Download aplikasi peta bintang untuk ponsel java dan symbyan

Saat ini astronom amatir atau penggemar astronomi di indonesia sudah semakin banyak, dan mereka membutuhkan sebuah alat navigasi yang berupa peta langit yang berguna untuk menunjukan posisi suatu objek langit.

Dulunya peta langit merupakan selembar kertas yang menunjukan posisi bintang bintang dilangit. Dengan berkembanya tehnologi peta kertas sudah mulai tergantikan oleh sebuah aplikasi yang dapat dijalankan di pc ( personal computer ). Namun, banyak para astronom amatir yang tidak punya komputer.

Tapi sekarang anda jangan khawatir karena sekarang ini sudah ada aplikasi peta langit yang dapat dijalankan di hp java dan symbyan.
Aplikasi ini sangat mudah di gunakan dan ukuranya / size nya yang kecil hanya 364kb dapat di jalankan dengan hp java dan symbyan bahkan di hp jadul sekalipun.

Berikut Aplikasinya


screnshot aplikasi peta langit untuk hp java

sidelaris adalah Aplikasi peta langit untuk hp java


    Nama :
  • Aplikasi Peta langit ( sideralis.jar )


  • Platfrom :
  • Java dan symbyan.


  • Ukuran :
  • 364kb


  • Exstensi :
  • .Jar


  • Deskripsi :
  • Aplikasi java dan symbyan opensource ini begitu mudah di gunakan, dengan ukuranya yang kecil akan sangat lancar (tidak lemot) ketika di gunakan.

    Aplikasi ini dapat disetel ke berbagai lokasi di belahan bumi, dan dapat menampilkan objek antariksa seperti bintang, planet, dan galaksi yang tampak di langit bumi beserta dengan nama dan keteranganya.


  • Download :
  • Sideralis.jar


Update : 30 mei 2015, link download eror telah diperbaiki.

Jadwal fenomena astronomi juli - september 2015

jadwal fenomena astronomi juli - september



Juli 2015



1 Juli 2015 - Konjungsi Venus dan Jupiter.


Lagi-lagi pada waktu senja di langit barat akan terlihat dua bintang terang saling berdekatan. Kedua bintang itu adalah "jelmaan" dari Venus sebagai bintang putih sangat terang bermagnitudo -4,4 dan Jupiter sebagai bintang putih terang bermagnitudo -1,8. Keduanya akan terlihat sangat dekat dengan jarak sekitar 20,1 menit busur atau hanya sekitar 2/3 diamater bulan.



2 Juli -Full Moon.

Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 02:20 UTC.



7 Juli - Komet Pan-STARRS (C/2014 Q1) Kemungkinan Terlihat.

Komet Pan-STARRS (C/2014 Q1) baru di temukan pada pertengahan tahun 2014. Diperhitungkan komet ini akan mencapai titik terdekat dari Matahari sejauh 0,315 AU pada hari ini. Dengan jaraknya yang cukup dekat, komet ini diperkirakan akan mencapai terang maksimum hingga magnitudo 3,1. Itu artinya, meski tidak sangat terang, komet ini masih bisa terlihat secara langsung.Komet ini bisa diamati di langit barat sesaat setelah matahari terbenam.



14 Juli -New HorizonsdiPluto.

NASA New Horizons pesawat ruang angkasa di jadwalkan tiba di Pluto setelah sembilan setengah tahun perjalanan. Diluncurkan pada tanggal 19 Januari 2006,ini akan menjadi pesawat ruang angkasa pertama yang mengunjungi Pluto. New Horizons akan memberi kita pandangan close-up pertama kami dari planet kerdil dan bulan-bulannya. Setelah melewati Pluto, pesawat ruang angkasa akan melanjutkan ke sabuk Kuiper untuk memeriksa beberapa mayates lainnya di tepi tata surya.



16 Juli -New Moon.

Bulan akan langsung antara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 01:24 UTC.



