Apa itu Supernova ?

apa itu supernova
Supernova adalah suatu ledakan dari bintang yang bermasa tinggi di galaksi yang memancarkan materi dan energi lebih banyak daripada nova(bintang baru). Peristiwa supernova ini menandai berakhirnya riwayat suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cemerlang dan bahkan kecemerlangannya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya semula bintang tersebut, beberapa minggu atau bulan sebelum suatu bintang mengalami supernova, bintang tersebut akan melepaskan energi yang setara dengan energi matahari yang dilepaskan matahari seumur hidupnya, ledakan ini meruntuhkan sebagian besar material bintang dengan kecepatan 30.000 km/s (10% kecepatan cahaya) dan melepaskan gelombang kejut yang mampu memusnahkan medium antarbintang.
Ada beberapa jenis supernova. Tipe I dan II bisa dipicu dengan satu dari dua cara, baik menghentikan atau mengaktifkan produksi energi melalui fusi nuklir. Setelah inti bintang yang sudah tua berhenti menghasilkan energi, maka bintang tersebut akan mengalami keruntuhan gravitasi secara tiba-tiba menjadi lubang hitam atau bintang neutron, dan melepaskan energi potensial gravitasi yang memanaskan dan menghancurkan lapisan terluar bintang.
Rata-rata supernova terjadi setiap 50 tahun sekali di galaksi seukuran galaksi Bima Sakti. Supernova memiliki peran dalam memperkaya medium antarbintang dengan elemen-elemen massa yang lebih besar. Selanjutnya gelombang kejut dari ledakan supernova dapat membentuk formasi bintang baru.
Sumber : Wikipedia

Bagaimana cara kerja Roket ?

cara kerja roket

Roket adalah sebutan bagi segala benda yang bergerak akibat dorongan dari fluida yang keluar dari mesinya.

Bagaimana Cara Roket Bekerja?

Roket bekerja dengan cara membakar bahan bakar di mesinya, lalu kemudian mengeluarkanya sebagai gas panas kesatu arah sehingga dapat memberikan gaya dorong kearah yang berlawanan.

Berbeda dengan mesin jet yang hanya dapat bekerja di udara, roket dapat bekerja di ruang angkasa karena roket telah membawa zat yang diperlukan dalam pembakaran, yaitu Bahan bakar dan Oksigen.

Jenis Roket

Berdasarkan bahan bakarnya Roket dibedakan menjadi 2, yaitu : Roket berbahan bakar cair dan roket berbahan bakar padat. Jika anda memperhatikan, pesawat ulang alik memiliki 2 pendorong. Roket pendorong berwarna putih adalah roket berbahan bakar padat. Sedangkan roket pendorong berwarna oranye adalah roket berbahan bakar cair.

Cara kerja roket di ruang angkasa

Hukum ketiga Newton mengatakan bahwa untuk setiap tindakan, maka akan menimbulkan reaksi yang sama namun berlawanan. Hukum ini disebut hukum aksi reaksi. Dan hukum inilah yang menjadi dasar gerakan roket di ruang angkasa. Diruang angkasa tidak ada udara yng dapat di gunakan untuk menggerakan roket, sehingga hukum inilah yang berlaku.

Kekuatan besar (aksi) yang dihasilkan oleh gas panas yang menembak ke belakang dari mesin roket menghasilkan gaya yang sama(reaksi) yang mendorong roket ke depan melalui ruang angkasa.

Lubang cacing : portal ruang dan waktu, Benarkah?

Wormhole : portal ruang dan waktu

Film fiksi ilmiah telah menginspirasi para ilmuan untuk mempelajari keberadaan worm hole ( lubang cacing ). Secara teori Lubang cacing tidaklah mustahil. Namun, dalam dunia nyata worm hole tidak dapat dijadikan portal antar galaksi yang dapat dilalui manusia.

Dalam film Interstellar, para astronaut melarikan diri dari Bumi yang sedang hancur. Mereka mencari planet lain dengan melakukan perjalanan lewat lubang cacing untuk menjelajah galaksi lain.

"Lubang cacing tidak akan dapat dilewati manusia. Karena, pada dasarnya lubang cacing adalah sebuah dinding yang rapuh," kata astrofisikawan terkenal, Kip Thorne, dari California Institute of Technology di Pasadena, California.

