak antaraBumi dan Marsterus berubahsaat mereka melakukan perjalananmengelilingi matahari.
Secara teori,Mars dan Bumi akan berjarak paling dekat saat Marsberada pada titikterdekat denganMatahari(perihelion)dan Bumiberada pada posisi terjauhdari Matahari(aphelion).Fenomena ini memisahkan Bumi dan Mars hanya berjarak33.900.000mil (54.600.000kilometer).Namun hal ini belum pernah terjadi dalam sejarah.Pendekatanyang paling dekatdaridua planetiniterjadi pada tahun 2003,ketika mereka terpisah hanya34,8 jutamil (56 jutakm).
Jarak kedua planet ini akan berada pada posisi terjauh ketika mereka beradaposisi terjauhdari matahari,di sisi saling berlawanan Matahari.Pada titik ini,merekabisa terjarak250 jutamil(401juta km).
Jarakrata-rata antaradua planetini adalah 140juta mil(225 jutakm).
Kecepatan Cahaya
Cahaya bergerak dengan kecepatansekitar186.282mil per detik(299.792kmper detik).Oleh karena itu,cahayamembutuhkanwaktu untukmencapai Mars(atau sebaliknya) sebagai berikut :
*.Jarak terdekat Bumi-Mars:942jam(39hari)
*.Jarak terjauh Bumi-Mars : 6944jam(289hari)
*.Jarak rata-rata Bumi-Mars :3.888jam(162hari)
Pesawat Tercepat Sejauh Ini
Pesawat ruang angkasatercepatsaat ini yang diluncurkan dariBumi adalah pesawat NASANewHorizons,yangsedang dalam perjalanan menujuPluto.Pada bulan Januari 2006,wahana inimeninggalkan Bumidengan kecepatan36.000mph(58.000kph).Waktu yang dibutuhkan wahana ini untuk mencapai Mars adalah sebagai berikut :
*.Jarak terdekat Bumi-Mars:942jam(39hari)
*.Jarak terjauh Bumi-Mars : 6944jam(289hari)
*.Jarak rata-rata Bumi-Mars :3.888jam(162hari)
Hal-hal Rumit
Tentu saja,masalahdenganperhitungan sebelumnyaadalah merekamengukurjarak antaradua planetsebagaigaris lurus.Bepergian pada titikterjauhBumi danMars(aphelion)akan melibatkanperjalananlangsung melaluimatahari,sementarapesawat ruang angkasaharusmembutuhkan pergerakandisekitar orbit Matahari (masa pesawatnya harus masuk ke matahari terus tembus di sisi lainnya,pesawatnya harus menghidar atau memutarinya).

Ahirnya Terpecahkan Misteri Batu Aneh DiPlanet Mars

Para ilmuwantelah memecahkanmisteri batu "jelly doughnut" di Mars.
NASA Rover Opportunity melihat sebuah batu aneh di Marsyang tampakseperti donatpada tanggal 8 Januari.Empathari sebelumnya,batuitu tidak adadi tempat itu.Jadi bagaimanabatuitu muncul?Dilempar olehAlien?Atau dampakmeteoritterdekat?
Yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.Para ilmuwanyangbekerja sama denganrobotpemberaniitu baru sajamengkonfirmasi bahwabatu(yang disebutPinnacleIsland)itu hanyaditendangoleh salah saturodaOpportunity saat ia membuat jalan dipermukaan planet Mars.
"Ketikakami pindahkanOpportunity padajarak yang cukup dekat,setelah memeriksaPinnacleIsland,kita bisa melihatsecara langsungsebuahbatuterbalikyang sama yang memilikipenampilan yang tidak biasa,"kata wakilpenyidik​​OpportunityRayArvidson,dariWashingtonUniversity di StLouis,mengatakan dalam sebuah pernyataan."Kami melajudi atasnya.Kita bisa melihattrek.DisitulahPinnacleIslandberasal."
Batu itumenimbulkansebuah masalah yang kontroversi di masyarakat bahkan sampai mengajukan gugatan terhadap NASA,yang mengatakan bahwaNASAgagalmenyelidikikemungkinanjamuryang tumbuhdi Planet Merah.
Meskipun penelititahu tempatbatuitu berasal,ada beberapa aspekanehlain darikisahPinnacleIsland.Menggunakan alatOpportunity, para ilmuwantelah menemukan bahwabatu itu mengandungsulfurdanmangandalamtingkat yang sangat tinggi.Keduaelemen-elemenini larut dalam airyang menunjukkan bahwamerekaterkonsentrasidi batukarena "tindakanair,"kata para pejabatNASA.
"Ini mungkinterjaditepat di bawah permukaanyang relatif baruatau mungkintelahterjadilebih dalamdi bawah tanah yang kemudian,secara kebetulan erosi melucuti material diatasnyadan membuatnyadapat diakses olehroda kami,"kataArvidson.
Batu ituterletak disebuah tempat di"MurrayRidge"di sepanjangdindingkawah Endeavourdi manaOpportunitymenghabiskanmusim dinginnya di Mars.Sekarangroverini melakukanpemeriksaanlebih lanjut batu PinnacleIsland.
Opportunitytelah menjelajahiMarssejak tahun 2004,mendaratdi Planet Merahbeberapa minggu setelahkembarannya,Spiritmendaratdi permukaan Mars.Keduaroversini ditugaskandalam misi90-hari,tetapiSpirithanyamengumpulkan datasampai tahun 2010danOpportunitymasihberaksi sampai sekarang.