29 Juli - Puncak Hujan Meteor Delta Aquarids.

Hujan meteor Delta Aquarids berlangsung antara tanggal 8 Juli s/d 19 Agustus 2015. Pada puncaknya hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 20 meteor tiap jam. Hal ini dihasilkan oleh puing-puing yang ditinggalkan oleh komet Marsden dan Kracht. Hujan meteor ini berjalan setiap tahun dari 12 Juli hingga Agustus 23. puncak tahun ini pada malam 28 Juli dan pagi Juli 29.Meteor-meteor Delta Aquarids akan terlihat melesat dari arah rasi Aquarius yang berada tepat di atas pada waktu dini hari. Sayangnya Bulan yang menjelang purnama akan cukup terang dan menggangu terlihatnya meteor-meteor redup kala pengamatan.



31 Juli -Full Moon.

Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 10:43 UTC.



Agustus 2015



13 Agustus - Puncak Hujan Meteor Perseids.


Inilah hujan meteor terbaik tahun 2015. Puncaknya yang berada di tengah musim kemarau dan Bulan menjelang fase baru akan membuat langit malam cerah dan gelap gulita sehingga meteor-meteor redup sekalipun terlihat jelas. Diperkirakan Perseids yang tercatat sebagai hujan meteor paling banyak menghasilkan fireball ini akan menghasilkan hingga 100 meteor tiap jam saat puncak. Hal ini dihasilkan oleh komet Swift-Tuttle, yang ditemukan pada tahun 1862. Meteor-meteor Perseids akan terlihat melesat dari arah rasi Perseus yang berada di timur laut setelah tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Hujan meteor Perseids berlangsung antara tanggal 17 Juli s/d 24 Agustus 2015.



14 Agustus -New Moon.

Bulan akan langsung antara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada14:53 UTC

29 Agustus -Full Moon.Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 18:35 UTC.



30 Agustus - Bulan Purnama Perigee.

Kebalikan dari bulan purnama apogee, bulan purnama perigee terjadi ketika Bulan mencapai fase purnama di dekat titik terdekat dari Bumi atau perigee. Dengan jaraknya yang lebih dekat, maka bulan purnama perigee akan terlihat lebih besar dan terang. Bulan purnama perigee kali ini berdiamater sudut 33,27 menit busur atau menjadi yang terbesar dan terterang ke-2 selama tahun 2015.



September 2015



1 September –OposisiNeptunus.


Planet raksasa biru akan berada dipaling dekat ke Bumi dan wajahnya akan sepenuhnya diterangi oleh Matahari Ini adalah waktu terbaik untuk melihat dan memotret Neptunus. Karena jarak ekstrim dari Bumi, hanya akan muncul sebagai titik biru kecil disemua tetapi teleskop yang paling kuat.



13 September -New Moon.

Bulan akan langsung gantara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 06:41 UTC.



Baca juga:

1.

2.

3.

Jadwal Fenomena Astronomi April - Juni 2015

jadwal fenomena astronomi bulan april sampai juni 2015

April 2015

4 April -Full Moon.

Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 12:05 UTC.

4 April - Gerhana Bulan Total.
Pada hari ini seluruh Indonesia kembali akan menyaksikan gerhana bulan total saat senja. Ini adalah gerhana bulan pertama dari dua gerhana bulan tahun ini. Sayangnya pada gerhana bulan berikutnya yang terjadi pada 28 September 2015 tidak ada satupun wilayah Indonesia yang dapat menyaksikan. Praktis ini adalah satu-satunya kesempatan menyaksikan gerhan bulan di Indonesia selama tahun 2015. Gerhana bulan hari ini akan berlangsung antara pukul 17:15 s/d 20:45 WIB untuk fase gerhana sebagian. Sedangkan untuk fase gerhana total akan berlangsung antara 18:54 s/d 19:06 WIB.

4 April - Bulan Purnama Apogee.
Bersamaan dengan gerhana bulan total, Bulan pun akan mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau apogee. Kali ini Bulan akan berdiamater 29,65 menit busur atau menjadi yang terkecil dan teredup ke-3 selama tahun 2015. Pemandangan bulan purnama yang berukuran kecil dan redup ditambah sedang dalam gerhana bulan total tidak boleh dilewatkan.

18 April - New Moon.
Bulan akan langsung antara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihatdari Bumi. Fase ini terjadi pada 18:57 UTC.