Lubang cacing diyakini menghubungkan lubang hitam dengan lubang putih di ujung lainnya. Lubang hitam pada dasarnya adalah suatu objek antariksa yang bermasa terlalu besar sehingga membentuk sebuah medan gravitasi yang dapat menyedot apapun kedalamnya. Sedangkan lubang putih adalah sebuah lubang yang memancarkan materi dan energi yang sangat besar. Dalam teori ini Lubang cacing adalah sebuah portal penghubung antara lubang hitam dan lubang putih yang terletak di tempat dan waktu yang berlainan. Teori ini dikembangkan oleh Albert Einstein dan asistennya, Nathan Rosen.

Nama lubang cacing di gunakan untuk menggambarkan sebuah terowongan dalam alam semesta. Nama lubang cacing diambil karena terinspirasi oleh terowongan yang dibuat cacing dalam tanah.

Dalam berbagai teori, lubang hitam disebut sebagai sisa-sisa bintang besar yang mati dalam ledakan supernova. Karena bentuknya mirip dengan lubang Einsten-Rosen, beberapa ilmuwan lalu mengklaim lubang hitam dapat digunakan sebagai portal ke tempat lain dalam ruang dan waktu yang berbeda, bahkan alam semesta lainnya.

Namun, sangat mustahil bagi seseorang untuk melewati ruang di dalam lubang hitam. Sebab, benda apa pun yang masuk ke area itu akan dihancurkan oleh tarikan gravitasi yang luar biasa.

"Berada di daerah lubang cacing membutuhkan banyak antigravitasi, yaitu energi negatif. Energi ini telah dibuat di laboratorium dengan efek kuantum. Namun meminjam energi negatif di ruang yang tidak memiliki apa pun adalah hal mustahil. Jadi, tidak akan ada manusia yang bisa mendapatkan energi negatif yang cukup ke lubang cacing. Artinya, tidak ada orang yang bisa menyeberangi lubang cacing," tutur Thorne.

Misteri Planet X dan orbit Neptunus

misteri planet x

Selama beberapa dekade para ilmuan telah dipusingkan oleh gerak aneh planet uranus dan neptunus. Gerakan ini menandakan adanya objek lain yang cukup besar ditata surya.
Percival Lowell menciptakan istilah "PlanetX" untuk menggambarkan sebuah objek besar yang mungkin mengganggu orbit Uranus dan Neptunus. Kemudian teori berkembang lagi menjadi sebuah teori yang menyatakan bahwa Matahari kemungkinan mempunyai bintang pendamping yang dijuluki "Nemesis".

Mereka berteori bahwa bintang pendamping Matahari memrupakan bintang yang kecil dan redup atau biasa disebut katai coklat (Bintang gagal) yang mereka anggap melewati Awan Oort secara berkala selama 26 juta tahun sekali dan menyebabkan kepunahan masal di bumi. Awan Oort adalah tempat bai komet yang ada di tepi Tata Surya.

Hentakan gravitasi dari objek ini dianggap bisa mengirim hujan komet yang melesat menuju tata surya bagian dalam, di mana beberapa akan bertabrakan dengan Bumi dan mengancam setiap kehidupan yang ada.

Satelit Infrared Astronomical Satellite (IRAS), yang merupakan satelit pertama yang memindai langit dalam inframerah mengumpulkan banyak data pada awal tahun 1980 tapi tidak menemukan tanda-tanda kehadiran objek besar jauh yang di duga. Data yang lebih rinci kembali diambil menggunakan NASA Two Micron All-Sky Survey (2MASS) satu setengah dekade kemudian, tetap dengan hasil yang sama.

Hingga saat ini objek misterius ini tidak pernah di temukan dan keanehan orbit planet uranus dan neptunus tetap menjadi misteri. Bagaimana menurut anda?

'Titan' Objek paling Layak Huni setelah Bumi

Ternyata titan lebih layak huni dibandingkan mars

Hampir sejak planet Mars di temukan, planet ini sering sekali di kabarkan layak huni. Baik dari kabar tentang kanal kanal misterius yang dianggap buatan Alien kuno di planet Mars, maupun kabar tentang masalalu mars yang layak huni.
Sehingga sering muncul dibenak khalayak ramai bawah planet Mars adalah planet paling layak huni selain bumi. Namun, ada objek lain di Tata surya yang lebih layak huni dibandingkan dengan planet Mars.