Satelit Penjelajah Cassini Spacecraft Memperoleh Pemandangan Terbaik Saturnus


pesawat ruang angkasa Cassini telah memperoleh film-resolusi tertinggi namun dari aliran jet enam-sisi yang unik, yang dikenal sebagai segi enam, sekitar Saturnus kutub utara. Ini adalah film pertama segi enam dari jenisnya, dengan menggunakan filter warna, dan yang pertama untuk menunjukkan tampilan lengkap atas Saturnus turun ke sekitar 70 derajat lintang. Yang mencakup sekitar 20.000 mil (30.000 kilometer) di seluruh, segi enam adalah aliran jet bergelombang angin 200 mil per jam (sekitar 322 kilometer per jam) dengan besar, berputar badai di pusat. Tidak ada fitur cuaca persis, konsisten seperti ini di tempat lain di tata surya. "Heksagon adalah hanya arus udara, dan fitur cuaca di luar sana yang berbagi kesamaan dengan ini terkenal bergolak dan tidak stabil," kata Andrew Ingersoll, anggota tim pencitraan Cassini di California Institute of Technology di Pasadena. "Sebuah badai di Bumi biasanya berlangsung seminggu, tapi ini telah di sini selama beberapa dekade - dan siapa tahu -. Mungkin berabad-abad"
Pola cuaca di Bumi terganggu ketika mereka menghadapi gesekan dari bentang alam atau es. Para ilmuwan menduga stabilitas segi enam memiliki sesuatu untuk dilakukan dengan kurangnya bentang alam padat di Saturnus, yang pada dasarnya adalah sebuah bola raksasa gas. Lebih baik dilihat dari segi enam yang tersedia sekarang karena matahari mulai menerangi interior pada akhir 2012. Cassini menangkap gambar dari segi enam selama rentang waktu 10 jam dengan kamera resolusi tinggi, memberikan para ilmuwan baik melihat gerakan struktur awan dalam. Mereka melihat badai di sekitar tiang, serta vortisitas kecil berputar ke arah yang berlawanan dari segi enam. Beberapa vortisitas menyapu bersama dengan aliran jet seolah-olah di arena pacuan kuda. Yang terbesar dari vortisitas ini mencakup sekitar 2.200 mil (3.500 kilometer), atau sekitar dua kali ukuran dari badai terbesar yang tercatat di Bumi.
Para ilmuwan menganalisis gambar-gambar dalam warna palsu, metode render yang membuatnya lebih mudah untuk membedakan perbedaan antara jenis partikel tersuspensi di atmosfer - partikel yang relatif kecil yang membentuk kabut - dalam dan di luar segi enam. "Di dalam segi enam, ada partikel kabut besar lebih sedikit dan konsentrasi partikel kabut kecil, sementara di luar segi enam, sebaliknya adalah benar," kata Kunio Sayanagi, tim pencitraan Cassini asosiasi di Hampton University di Virginia. "Aliran jet heksagonal bertindak seperti penghalang, yang menghasilkan sesuatu seperti lubang ozon Antartika Bumi." Bentuk lubang ozon Antartika dalam suatu wilayah tertutup oleh aliran jet dengan kesamaan segi enam. Kondisi musim dingin memungkinkan proses kimia perusak ozon terjadi, dan aliran jet mencegah memasok ozon dari luar. Di Saturnus, aerosol besar tidak bisa menyeberang ke aliran jet heksagonal dari luar, dan partikel aerosol besar dibuat ketika matahari bersinar di atmosfer. Hanya baru-baru ini, dengan dimulainya musim semi utara Saturnus pada bulan Agustus 2009, apakah sinar matahari mulai memandikan belahan utara planet.

Medali Emas Olimpiade Musim Dingin Akan Di Beri Bonus Pecahan Meteorit

Siapapun yang naik podium sebagai juara pertama dalam ajang Olimpiade Musim Dingin di Sochi, Rusia pada Sabtu 15 Februari 2014, akan meraih medali yang tak ada duanya. Hanya di hari itu.