23 April - Puncak Hujan Meteor Lyrids.
Lyrids adalah hujan meteor pertama di musim kemarau pada tahun 2015 yang berlangsung antara tanggal 16 s/d 25 April 2015. Hujan meteor ini disebabkan oleh partikel debu yang ditinggalkan oleh komet C / 1861 G1 Thatcher, yang ditemukan pada tahun 1861. Pada puncaknya hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 20 meteor tiap jam. Meteor-meteor Lyrids akan terlihat melesat dari arah rasi Lyra yang berada di meridian utara waktu menjelang fajar. Beruntung Bulan sedang dalam fase sabit awal sehingga akan terbenam sebelum tengah malam sehingga tidak akan ada menghalagi pengamatan.

Mei 2015

4 Mei -Full Moon.

Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 03:42 UTC.

8 Mei 2015 - Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids.
Hujan meteor Eta Aquarids berlangsung antara tanggal 19 April s/d 28 Mei 2015. Hal ini dihasilkan oleh partikel debu yang ditinggalkan oleh komet Halley, yang telah dikenal dan diamati sejak zaman kuno. Pada puncaknya hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 30 meteor tiap jam. Meteor-meteor Eta Aquarids akan terlihat melesat dari arah rasi Aquarius yang berada di arah timur setelah tengah malam hingga matahari terbit. Namun Bulan yang baru mencapai fase purnama 4 hari lalu kemungkinan masih cukup terang sehingga menghalangi terlihatnya meteor-meteor redup.

18 Mei -New Moon.
Bulan akan langsung antara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 04:13 UTC.

23 Mei - Oposisi Saturnus.
Setelah Jupiter, kini giliran Saturnus yang berjajar lurus dengan Bumi dan Matahari. Hari ini Saturnus akan terlihat sepanjang malam di sisi yang berseberangan dengan matahari. Saturnus akan terlihat sebagai bintang putih terang dengan magnitudo 0. Dengan teleskop, Saturnus akan terlihat purnama dihiasi oleh cincinnya. Ini adalah waktu terbaik mengamati Saturnus.

28 Mei - Istiwa' Adhom.
Hari ini pukul 16:18 WIB Matahari berada tepat di atas Ka'bah, kiblat umat muslim. Jadi dengan menghadap ke arah Matahari akan sama artinya dengan menghadap tepat ke arah kiblat. Dan juga seluruh pangkal bayangan benda yang berdiri tegak pun akan mengarah ke arah kiblat. Dengan begitu peristiwa ini dapat digunakan untuk mengoreksi atau meluruskan arah kiblat bagi seluruh umat muslim secara praktis dan akurat. Peritiwa ini akan kembali terulang pada tanggal 16 Juli 2015.

Juni 2015

2 Juni -Full Moon.

Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihatdari Bumi. Fase ini terjadi pada 16:19 UTC.

7 Juni - Elongasi Maksimum Venus.
Venus mencapai ketinggian maksimum di langit barat saat senja. Ketinggiannya mencapai 45,4 derajat dari Matahari. Venus terlihat sebagai bintang putih sangat terang dengan magnitudo -4,3. Dengan ketinggian maksimum dan cahaya sangat terang, Venus tentu sangat menawan untuk diamati. Setelah hari ini, ketinggian Venus akan berlangsung-angsung berkurang hingga akhirnya berada di sisi Matahari sehingga tak terlihat pada pertengahan Agustus 2015. Setelah itu Venus akan terlihat kembali di langit timur saat fajar.

16 Juni -New Moon.
Bulan akan berbentuk sabit kecil jika di lihat dari bumi.

Baca juga :
1. Jadwal fenomena astronomi januari - maret 2015
2.
3.

Jadwal fenomena astronomi januari - maret 2015

fenomena astronomi keren

Januari 2015

4 Januari - Puncak Hujan Meteor Quadrantids.

Quadrantids adalah hujan meteor pertama pada tahun 2015 yang berlangsung antara tanggal 31 Desember 2014 s/d 6 Januari 2015. Pada puncaknya hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 130 meteor tiap jam. Meteor-meteor Quadrantids akan terlihat melesat dari arah rasi Bootes yang berada di timur laut sejak dini hari hingga menjelang matahari terbit. Hujan meteor ini disebabkan oleh komet punah yang dikenal sebagai 2003 EH1, yang ditemukan pada tahun 2003. Sayangnya Bulan menjelang fase purnama sehingga cahaya terang bulan akan membuat meteor-meteor redup tidak terlihat.