Dr Dirk Schulze-Makuch dari Washington State University dalam publikasinya di jurnal Astrobiologi menyatakan, bahwa Titan, bulan Planet Saturnus, adalah benda langit paling layak huni setelah Bumi, mengalahkan planet merah, Mars.

Jika dibuat sebuah urutan kelayak hunian objek di angkasa yang kita ketahui, Titan akan meraih skor tertinggi setelah Bumi. Bumi akan berada pada urutan pertama. Sementara Titan pada urutan ke-2, diikuti Mars diposisi ke-3, disusul oleh Europa yang merupakan bulan Jupiter pada posisi ke-4. Dan Dua diantaranya merupakan eksoplanet.

Urutan diaktas dikembangkan berdasarkan beberapa kriteria. Beberapa di antaranya adalah keberadaan batuan, air, energi, material organik, dan jarak planet dari bintangnya. Titan punya potensi layak huni sebab terbukti memiliki air dan energi.

Belakangan ini penelitian kelayakhunian objek antariksa maju pesat, hal ini karena keingintahuan manusia dan dengan adanya sumbangan teleskop antariksa Kepler yang berhasil menemukan lebih dari 1.000 kandidat planet layak huni. Diharapkan di masa depan akan ditemukan Teleskop yang bisa mendeteksi Zat yang mengindikasikan Kehidupan, seperti cahaya atau pigmen klorofil yang ada pada tumbuhan.

Selain menyusun urutan planet layak huni, Schulze-Makuch juga menyusun Indeks Kemiripan Bumi untuk mengetahui planet dan bulan yang kondisinya paling mirip dengan Bumi. Hasilnya juga menyatakan bahwa Mars bukanlah yang pertama.

Planet Gliese 581g adalah planet yang paling mirip Bumi, dengan skor 0,89 sementara Gliese 581d punya skor 0,74. Mars sendiri punya skor 0,7 dan Merkurius 0,6. Indeks Kemiripan Bumi dikembangkan dengan melihat ukuran planet, densitas, dan jarak dari bintang induk.
Gliese 581g dan Gliuese 581d adalah planet yang mengorbit bintang katai merah Gliese 581. Meski layak huni dan mirip Bumi, mencapai kedua planet itu terbilang sulit karena jaraknya yang sangat jauh. Gliese 581g berjarak 198 miliar kilometer.

Dari data diatas diketahui bahwa planet mars bukanlah planet paling layak huni setelah bumi. Namun Titan si bulan saturnus lah yang menduduki posisi setelah bumi.

Fitur misterius di Danau Titan

titan

Titan adalah satu-satunya anggota Tata Surya selain Bumi yang diketahui memiliki danau dan lautan cair. Tapi pada suhu permukaan Titan yang dingin (180 derajat Celsius) laut di Titan bukanlah air melainkan metana dan etana cair.

Pesawat Ruang Angkasa Cassini telah mengidentifikasi bentuk laut dengan fitur yang khas di dekat kutub Titan. Fitur yang tampak seperti danau yang dikelilingi oleh sungai dan lubang bergaram.

Danau disana umumnya tidak terkait dengan sungai, dan diperkirakan danau terisi oleh hujan metana dan cairan dari bawah tanah. Beberapa danau tiba tiba penuh lalu kemudian mengering dalam siklus selama 30 tahun. Tapi penyebab dari siklus misterius ini masih belum dipahami.

Untuk mengetahui penyebab dari fitur lubang di titan, para iluman meneliti keadaan serupa di Bumi. Dan mereka menemukan bahwa danau Titan mengingatkan tentang apa yang dikenal sebagai bentang alam karst di Bumi. Ini adalah lanskap terestrial yang dihasilkan oleh erosi batuan larut, seperti batu kapur dan gipsum, yang dilarutkan oleh hujan dan kemudian meresap kedalam tanah. Seiring berjalannya waktu, proses ini akan membentuk fitur seperti lubang gua di iklim lembab, dan garam pada iklim kering.