Bukan cuma medali emas, para pemenang akan mendapatkan sepotong batu yang jatuh dari angkasa. Sabtu besok adalah tepat setahun sejak asteroid kecil dekat Bumi menyelonong masuk atmosfer dan meledak di atas wilayah Chelyabinsk Oblast, Pegunungan Ural pada 15 Februari 2013.

Sebanyak 1.500 orang terluka. Gara-gara pecahan kaca gedung, mata sakit oleh kilatan cahaya, terbakar sinar ultraviolet. Dua orang bahkan luka parah, dan seorang lainnya patah tulang. Sementara, kerugian material akibat ledakan meteor diduga lebih dari 1 miliar rubel atau Rp 340 miliar.

Insiden tersebut adalah fenomena ledakan asteroid yang paling banyak disaksikan manusia dalam sejarah modern. Sekaligus obyek meteorit terbesar yang lolos masuk Bumi sejak tahun 1908 -- Tragedi Tunguska.

Batu angkasa di Chelyabinsk itu pecah menjadi ratusan, bahkan mungkin ribuan fragmen kecil, yang menghujani ladang yang tertutup salju di daerah itu. Pecahan yang lebih besar diangkat dari Danau Chebarkul. Dinamai Meteorit Chebarkul.

Selama tahun lalu, sebagian fragmen meteorit ditemukan, sebagian diserahkan ke laboratorium untuk dipelajari, museum, atau mendarat di tangan para kolektor. Sebagian lainnya memang disiapkan khusus untuk dijadikan medali. Sepuluh medali di antaranya akan diberikan pada mereka yang meraih emas di Olimpiade Sochi, di hari peringatan jatuhnya meteor di Chelyabinsk.

"Kami akan menyerahkan medali istimewa itu untuk para atlet yang mendapat emas pada hari itu (15 Februari 2014). Sebab, baik ledakan meteorit dan olimpiade adalah momentum global," kata Menteri Kebudayaan wilayah Chelyabinsk, Alexei Betekhtin, dalam pernyataan , 13 Februari 2014.

Total, ada 50 medali yang mengandung meteorit.

Calon penerima lainnya adalah komite olimpiade yang atletnya memenangkan emas Sabtu besok. Satu lainnya akan diberikan pada museum Chelyabinsk, satu untuk Sochi, dan sisanya ditawarkan ke kolektor.

Medali yang dibuat dari bahan emas dan perak menampilkan desain yang terinspirasi dari jejak jatuhnya meteor di danau beku -- yang menyebar lewat dunia maya. Potongan meteorit ditempelkan di lekukan kecil di tengahnya.

Medali meteorit itu tak akan menggantikan medali emas para atlet. Bahkan akan diberikan secara terpisah, tidak menjadi bagian dari upacara pemberian medali sesuai tradisi di atas podium.

Saat ini, fragmen kecil meteorit daru Chelyabinsk seberat 2-3 gram dihargai US$ 50 sampai US$ 75 atau Rp 598 ribu sampai Rp 898 ribu. Pecahan lebih besar -- antara 5 dan 10 gram -- laku US$ 200 atau Rp 2,39 juta bahkan lebih.

Robot Penjelajah Bulan Milik China

Dia hidup!...LaporankematianroverbulanChinapertama,Yutu,terlalu dilebih-lebihkan,menurutmedia pemerintahnegara itu.

Yutu,yangmengalamikerusakanmekanik seriusbulan lalu,kiniterjagadantampaknya telahselamatmelalui malamkeduabulan,kata kantor berita ChinaXinhua.

Para ilmuwandi Bumimasih mencobauntuk menentukanmasalahyang menyebabkankerusakan mekanisrover,tapiYutu(yang diterjemahkan menjadi"JadeRabbit")sekarang dapatmenerima sinyalnormal.

"Yututelahhidup kembali,"kataPeiZhaoyu,seorang perwakilanmisibulanmenurut laporan Xinhua."Sekarangroveritumasih hidup,dan kini mempunyaikesempatanuntuk diselamatkan,"kataPei,menurutXinhua.

Masalah mekanisYutuitumunculketikaroverakan memasukimalamkeduabulanpada akhir Januari.Kesalahan teknis secara spesifik tidak diketahui,namun, beberapaorang berspekulasi bahwadebu bulanmemblokirmekanismeJadeRabbituntuk berfungsi dengan baik.

Suhudapatbervariasi liardi bulan,danbeberapa ilmuwankhawatirbahwaYututidak akanmampu bertahandi suhu sangat dinginkarena masalahteknis ini.YuturoverdanChang'e3pendaratkeduanyabertenaga surya,tetapimembawa bateraibertenaga plutoniumsebagai penghangatuntuk menjaga keduawahana ini melaluimalamBulan yangkeras.

Satu haridi bulanberlangsungselama 28hariBumi.Pada siang hari,suhubisa naik mencapai212 derajatFahrenheit(100derajatCelsius).Saat malam,suhubisa turunhingga minus280derajatF(minus173derajatC).