5 Januari-Full Moon.
Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari danakan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 04:53 UTC.

20 Januari -New Moon.
Bulan akan langsung antara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi.

Febuari 2015

3 Februari -Full Moon.

Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase initerjadi pada23:09 UTC.

4 Februari - Bulan Purnama Apogee.
Bulan purnama apogee terjadi dimana Bulan mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau apogee. Karena berada di titik terjauh, maka bulan purnama kali ini pun akan terlihat lebih kecil dan lebih redup dari bulan purnama pada umumnya. Bulan purnama kali ini berdiamater 29,54 menit busur atau menjadi yang terkecil dan teredup ke-2 selama tahun 2015.

7 Februari - Oposisi Jupiter.
Oposisi jupiter terjadi saat Matahari-Bumi-Jupiter berjejer berurutan. Pada hari ini Jupiter akan terlihat sepanjang malam di sisi yang berseberangan dengan Matahari. Dengan kata lain, Jupiter akan terbit di timur ketika Matahari terbenam di barat, di meridian ketika tengah malam, dan tenggelam di barat ketika Matahari terbit di timur. Jupiter akan terlihat sebagai bintang putih terang dengan magnitudo -2,6. Dengan teleskop, Jupiter akan terlihat sedang purnama. Ini adalah waktu terbaik untuk mengamati Jupiter.

18 Februari -New Moon.
Bulan akan langsung antara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 23:47 UTC.

22 Februari – Konjungsi Venus dan Mars.
Konjungsi adalah peristiwa langka di mana dua atau lebih objek akan muncul sangat dekat bersama-sama di langit malam. Kedua planet terangakan terlihat dalam waktu hanya setengah derajat satu sama lain dilangit malam. Lihatlah ke barat hanya setelah matahari terbenam.

Maret 2015

5 Maret -Full Moon.

Bulan akan langsung berlawanan Bumi dari Matahari dan akan sepenuhnya diterangi seperti yang terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 18:05 UTC.

6 Maret - Bulan Purnama Apogee.
Bulan kembali mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau apogee. Bulan purnama kali ini berdiameter sudut hanya 29,39 menit busur atau terkecil dan teredup selama tahun 2015. Bulan purnama yang lebih kecil dan redup redup dari ini baru akan terjadi pada 27 Januari 2032. Bulan purnama yang berukuran kecil dan bersinar temaram tentu menarik untuk disaksikan.

20 Maret -New Moon.
Bulan akan langsung antara Bumi dan Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi. Fase ini terjadi pada 09:36 UTC.

20 Maret -Gerhana Matahari Total.
Sebuah gerhana matahari total terjadi ketika bulan benar-benar blok Matahari, mengungkapkan atmosfer luar matahariindah yang dikenal sebagai korona. Jalur totalita sakan dimulai ditengah Samudra Atlantik dan bergerak ke utara melintasi Greenlanddan ke Siberia Utara.

21 Maret - Vernal Equinox .
Vernal equinox adalah saat dimana Matahari berada di perpotongan ekliptik dan ekuator setelah sebelumnya berada di selatan ekuator. Vernal equinox terjadi pada 22:45 UTC. Pada hari ini Matahari tepat berada di khatulistiwa sehingga panjang siang dan malam di seluruh belahan bumi tepat 12 jam. Ini juga menandakan akan bergantinya musim hujan dengan musim kemarau di Indonesia. Sedangkan di belahan bumi utara menandakan akan datangnya musim semi dan di belahan bumi selatan menandakan akan datangnya musim gugur.
Baca juga :
1. Jadwal Fenomena Astronomi April - Juni 2015

Sumber : Slamat Riyadi Sang Astronom

Kemajuan dibidang Astronomi di sepanjang tahun 2014

Selama 2014 perkembangan astronomi begitu pesat.

Dengan bantuan alat alat termutahir para ilmuan berhasil menjelaskan hal yang sebelumnya menjadi misteri.