Pemandangan Indah Jika Bumi Mempunyai Cincin

Pernahkan anda membayangkan pemandangan indah jika bumi memiliki cincin seperti Saturnus. Tahukah kamu bahwa dahulu bumi pernah mempunyai cincin dan tahukah kamu 'kenapa sekarang bumi tidak lagi mempunyai cincin?'

Dahulu bumi pernah memiliki cincin saat objek seukuran mars menabrak dan menghamburkan material ke orbit bumi. Namun, sekarang bumi telah kehilangan cincinya karena semua material cincin telah menyatu menjadi bulan.

Seandainya bumi masih mempunyai cincin, maka akan terlihat seperti ini.

1. Dari Luar Angkasa

Bumi dengan cincin

Dari luar angkasa bumi akan terlihat layaknya saturnus yang indah mempesona. Batuan kecil yang mengorbit bumi secara menyebar akan terlihat seperti cincin yang mengelilingi bumi.

2. Pemandangan cincin Bumi Jika Dilihat Dari Khatulistiwa

Cincin bumi dilihat dari katulistiwa

Ketika dilihat dari khatulistiwa cincin akan tampak hanya sebagai garis tipis yang terang karena cincin sejajar dengan khatulistiwa bumi. Pemandangan indah ini akan tampak diIndonesia.

3. Pemandangan Cincin Bumi Di Subtropis

Cincin bumi dilihat dari subtropis

Cincin akan tampak menyebar di wilayah subtropis. Karena cincin akan terlihat dari sudut lain. Pemandangan indah ini mungkin akan tampak di China.

4. Pemandangan Cincin Disubkutub

Cincin di subkutub

Di daerah Subkutu cincin akan terlihat mulai tenggelam di chakrawala. Namun, cincin akan tetap terlihat indah karna mendominasi langit siang dan malam.

5. Pemandangan cincin dilihat dari kutub

Pemandangan cincin bumi kutub

Didaerah kutub Bumi cincin hanya akan terlihat sebagai cahaya yang hampir tenggelam dari chakrawala. Cincin hanya akan terlihat sedikit, namun akan tetap indah karena masih lebih terang dari bulan purnama.

Kenapa bumi tidak mempunyai cincin?

jika bumi punya cincinIlustrasi bumi dengan cincin

Saturnus terlihat begitu indah karna cincinya, cincin planet adalah triliunan batu dan debu yang mengelilingi planet. Sebenarnya kita beruntung bumi tidak mempunyai cincin, karna jika demikian bumi akan sering di hujani material batuan cincin.

Cincin planet biasanya terbentuk dari satelit alami yang hancur karena ditabrak oleh benda lain, atau hancur oleh gaya pasang surut gravitasi planet dan tetap mengorbit secara tersebar di jalur orbit.

Gaya Pasang surut dapat terjadi karena satelit terlalu dekat dengan planet. Dimana bagian yang menghadap planet akan mendapat tarikan gravitasi yang lebih kuat sedangkan bagian yang membelakangi planet akan mengalami tarikan gravitasi yang lebih lemah, sehingga satelit akan merenggang dan hancur secara berlahan lahan.

Tapi kenapa bumi tidak mempunyai cincin? Sebenarnya dulu bumi mempunyai cincin yang terbentuk akibat objek seukuran planet mars yang menumbuk bumi 4 miliar tahun yang lalu yang melontarkan materi ke orbit bumi. Namun, cincin tersebut secara perlahan lahan bersatu membentuk bulan.

Baca juga : Pemandangan indah Jika Bumi Punya cincin

Studi baru : Mars kuno bersuhu lebih dingin dari yang diperkirakan

Mars purba

Selama beberapa dekade, peneliti telah memperdebatkan tentang sejarah iklim Mars dan bagaimana iklim awal planet mengukir banyak saluran air yang terlihat saat ini. Gagasan menyatakan bahwa 4 miliar tahun yang lalu, Mars bersuhu hangat dan basah seperti Bumi, dan merupakan tempat yang sesuai untuk kehidupan. Gagasan lain menyatakan 4 miliar tahun yang lalu Mars adalah planet yang dingin, di mana air terkunci dalam es.