Yutu sudah punya 300 ribu follower di Weibo -- yang merayakan kebangkitan kembali sang rover. "Yutu bangun untuk merayakan Festival Lentera yang akan dimulai Jumat," kata salah satu pengguna Weibo.

Setelah bangun dari tidurnya, Yutu langsung menyapa fansnya di Sina Weibo,twitter versi Cina.Dia berkata,"Hai,Apakah ada orang disana?"

Postingini sudah mendapat40.000komentar dalamdua jam,menurutXinhua.

Untuk Mengeksplorasi Planet Mars Amerika dan Prancis bekerjasama

Misi eksplorasi Planet Mars semakin menarik. Jika selama ini eksplorasi masih seputar permukaan planet, tak lama lagi akan menyasar bagian dalam alias "isi perut" Mars.

Pekan ini, pejabat antariksa Amerika Serikat dan Prancis telah menandatangani kesepakatan kerja sama misi pendaratan di Mars. Kesepakatan diwakili pejabat Badan Antariksa AS (NASA), Charles Bolden dan Presiden Pusat Studi Antariksa Nasional Prancis (CNES), Jean-Yves Le Gall.

Misi pendaratan yang dinamai InSight (Interior Exploration Using Seismic Investigations, Geodesy and Heat Transport), dijadwalkan meluncur pada 2016. Dalam waktu enam bulan kemudian, pesawat antariksa InSight ini akan mendarat di permukaan Mars.

Setelah mendarat, pesawat akan menghabiskan waktu dua tahun untuk mempelajari sisi luar perut Mars. Studi wilayah ini membantu peneliti bagaimana bangunan batu Mars.

"Kesepakatan anyar ini memperkuat kemitraan NASA dengan CNES dalam riset planet dan mengembangkan kolaborasi pada eksplorasi Mars lebih dari 20 tahun," jelas Charles Bolden.

Kolaborasi tersebut, kata Bolden, akan memberikan pemahaman bagi badan antariksa kedua negara, bagaimana pembentukan awal planet merah itu. "Juga akan membantu kami memahami lebih jauh bagaimana Bumi muncul," imbuhnya.Guna menjalankan misi perut Mars itu, pesawat dilengkapi instrumen geofisikal untuk mempelajari inti dalam, kerak serta aliran bagian dalam Mars.

Penelitian bagian ini juga membantu mengungkap apakah Mars memiliki inti cair atau keras, serta menjawab kenapa kerak Mars tak memiliki lempeng tektonik yang sama dengan Bumi.

Misi ini dipimpin Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California di bawah pengawasan peneliti utama, Bruce Banerdt. Sementara itu, CNES, kebagian membuat alat pendarat, instrumen Seismic Experiment for Interior Structure (SEIS), yang akan mengeksplorasi aktivitas tektonik dan dampak meteorit Mars.

Misi InSight menghabiskan biaya US$425 juta atau setara Rp5,1 triliun, belum termasuk kendaraan peluncur. Misi ini merupakan salah satu dari program Mars NASA. Sebelumnya, November 2013, NASA sudah meluncurkan misi Mars Atmosphere and Volatile EvolutioN (MAVEN) untuk mempelajari bagian atas atmosfer Mars.

Mengenal bintang 70 Virginis


70 Virginis adalah sebuah bintang katai kuning yang berjarak sekitar 59tahun cahaya di konstelasi Virgo.Bintang ini memiliki kecerahan agak luar biasa untuk jenis spektralnya dan mungkin baru mulai berkembang menjadi fasesubgiant.
Bintang ini memiliki sekitar 1,12 kali massa Matahari dan kecerahan sekitar 3,06 kali kecerahan Matahari.Suhu dipermukaannya diperkirakan sekitar 5770 K.Pada tahun 1996,sebuah exoplanet ditemukan di sistim 70Virginis yaitu planet 70virginis b.

Dalam Kurun 66 Ribu Tahun Kehidupan Di Bumi Pernah Punah

Peneliti geokimia Massachusetts Institute of Technology, AS mengungkapkan kehidupan di Bumi pernah hancur hanya dalam jangka 66 ribu tahun. Dalam kurun waktu itu, dia mengklaim 90 persen kehidupan punah.


Kesimpulan ini didapatkan setelah peneliti mempelajari kepunahan massal yang pernah melanda Bumi di masa lalu. Kepunahan massal Permian, disebutkan menjadi kepunahan terbesar yang pernah terjadi dalam 540 juta tahun terakhir.


Penulis utama studi ini, Seth Burgess, menjelaskan, kepunahan massal Permian menandai akhir periode geologi Permian sekitar 252 juta tahun lalu. Saat itu, lebih dari 96 persen kehidupan laut dan 70 persen spesies di daratan punah.