Berikut: Kemajuan dibidang astronomi selama 2014


1. Pendaratan pertama di sebuah Komet


Pada tahun 2014 belas ini manusia untuk pertama kalinya berhasil mendaratkan sebuah robot pendarat yang bernama philae yang merupakan bagian dari misi Roseta.

Untuk lebih jelasnya silahkan anda klik link berikut : Rosetta bergeser ke orbit yang lebih tinggi untuk mengirimkan pendarat Philae pada tanggal 12 November

2.Diketahui bahwa sumbu Quasar sejajar dengan struktur besar alam semesta



Quasar adalah objek paling terang di alam semesta, yang bersinar melintasi jarak kosmologis yang luas. Quasar menupakan galaksi yang memiliki lubang hitam supermasif sangat aktif pada intinya, objek ini dikelilingi oleh cakram materi spiral yang sangat panas dan memancarkan sinar terang dari partikel-partikel di sepanjang sumbunya hampir secepatan cahaya.

Sebuah tim peneliti Eropa menggunakan pengamatan baru dari Southern Observatory Eropa Very Large Telescope ( VLT) di Chile telah menemukan bahwa sumbu rotasi lubang hitam supermasif merupakan pusat dari quasar yang sejajar satu sama lain dengan Quasar lainya di alam semesta.

Baca : Ternyata, sumbu Quasar sejajar dengan struktur kosmi sekala besar

3.Ditemukan bahwa penghasil terbesar neutrio adalah lubang hitam


Neutrino adalah salah satu partikel yang paling misterius di alam semesta. Partikel ini tidak membawa muatan dan jarang berinteraksi dengan proton dan elektron, sehingga dapat muncul dari sumber kosmik dan jarak intergalaksi yang luas tanpa diserap oleh materi sepanjang jalan atau dibelokkan oleh medan magnet. Akibatnya, mereka sangat sulit untuk dideteksi. The Ice Cube Neutrino Observatory, yang terletak di Antartika, hanya mendeteksi 36 neutrino berenergi tinggi dalam empat tahun dan ini juga telah menunjukan bahwa fasilitas telah beroperasi.

Lubang hitam raksasa Sagitarius A * di pusat Bima Sakti merupakan salah satu sumber neutrio terbesar.

Baca: Ternyata, Lubang hitam supermasif di Bima sakti merupakan pabrik neutrino

4.Molekul baru pembentuk kehidupan ditemukan



Berburu dari jarak 27.000 tahun cahaya, astronom telah menemukan sebuah berbasis karbon molekul yang tidak biasa - satu dengan struktur bercabang - terkandung dalam awan gas raksasa di ruang antar bintang.Seperti menemukan jarum di tumpukan jerami molekul kosmik, para astronom telah mendeteksi gelombang radio yang dipancarkan oleh sianida isopropil.Penemuan ini menunjukkan bahwa molekul kompleks yang dibutuhkan untuk kehidupan mungkin memiliki asal-usul mereka di ruang antar bintang.
Menggunakan Atacama Large Millimeter / submillimeter Array (ALMA), peneliti mempelajari gas wilayah pembentuk bintang Sagitarius B2.
Molekul organik biasanya ditemukan di daerah-daerah pembentuk bintang terdiri dari satu "tulang punggung" dari atom karbon diatur dalam rantai lurus.Tapi struktur karbon cabang isopropil sianida off, sehingga deteksi antar pertama molekul seperti itu, kata Rob Garrod dari Cornell University di Ithaca, New York.

Baca: Molekul baru yang ditemukan di ruang berkonotasi asal usul kehidupan

5.Sinyal dari materi gelap ditemukan.




Telah ditemukan Sinyal yang berasal dari peristiwa yang sangat langka di alam semesta: ". Neutrino steril" foton yang dipancarkan karena penghancuran partikel hipotetis, mungkin Jika penemuan dikonfirmasi, itu akan membuka jalan baru penelitian dalam fisika partikel. Selain itu, "Ini bisa mengantar era baru dalam astronomi," kata Ruchayskiy. "Konfirmasi penemuan ini dapat menyebabkan pembangunan teleskop baru yang dirancang khusus untuk mempelajari sinyal dari partikel materi gelap," tambah Boyarsky. "Kita akan tahu di mana mencarinya untuk melacak struktur gelap dalam ruang dan akan mampu merekonstruksi bagaimana alam semesta terbentuk."