Untuk melihat Mars dimasa lalu Mars, peneliti Robin Wordsworth dari Universitas Harvard dan rekan-rekannya menggunakan model sirkulasi atmosfer 3-dimensi untuk membandingkan siklus air di Mars kuno. Ada 2 skenario yang yang digunakan.

Satu skenario melihat Mars sebagai planet yang hangat dan basah dengan suhu rata-rata global 10 derajat Celcius (50 derajat Fahrenheit) dan sekenario lainnya menganggap Mars kuno sebagai dunia dingin dengan suhu rata-rata global -48 derajat Celcius (-54 derajat Fahrenheit) .

penelitian menemukan bahwa skenario dingin lebih mungkin terjadi daripada skenario hangat, berdasarkan apa yang diketahui tentang sejarah Matahari dan kemiringan sumbu Mars '3-4 miliar tahun yang lalu. Model dingin juga lebih baik dalam menjelaskan fitur kanal dan sungai di permukaan Mars, dan yang telah membuat bingung ilmuwan sejak kanal pertama kali ditemukan oleh pengorbit Viking pada 1970-an.

Skenario dingin lebih mudah untuk model. Wordsworth menjelaskan, bahwa Mars kuno hanya mendapat 43 persen dari energi surya di Bumi, dan Mars awal diterangi oleh matahari muda yang diyakini 25 persen lebih redup daripada sekarang ini. Yang membuatnya sangat mungkin Mars awalnya dingin, katanya.

Kemiringan ekstrim dari sumbu Mars akan memanaskan kutub planet yang kemudian mencairkan es di kutub dan mengalir ke khatulistiwa.

Meskipun Mars kuno memiliki atmosfer tebal karbon dioksida yang memanaskan planet, Mars masih terlalu dingin, kata Wordsworth.

Ditemukan Lapisan Stratosfer di Exoplanet

Atmosfer exoplanet terdeteksi
Para astronom telah mendeteksi stratosfer di sebuah planet ekstrasurya yang bernama WASP-33b.
Para peneliti menganalisis data dari pengamatan Hubble Wide Field Camera 3 yang dapat menangkap spektrum inframerah dan akhirnya air ditemukan diplanet tersebut. Para ilmuwan dapat menggunakan spektrum cahaya untuk mengidentifikasi air dan gas lainnya di atmosfer sebuah planet dan juga menentukan suhu planet.
Para peneliti menggunakan data dari pengamatan Hubble, dan data dari penelitian sebelumnya, untuk mengukur emisi dari air dan membandingkannya dengan emisi dari gas di atmosfer. Tim menetapkan bahwa emisi dari air diproduksi di stratosfer di sekitar suhu 6.000 derajat Fahrenheit. Sisa emisi berasal dari gas yang bersuhu lebih rendah di atmosfer, yaitu pada suhu sekitar 3.000 derajat Fahrenheit.
Peneliti juga menemukan bukti bahwa WASP-33b mengandung titanium oksida, salah satu dari beberapa senyawa yang dapat menyerap radiasi ultraviolet.
"Memahami hubungan antara stratosfer dan komposisi kimia sangat penting untuk mempelajari proses atmosfer dalam exoplanets," kata co-penulis Nikku Madhusudhan dari University of Cambridge, Inggris.