Kepunahan kehidupan ini lebih besar dibandingkan kepunahan pada masa akhir periode geologi Cretaceous, 66 juta tahun lalu, yang mana dinosaurus juga punah."Ini adalah salah satu titik kunci perubahan lintasan kehidupan di Bumi. Ini mengatur sisa evolusi," jelas Burgess.


Jejak kepunahan dahsyat Permian bisa dilihat dari sisa bebatuan di wilayah Meishan, China. Dalam sepuluh tahun terakhir, ratusan ahli ahli geologi mengumpulkan, menganalisis batuan Meishan sebelum, selama, dan setelah kepunahan Permian.


Peneliti mengatakan, analisis batuan di wilayah ini dapat membantu memahami peristiwa Permian itu. Peneliti menganalisis abu vulkanik yang terjalin dengan batuan laut Meishan, yang memiliki mineral kecil (zircon).Dengan teknik geokimia, peneliti dapat mengungkap usia jejak geologi tersebut.


Guna mendapatkan hasil maksimal, Burgess dan kolega penelitinya, mengukur dengan teknik karbon dating Zircon dengan melibatkan uranium. Cara ini untuk memancing perkiraan usia Zircon.


Alhasil, penanggalan menunjukkan kepunahan massal Permian terjadi mulai 251,941 juta tahun lalu (dengan kurang lebih 37 tibu tahun) dan berakhir pada 251,880 juta tahun lalu (kurang lebih 31 juta tahun).


Masa kepunahan itu menandai awal periode Triassic, era reptil purba, sekitar 252-200 juta tahun lalu. Penanggalan itu cocok dengan temuan fosil gigi Hindeodus parvus, makhluk yang mirip dengan belut.


Penyebab Kepunahan


Untuk musabab kepunahan massal itu, peneliti mendapatkan kondisi lingkungan saat kejadian itu. Studi menunjukkan terdapat peningkatan karbon dioksida secara tiba-tiba dan singkat pada batuan Permian.Penelitian sebelumnya mengatakan kepunahan didahului dengan peningkatan karbon dioksida.


"Ini mendahului kepunahan sampai 20 ribu tahun atau lebih dan kepunahan berlangsung 10 sampai 15 ribu tahun. Ini peristiwa yang sangat pendek," jelas Burgess.Dugaan penyebab kepunahan lain, suhu permukaan laut meningkat 10 derajat celsius selama periode mulainya kepunahan dan pada awal periode Triassic.


Kondisi itu dibarengi dengan kenaikan karbon dioksida secara tiba-tiba, yang mungkin membuat lautan semakin asam."Model usia presisi tinggi dan akurat memberi kita ukuran yang dapat dipercaya, memungkinkan kita dapat membandingkan semua hal yang mengawali kepunahan massal itu," imbuhnya.


Tim peneliti menerapkan teknik penanggalan yang sama untuk mengukur salah satu penyebab kepunahan Permian, yaitu batuan vulkanik dari Siberian Trap, curahan vulkanik terbesar di Bumi.


Temuan ini telah dipublikasikan di Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Niat NASA Melakukan Penambangan Di Bulan

Mengeksplorasi isi antariksa bukan perkara mudah dan murah. Lembaga sekelas Badan Antariksa AS (NASA) saja terpaksa harus menyiasati beban biaya eksplorasi antariksa yang sangat besar.
NASA bahkan harus sepintar mungkin menempuh alternatif lain untuk menghemat anggaran penambangan di Bulan.
Untuk itu, NASA membuka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan swasta untuk bergabung dalam eksplorasi sumber daya bernilai di Bulan, misalnya helium 3 maupun material metal Bumi langka. Sejauh ini, sudah masuk pengajuan kerja sama dari program Lunar Cargo Transportation and Landing by Soft Touchdown (Lunar CATALYST).
Menurut NASA, bermitra dengan perusahaan antariksa privat merupakan langkah pertama eksplorasi sumber daya berharga di Bulan.
Kolaborasi antarbadan antariksa itu disebutkan tak memerlukan klausul pertukaran dana sesuai aturan UU Antariksa dan Penerbangan Nasional AS. Artinya, pemerintah tidak akan secara langsung mendanai eksplorasi itu. Namun, NASA tetap didukung penuh pemerintah AS.
Pengajuan kolaboarasi ini paling lambat 17 Maret 2014, tapi masih belum jelas apakah pada tenggat itu NASA akan mengumumkan badan antariksa swasta yang berhak berkolaborasi dengannya.
Iniasitif kolaborasi ini terpaksa ditempuh NASA mengingat badan pemerintah AS itu tak punya dana berlimpah. Bahkan, NASA sempat menggelar kampanye pendanaan untuk menunjang misi penemuan algoritma asteroid. Kampanye ini diluncurkan dengan melibatkan Planetary Resources, perusahaan miliuner penambangan asteroid swasta.
Eksploitasi Bulan
Selain masalah anggaran, misi ini juga masih terbentur persoalan kepemilikan Bulan. Berdasarkan Pakta Antariksa Luar PBB Tahun 1967, negara-negara di dunia dilarang untuk mengklaim sebagai pemilik Bulan. Namun demikian, misi penambangan Bulan, yang mulai melibatkan badan antariksa swasta itu, telah memicu debat kepemilikan Bulan.
"Ada kasus serius untuk pengembangan hukum internasional pada area ini. Sebab Pakta 1967 itu tak mempertimbangkan seseorang (swasta) selain negara yang mampu mengeksplorasi Bulan," jelas Ian Crawford, profesor sains antariksa, Birkbeck College, Universitas London.
"Jelaslah hal itu kini menjadi tantangan bagi pengembangan pakta antariksa luar sampai badan swasta yang mungkin berharap boleh mengeksploitasi Bulan," tutur Crawford.