Terdeteksi : Sinyal dari materi gelap

Ilmuan temukan tetangga baru Bima Sakti

galaksi baru disekitar bima sakti ditemukanSebuah citra negatif KK 3, dibuat dengan menggunakan Kamera untuk Survei di Hubble Space Telescope. Inti dari galaksi yang lebih rendah antara pasangan objek gelap di sebelah kanan gambar, dengan bintang-bintang yang tersebar di atas bagian besar di sekitarnya. (Bagian atas dari dua benda gelap adalah lebih dekat gugus bintang globular.) Utara dan timur yang tersisa. Gambar kredit: D. Makarov.

Bima sakti, galaksi tempat kita hidup, merupakan bagian dari kelompok yang memiliki lebih dari 50 galaksi lainnya yang membentuk ' Local Group', koleksinya mencakup Galaksi Andromeda dan banyak benda yang jauh lebih kecil lainnya. Sekarang tim Rusia-Amerika telah menemukan sebuah galaksi kerdil kecil dan terisolasi hampir 7 juta tahun cahaya. Hasilnya muncul dalam Pemberitahuan Bulanan "Royal Astronomical Society".
Tim yang dipimpin oleh Prof Igor Karachentsev dari Astrophysical Observatory khususdi Karachai-Cherkessia, Rusia, menemukan galaksi baru, bernama KK 3, menggunakan Hubble Space Telescope Advanced Camera Survei (ACS) pada bulan Agustus 2014. KK 3 terletak di langit selatan ke arah konstelasi Hydrusdan bintang yang hanya memiliki satu sepuluh seperseribu massa Bima Sakti.

KK 3 adalah galaksi ' bulat kerdil' atau galaksi dSph, dengan fitur seperti lengan spiral ditemukan di galaksi kita sendiri. Sistem ini juga memiliki ketiadaan bahan baku (gas dan debu) yang dibutuhkan untuk generasi baru bintang untuk membentuk, meninggalkan lebih tua dan redup relik. Dalam hampir setiap kasus, bahan baku ini tampaknya telah dilucuti oleh galaksi raksasa di dekatnya seperti Andromeda, sehingga sebagian besar benda dSph ditemukan sahabat dekat jauh lebih besar.

Benda yang terisolasi harus terbentuk dengan cara yang berbeda, dengan satu kemungkinan adalah bahwa mereka memiliki sebuah ledakan awal pembentukan bintang yang habis sumber daya gas yang tersedia. Para astronom sangat tertarik untuk menemukan benda dSph untuk memahami pembentukan galaksi di alam semesta pada umumnya, bahkan HST berjuang untuk melihat mereka di luar Grup Lokal. Tidak adanya awan gas hidrogen di nebula juga membuat mereka lebih sulit untuk memilih dalam survei, sehingga para ilmuwan melainkan berusaha untuk menemukan mereka dengan memilih bintang individu.

Untuk itu, hanya satu bulat kerdil terisolasi lainnya, KKR 25, telah ditemukan di Local Group, sebuah penemuan yang dilakukan oleh kelompok yang sama kembali pada tahun 1999.

Anggota tim Prof Dimitry Makarov, juga dari Astrophysical Observatory khusus, berkomentar: "Menemukan benda seperti KK 3 adalah pekerjaan melelahkan, bahkan dengan observatorium seperti Hubble Space Telescope. Namun dengan kegigihan, kita perlahan-lahan membangun peta lingkungan setempat, yang ternyata kurang kosong dari yang kita duga. Bisa jadi sejumlah besar galaksi kerdil bulat di luar sana, sesuatu yang akan menimbulkan konsekuensi besar bagi ide-ide kita tentang evolusi kosmos. "

Tim akan terus mencari galaksi dSph lagi, tugas yang akan menjadi sedikit lebih mudah dalam beberapa tahun ke depan, setelah instrumen seperti James Webb Space Telescope memulai layanan.

Dari manakah air diBumi berasal ?

penyebab adanya air

Dari manakah air berasal ?.