Planet dengan atmosfer helium mungkit melimpah diGalaksi kita

PIA19344_hires_940x529.jpg
planet dengan atmosfer helium yang disebut GJ 436B. Planet ini mengorbit setiap 2,6 hari di sekitar bintang yang lebih kecil dibandikan matahari. Gambar kredit: NASA / JPL-Caltech.
Planet dengan atmosfir helium mungkin merupakan planet eksotis di galaksi Bima Sakti kita. Para peneliti menggunakan data dari Spitzer Space Telescope NASA mengusulkan bahwa planet seukuran Neptunus dengan atmosfir helium dapat bertebaran Galaksi kita.
"Kami tidak memiliki planet seperti ini di tata surya kita sendiri," kata Renyu Hu. "Tapi kenapa kami berpikir planet dengan atmosfer helium bisa menjadi umum di sekitar bintang lain?."
Sebelum melakukan penelitian, para astronom telah menyelidiki sejumlah planet seukuran Neptunes di galaksi kita. Teleskop ruang angkasa Kepler telah menemukan ratusan planet yang masuk dalam kategori ini. Mereka adalah planet sukuran Neptunus atau lebih kecil, dengan orbit yang lebih dekat ke bintang mereka daripada Merkurius. Planet-planet ini memiliki suhu lebih dari 1.340 derajat Fahrenheit (1.000 Kelvin), dan mengorbit bintang mereka dalam waktu satu atau dua hari.
Dalam studi baru, Hu dan timnya menemukan bahwa, beberapa dari planet yang yang diteliti memiliki atmosfer yang diperkaya dengan helium. Planet ini terlalu dekat dengan bintang mereka dan akan menyebabkan hidrogen di atmosfer mereka mendidih keluar.
"Hidrogen empat kali lebih ringan dari helium, sehingga perlahan-lahan akan hilang dari atmosfer planet ', dan akhirnya atmosfer planet akan menjadi lebih pekat dengan helium," kata Hu."Proses ini akan dilakukan secara bertahap, selama hingga 10 miliar tahun untuk menyelesaikan pelepasan hidrogen dari atmosfer".
Planet ini diperkirakan memiliki inti berbatu, dan dikelilingi oleh gas. Jika helium memang komponen dominan dalam atmosfer mereka, planet-planet akan tampak putih atau abu-abu.

Aktifitas vulkanik dapat membantu untuk mencari kehidupan di exoplanet

erupsi gunung berapi diplanet extrasolar / exoplanet

Tim mahasiswa pascasarjana di University of Washington (UW) telah menemukan cara untuk membantu pencarian kehidupan di planet extrasolar dengan mengusulkan bahwa teleskop masa depan harus mencari aktivitas gunung berapi sebagai penanda potensial untuk kehidupan di dunia lain.

Di Bumi, gas utama di daur ulang dari atmosfer ke interior planet oleh lempeng tektonik, sehingga tampaknya wajar untuk mencari proses ini pada kandidat planet ekstrasurya yang cocok. Namun, belum tentu sebuah exoplanets memiliki lempeng tektonik atau tidak.

"Vulkanisme diharapkan menghasilkan aerosol berbasis sulfur. Di Bumi aerosol adalah tetesan asam sulfat, hal yang sama yang membentuk awan Venus. Tergantung pada apa yang membuat sebagian besar atmosfer, Anda bisa mendapatkan aerosol asam sulfat atau aerosol sulfur di atmosfer exoplanet, "jelas Misra.

Aerosol adalah kunci untuk membangun aktivitas vulkanik pada permukaan planet. "Sebab, letusan yang besar, akan menimbulkan efek yang sangat besar," kata Misra. Tapi berapa lama aerosol ini diperkirakan akan tetap di atmosfer? "Berdasarkan apa yang kita lihat di bumi, aerosol dapat tetap berada di atmosfer dari bulan ke tahun tergantung pada ukuran letusan. Setelah letusan Gunung Pinatubo pada tahun 1991, aerosol tetap ada selama hampir empat tahun kemudian. Jadi, jika ada planet di luar sana yang mirip dengan Bumi, efek dari aerosol ini bisa berlangsung beberapa tahun," kata Misra.

Di Bumi, aktivitas vulkanik memainkan peran penting dalam pengembangan dan pemeliharaan atmosfer bumi, yang mengarah ke kondisi stabil yang dibantu oleh perkembangan kehidupan. Hidup, seperti yang kita tahu, tidak mungkin tanpa oksigen, akibatnya oksigen sebagian besar dianggap sebagai tanda tanda kehidupan paling menjanjikan karena sangat jarang terbentuk di alam yang tidak ada kehidupannya. Namun, ada beberapa skenario di mana bentuk oksigen abiotik, atau tanpa kehidupan."Vulkanisme bisa membantu kami menentukan apakah oksigen itu dari biologi karena gas vulkanik sering bereaksi dengan oksigen dan menghancurkan, dan deteksi oksigen dan vulkanisme menunjukkan bahwa ada sumber oksigen di lingkungan planet, yang bisa hidup," kata Misra.

Deposit kaca terdeteksi di planet mars

deposit kaca tanda kehidupan

Warna Biru adalah deposit kaca di planet mars yang mungkin menyimpan tanda tanda kehidupan kuno. Gambar credit : NASA.