SETI : 2040 Mungkin Aliens Akan Ditemukan

Seorang ilmuwan yang fokus dalam pencarian makhluk asing atau populer dengan sebutan 'alien' mengungkapkan pernyataan yang cukup mengagetkan. Dia berpendapat, seperempat abad lagi, manusia di Bumi dapat menemukan dan berkomunikasi dengan alien.
Dia adalah Seth Shostak, seorang peneliti dari Institute SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence) yang berbasis di Mountain View, California.Shostak mengatakan, setidaknya pada tahun 2040 mendatang, astronom dapat memindai seluruh sistem bintang di ruang antariksa, sehingga mendukung pencarian alien dengan memanfaatkan sinyal elektromagnetik.
"Saya kira kita akan menemukan makhluk asing dalam dua puluh tahun ke depan menggunakan berbagai eksperimen," ujar Shostak dalam simposium NASA Innovative Advanced Concepts (NIAC) 2014 di Stanford University. Bahkan, dalam masa seperempat abad ke depan, kata Shostak, pencarian sistem bintang akan semakin terbuka. "Alih-alih untuk mencari ribuan sistem bintang, kita akan berpotensi mengenali jutaan sistem bintang," ujarnya optimis.
Keyakinan Shostak bukannya tak berdasar. Pengamatan teleskop antariksa pencarian planet milik NASA, Kepler, telah menunjukkan bahwa galaksi Bima Sakti merupakan tempat berkerumunnya planet-planet yang mendukung kehidupan.
"Yang perlu dicatat, satu dari lima bintang setidaknya memiliki satu planet yang kehidupannya mungkin bersemi," jelasnya. Artinya, dalam galaksi Bima Sakti terdapat setidaknya puluhan miliar planet mirip Bumi.
Bersama koleganya, Shostak berpikir, setidaknya beberapa planet merupakan pusat kehidupan alien. Makhluk asing itu diperkirakan telah mengembangkan kemampuan untuk mengirimkan sinyal elektromagnetik ke alam semesta.
Sejak 1960
Pencarian alien sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 1960 silam, yang diawali oleh astronom Frank Drake. Ia memindai dua bintang mirip matahari dengan antena seluas 26 meter di Virginia Barat. Upaya pencarian itu kemudian terus meningkat lebih dari setengah abad seriring perkembangan signifikan teknologi digital dan elektronik.
Sayangnya, ada tantangan dalam pencarian mahluk asing, yaitu dukungan dana yang tetap dibutuhkan secara konstan. Fasilitas Allen Telescope Array di California Utara sedianya dirancang menampung 350 piringan radio, namun nyatanya hanya terakomodasi 42 piringan saja.