Mari kita jawab pertanyaan tersebut.

1.) Air berasal dari komet es yang menghantam bumi.

Teori ini menyadtakan bahwa air dibumi berasal dari komet es yang datang dari angkasa luar menuju ke tata surya kita. Hal ini mungkin dapat di jadikan penyebab adanya air diBumi mengingat jika pada masa awal pembentukan bumi, bumi nampaknya kering dan tak layak untuk di huni sebelum komet es menghujani bumi dan membentuk lautan yang luas.

Namun, hal ini kini berubah. Bukti percobaan terbaru yang dilakukan oleh Rosetta menunjukkan bahwa rasio deuterium-to-hidrogen 67P komet / Churyumov-Gerasimenko sangat diperkaya dalam deuterium, bertentangan dengan teori bahwa air yang berada di atmosfer bumi dan lautan berasal komet.

2.) Air berasal dari bumi itu sendiri.
air berasal dari bumi
"Ketika kita melihat ke asal-usul air di Bumi, apa yang kita benar-benar bertanya adalah, mengapa kita begitu berbeda dari semua planet lain?" Kata Panero.

"Dalam tata surya ini, Bumi adalah unik karena kita memiliki air cair di permukaan. Kami juga satu-satunya planet dengan lempeng tektonik aktif. Mungkin air ini dalam mantel adalah kunci untuk lempeng tektonik, dan itu bagian dari apa yang membuat bumi layak untuk dihuni. "

Gagasan bahwa batu yang tampak kering untuk mata manusia benar-benar dapat mengandung air - dalam bentuk atom hidrogen yang terperangkap di dalam rongga alam dan cacat kristal. Sedangkan Oksigen berlimpah di alam, sehingga ketika mineral berisi beberapa hidrogen, dan oksigen bertemu maka reaksi kimia tertentu dapat membebaskan hidrogen untuk membentuk ikatan dengan oksigen dan membuat air.

Selain itu, tempat di bawah permukaan yang peneliti sebut sebagai "zona transisi" merupakan sebuah wilayah yang paling mungkin untuk dapat menahan air di planet bumi. Dari sana, konveksi sama mantel batuan yang menghasilkan lempeng tektonik bisa membawa air ke permukaan.

Gambar kabur saat pendaratan pertama Philae

gambar kabur pendaratan probe philae

Pendarat Philae dari misi Rosetta Badan Antariksa Eropa menangkap pandangan ini selama pantulan pertama setelah menghantam permukaan komet 67P / Churyumov-Gerasimenko pada 12 November 2014, dengan gambar kabur akibat gerak pendarat sendiri.

Pendarat itu turun sekitar 3,2 kilometer per jam (mph 2) ketika pertama kali menyentuh permukaan, dan pantulan pertama berlangsung hampir dua jam dan membawanya pada ketinggian sekitar satu kilometer (0,6 mil) dan turun kembali.

Gambar dari kamera pendarat itu CIVA adalah pandangan pertama dari Philae setelah pantulan awal.

NASA pesawat ruang angkasa Kelper bertahan dari kerusakan



Mengutip Mark Twain, laporan kerusakan pesawat ruang angkasa Kepler itu dibesar-besarkan. Meskipun kerusakan yang berakhir misi utamanya Mei 2013, Kepler masih dapat bekerja. Bukti yang berasal dari penemuan baru super-Bumi menggunakan data yang dikumpulkan selama Kepler "kehidupan kedua."

"Seperti phoenix bangkit dari abu, Kepler telah dilahirkan kembali dan terus membuat penemuan. Bahkan lebih baik, planet itu ditemukan matang untuk studi tindak lanjut, "kata penulis Andrew Vanderburg dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CFA).

NASA Kepler mendeteksi planet-planet luar angkasa dengan mencari transit, ketika bintang meredup sedikit ketika sebuah planet melintasi di depannya. Semakin kecil planet ini, yang lemah peredupan, sehingga pengukuran kecerahan harus tepat. Untuk mengaktifkan presisi itu, pesawat ruang angkasa harus mempertahankan arah agar tetap stabil.