Selama beberapa tahun terakhir, penelitian telah menunjukkan bukti tentang kehidupan masa lalu yang telah diawetkan dalam deposit kaca di Bumi. Sebuah studi 2014 yang dipimpin oleh ilmuwan Peter Schultz dari Brown University di Providence, Rhode Island, menemukan molekul organik dan tumbuhan yang diawetkan di dalam kaca jutaan tahun yang lalu di Argentina. Schultz mengatakan bahwa proses serupa mungkin juga mengawetkan tanda-tanda kehidupan di Mars, jika mereka hadir pada saat deposit kaca terbentuk.

"Usaha yang dilakukan oleh para peneliti menunjukkan kepada kita bahwa kaca berpotensi untuk mengawetkan tanda-tanda kehidupan," kata Cannon.

Cannon dan Mustard menunjukkan deposit kaca hadir di beberapa kawah kuno di mars. Untuk mengidentifikasi mineral dan jenis batuan dari jarak jauh, para ilmuwan mengukur spektrum cahaya yang dipantulkan dari permukaan planet. Tapi kaca tidak memiliki sinyal spektral yang kuat. "Kaca cenderung memiliki spektral yang lemah, sehingga tanda tanda dari kaca cenderung tidak terlihat," kata Mustard. "Tapi Kevin menemukan cara untuk menangkap sinyal lemah yang keluar."

Dalam laboratorium, Cannon mencampur bubuk dengan komposisi yang sama dengan batuan Mars dan menembak mereka dalam oven untuk membentuk kaca. Dia kemudian mengukur sinyal spektral dari kaca itu.

Setelah Mustard memiliki sinyal dari laboratorium, ia lalu menggunakan untuk mencari sinyal yang sama di data dari MRO dunia Compact Reconnaissance Imaging Spectrometer untuk Mars (CRISM).

Teknik ini menunjukan deposit kaca di beberapa kawah Mars, gundukan terjal yang sering terbentuk di tengah kawah selama dampak besar. Fakta deposit yang ditemukan merupakan indikator yang baik bahwa mereka memiliki asal dampak.

Diketahui bahwa kaca dapat mengawetkan tanda-tanda kehidupan. Dan sekarang mengetahui bahwa deposit tersebut ada di permukaan Mars saat ini - membuka strategi baru yang potensial dalam mencari kehidupan di Mars kuno.

"Analisis peneliti menunjukkan deposito kaca adalah fitur dampak relatif umum di Mars," kata Jim Green, direktur divisi ilmu planet NASA di kantor pusat badan di Washington."Daerah ini bisa menjadi target untuk eksplorasi di masa depan sebagai lokasi bagi robot penjelajah. kami akan membuka jalan dalam perjalanan manusia ke Mars dengan pada tahun 2030-an."

Aurora di langit Mars akan terlihat berwarna biru

Aurora diplanet alien mars

Penelitian menunjukkan bahwa, di Mars, aurora sering muncul berwarna biru. Seperti di Bumi, aurora berwarna hijau dan merah juga terkadang terlihat.

Setelah letusan medan mahgnet matahari, aurora ini cukup terang untuk dilihat dengan mata tel*njang.

Aurora terjadi ketika partikel bermuatan dari mencapai garis medan magnet planet, di mana mereka memasuki atmosfer planet dan membuat atom dan molekul berpendar. Ketika partikel bermuatan menumbuk atmosfir atas planet, maka molekul di atmosfir menghasilkan emisi cahaya. Pada dasarnya aurora dibumi berwarna hijau atau merah (karena atom oksigen), tetapi terkadang juga tampak berwarna biru-ungu (karena atom nitrogen terionisasi ).

Anomali medan magnet mars terkonsentrasi di belahan mars selatan, di mana aurora diperkirakan terjadi.
Jika ada astronot yang berjalan di tanah selatan planet mars dan melihat langit malam maka astronot tersebuat akan melihat aurora indah yang bersinar biru, dengan sediki warna merah dan hijau.

Pada tahun 2030 dengan pesawat orion NASA berencana untuk mengirim astronot menuju permukaan Mars, hal ini untung mengonfirmasi keberadaan aurora di planet Mars.