Mengapa ada siang dan malam

Pergantian siang dan malam yang terjadi setiap hari disebabkan oleh dua hal utama. Pertama, karena sumber cahaya kuat di Tata Suryahanya ada satu, yaitu Matahari. Yang kedua adalah karena Bumiberputar pada porosnya.
Sejak Bumi terbentuk 4,5 milyar tahun yang lalu, selalu ada separuh bagian Bumi yang terpapar cahaya Matahari dan mengalami siang serta separuh lagi yang tidak dan mengalami malam. Namun karena Bumi berputar pada porosnya (disebut gerak rotasi), semua wilayah di Bumi jadi mengalami siang dan malam secara bergantian. Sebenarnya ada banyak bintang dan terkadang ada Bulan Purnamayang menerangi langit malam. Namun kondisinya tetaplah gelap karena cahaya seluruh benda langit tersebut tidaklah cukup kuat untuk mengubah malam hari menjadi terang benderang.
Bumi yang berotasi menyebabkan terjadinya siang dan malam. Gerak Bumi sebenarnya bukan hanya rotasi saja, tetapi ada satu gerak lagi yang disebut revolusi (gerak mengelilingi Matahari). Dalam mengelilingi Matahari, Bumi tidaklah berotasi dengan tegak melainkan sedikit miring (sekitar 23,5 derajat). Kemiringan tersebut menyebabkan tidak seluruh permukaan Bumi mendapatkan panjang siang dan malam yang sama dalam waktu satu tahun.
Pada satu saat, wilayah yang terletak jauh dari ekuator Bumi akan mengalami siang yang lebih panjang dari malamnya. Kemudian hal yang sebaliknya terjadi 6 bulan kemudian. Itulah mengapa negara-negara yang terletak jauh dari ekuator(misalnya Jerman, Amerika Serikat, dan Australia) memiliki empat musim dalam setahun, yaitu musim dingin, semi, panas, dan gugur. Berbeda halnya dengan di Indonesia yang hanya memiliki dua musim saja selama setahun, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Kemiringan sumbu rotasi Bumi menyebabkan empat musim di negara yang terletak jauh dari ekuator. Di bagian kutub-kutub Bumi bahkan terjadi hal yang lebih ekstrim. Siapapun yang tinggal di sana akan mengalami siang hari yang terjadi selama 6 bulan dan malam hari yang terjadi selama 6 bulan juga. Itulah mengapa di kutub sangat dingin dan ada banyak es. Jadi, sungguh menguntungkan karena kita tinggal di Indonesia yang berada di sekitar ekuator.

Sejak 15 Juta Tahun Setelah Big Bang Kehidupan Sudah Mulai Ada

Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa awal mula kehidupan sudah muncul hanya selang 15 juta tahun setelah Big Bang. Astrobiologis menemukan petunjuk bahwa selain pada zonaGoldilock(zona layak huni), eksoplanet (planet di luar tata surya) juga bisa mendukung kehidupan pada masa lalu saat alam semesta masih dihangatkan oleh sisa radiasi Big Bang, hal itu diungkapkan oleh astrofisikawan Harvard, Abraham Loeb. Sebagai perbandingan, kehidupan di Bumi sudah ada sejak 3,8 miliar tahun yang lalu saat umur Bumi baru 700 juta tahun.
Sesaat setela ledakan Big Bang, alam semesta menjadi tempat yang panas yang dipenuhi dengan plasma dan gas super panas yang secara bertahap mendingin. Berdasarkan data yang didapat teleskop Planck, sisa radiasi plasma yang disebut CMB (Cosmic Microwave Background)terdeteksi 389.000 tahun setelah Big Bang. Suhu alam semesta terus mendingin seiring dengan bertambah luasnya alam semesta.
Bintang-bintang yang terbentuk sesaat setelah Big Bang umumnya hanya terdiri dari unsur-unsur ringan seperti hidrogen dan helium saja. Sedangkan apakah beberapa saat setelah Big Bang ada planet berbatu yang terbentuk hal itu masih belum diketahui. Tapi Abraham Loeb mengatakan bahwa materi padat yang ada di awal alam semesta terbentuk bisa membentuk planet. Begitu pula dengan bintang berumur pendek yang gagal menjadi supernova, itu bisa membentuk planet juga.

Misteri Galaksi Raksasa di Awal Alam Semesta Mulai Terkuak


Telah lama menjadi pertanyaan para ilmuwan, bagaimana bisa di awal alam semesta terbentuk setelah Big Bang bisa muncul galaksi raksasa dengan ukuran yang sangat besar dan berisi miliaran bintang. Penelitian yang dilakukan diNiels Bohr Institutenampaknya mulai menemukan jawaban dari misteri itu.
Rata-rata sebuah galaksi raksasa seperti Bima Sakti membutuhkan waktu bermiliar-miliar tahun untuk tumbuh dan berkembang menjadi seperti sekarang ini. Namun anehnya ilmuwan menemukan galaksi raksasa yang muncul hanya 3 miliar tahun setelah dentuman Big Bang. Setelah dilakukan penelitian, ilmuwan mengatakan bahwa galaksi-galaksi tua raksasa itu mampu tumbuh begitu besar di awal usia alam semesta sebagai akibat dari penggabungan dengan galaksi-galaksi "tetangga" di sekitarnya sehingga menjadi lebih besar, ketika mereka bergabung lagi dengan galaksi lain, maka ukurannya menjadi lebih besar lagi. "Itulah mengapa sangat mengejutkan bahwa di awal usia alam semesta kita menemukan galaksi spiral dan galaksi elips yang besar. Yang mengejutkan lagi saat galaksi-galaksi itu masih berukuran kecil, mereka sudah memiliki begitu banyak bintang sehingga tingkat kepadatan bintang di dalamnya sangat tinggi mencapai 10 kali lipat," ungkap Sune Toft, ilmuwan dariNiels Bohr Institute.Galaksi elips berbeda dengan galaksi spiral. Pada galaksi spiral, pergerakan bintang dan gas berputar di sekitar pusat galaksi. Sedangkan pada galaksi elips, pergerakan bintang tidak menentu. Rata-rata galaksi raksasa di awal usia alam semesta merupakan galaksi yang "boros" bahan bakar. Galaksi tersebut memiliki tingkat kelahiran bintang yang tinggi sehingga bahan untuk pembentukkan bintang juga cepat habis. Galaksi yang memiliki kandungan gas yang banyak, setelah bergabung dengan galaksi lain gas tersbeut akan terdorong ke tengah dekat pusat galaksi kemudian dengan cepat terbentuk bintang-bintang baru sehingga begitu "boros". Setelah bahan pembentuk bintang seperti gas habis, maka galaksi itu berhenti membentuk bintang dan yang tersisa hanyalah bintang-bintang tua dan lama kelamaan galaksi itu akan mati.
Penemuan ini sangat membantu para astronom untuk lebih mendalami evolusi galaksi di awal alam semesta.

Gunung Sharp Mars Akan Mulai Di Daki Robot Curiosity


Sudah lebih dari satu tahun sejak Curiosity mendarat di Mars pada Agustus 2012, dan sudah lebih dari 4 km berjalan menjelajahi planet Mars dan kini tiba saatnya bagi robot seberat 1 ton itu untuk mendaki gunung Sharp(mount Sharp). Rute yang akan ditempuh Curiosity yakni melewati gurun pasir halus seperti yang tampak pada gambar di bawah dengan pertimbangan lebih mudah untuk dilalui dan dapat mengurangi tingkat keausan roda Curiosity karena sedikitnya batu dan kerikil di sana. Namun untuk kepastiannya tim JPL(Jet Propulsion Laboratory)sedang memeriksa apakah jalan yang akan dilalui tersebut aman dari hal-hal yang bisa membahayakan Curiosity. "Keputusan belum dibuat tapi sangat bijaksana jika kita memeriksanya," ungkap manajer proyek Curiosity, Jim Erickson.
Gurun pasir kecil atau yang disebut dengan Dingo Gap terdiri dari gundukan pasir setinggi lebih kurang 1 meter dan saat ini hanya berjarak 35 meter dari Curiosity. Setelah melewatiDingo Gap, Curiosity akan melakukan analisis rute untuk kemudian mulai melakukan pendakian sejauh 5 km dari dasar kawah Gale. Tujuan para ilmuwan mengarahkan Curiosity untuk medaki adalah untuk mengetahui sejauh mana kondisi planet Mars berubah dari waktu ke waktu. Sejauh ini Curiosity sudah menempuh perjalanan sejauh 4,89 km berbeda jauh dengan kakaknya yang sudah 10 tahun lebih dulu ada di Mars, Opportunity yang telah menempuh perjalanan sejauh 38,7 km.

Kecepatan Pembentukkan Bintang Pada Sebuah Galaksi dipengaruhi oleh sungai hidrogen

Astronom DJ Pisano dariWest Virginia Universitydengan menggunakan teleskopNational Science Foundation's Robert C. Byrd Green Bank(GBT) menemukan apa yang disebut dengan "sungai" atau aliran hidrogen yang mengalir di sekitar galaksi NGC 6946. Penemuan ini menjadi kunci dari jawaban pertanyaan bagaimana sebuah galaksi spiral menjaga kecepatan dalam pembentukan bintangnya. "Kita tahu bahwa bahan bakar untuk pembentukkan bintang haruslah datang dari suatu tempat. Sejauh ini kita hanya mendeteksi sekitar 10 persen dari jumlah bahan yang dibutuhkan dari beberapa galaksi yang telah kita observasi," ungkap Pisano. Teori yang terkenal tentang ini adalah bahwa "sungai" hidrogen yang disebut sebagai cold flow (arus dingin), membawa hidrogen sehingga menyerupai aliran sungai yang berjalan antar galaksi kemudian memicu terbentuknya bintang. Namun aliran hidrogen ini begitu samar dan menyebar sehingga agak sulit untuk dideteksi sampai saat ini. Pada galaksi Bima Sakti, kecepatan pembentukkan bintangnya cukup stabil, berbeda dengan galaksi NGC 6946 yang lebih aktif. Galaksi NGC 6946 terletak 22 juta tahun cahaya dari Bumi di perbatasan konstelasi Cepheus dan Cygnus. Dengan menggunakan teleskop GBT, Pisano dapat mendeteksi cahaya yang dipancarkan oleh gas hodrogen netral yang menghubungkan galaksi NGC 6946 dengan galaksi satelitnya yang lebih kecil. Lokasi dan Kemampuan teleskop GBT memungkinkan untuk mendeteksinya. Pisano percaya bahwa aliran filamen hidrogen ini berpengaruh pada evolusi galaksi.