Misi utama Kepler berakhir ketika kedua dari empat roda reaksi yang digunakan untuk menstabilkan pesawat ruang angkasa gagal. Tanpa setidaknya tiga berfungsi roda reaksi, Kepler tidak dapat menunjuk secara akurat.

Daripada menyerah pada pesawat ruang angkasa berani, tim ilmuwan dan insinyur mengembangkan strategi cerdik untuk menggunakan tekanan dari sinar matahari sebagai roda reaksi virtual untuk membantu mengendalikan pesawat ruang angkasa. Misi kedua yang dihasilkan, K2, berjanji untuk tidak hanya melanjutkan pencarian Kepler untuk dunia lain, tetapi juga memperkenalkan peluang baru untuk mengamati gugus bintang, galaksi aktif, dan supernova.
Karena berkurangnya kemampuan menunjuk Kepler, penggalian data yang berguna memerlukan analisis komputer yang canggih. Vanderburg dan rekan-rekannya mengembangkan perangkat lunak khusus untuk mengoreksi gerakan pesawat ruang angkasa, mencapai sekitar setengah presisi fotometrik dari misi Kepler asli.

Hidup baru Kepler dimulai dengan tes 9 hari pada bulan Februari 2014. Ketika Vanderburg dan rekan-rekannya menganalisis data, mereka menemukan bahwa Kepler telah mendeteksi transit planet tunggal.

Mereka menegaskan penemuan dengan pengukuran kecepatan radial dari spektograf HARPS-Utara pada Telescopio Nazionale Galileo di Kepulauan Canary. Transit tambahan lemah terdeteksi oleh Microvariability dan Osilasi of Stars.

Planet yang baru ditemukan, HIP 116454b, memiliki diameter 20.000 mil, dua setengah kali ukuran Bumi. HARPS-N menunjukkan bahwa beratnya hampir 12 kali lipat Bumi. Hal ini membuat HIP 116454b super-Bumi, kelas planet yang tidak ada dalam tata surya kita. Kepadatan rata-rata menunjukkan bahwa planet ini baik dunia air (terdiri dari air sekitar tiga perempat dan rock seperempat) atau mini-Neptunus dengan diperpanjang, suasana gas.

Dekat di planet ini mengelilingi bintangnya setiap 9,1 hari pada jarak 8,4 juta mil. Bintang tuan rumah adalah jenis K kerdil oranye sedikit lebih kecil dan lebih dingin dari Matahari Sistem ini 180 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Pisces.
Karena bintang tuan rumah relatif cerah dan di dekatnya, tindak lanjut penelitian akan lebih mudah untuk melakukan daripada banyak planet Kepler yang mengorbit bintang yang lebih jauh.

"HIP 116454b akan menjadi target utama bagi teleskop di tanah dan di ruang angkasa," kata astronom Harvard dan penulis John Johnson dari CFA.

Mars rover mendeteksi lonjakan metana ( molekul organik.?.) di Mars.

Hati-hati

menganalisis data yang dikumpulkan oleh NASA Mars rover Curiosity, ilmuwan tiba-tiba menemukan lonjakan metana di atmosfer Mars selama dua bulan satu tahun yang lalu dalam jumlah yang tak terduga.

Laboratorium IPA keliling juga telah membuat deteksi definitif pertama molekul organik dalam batuan permukaan, menambahkan dukungan tambahan untuk gambar yang muncul dari Mars sebagai planet layak huni sekali.

"Kami sekarang memiliki keyakinan penuh bahwa ada metana kadang-kadang hadir di atmosfer Mars, dan bahwa ada organik diawetkan batuan kuno di Mars pada tempat-tempat tertentu," kata John Grotzinger, yang Curiosity peneliti utama. "Ini penting. Metana di atmosfer dan organik dalam batuan kuno penting karena hal itu bisa konsisten dengan mantan adanya kehidupan atau keberadaan yang ada kehidupan. "

Namun hanya mendeteksi metana di atmosfer Mars "bukan argumen bahwa kami telah menemukan bukti kehidupan di Mars," kata Grotzinger wartawan pada pertemuan musim gugur American Geophysical Union di San Francisco."Tapi itu adalah salah satu dari beberapa hipotesis yang kita dapat mengusulkan bahwa kita harus mempertimbangkan seperti yang kita maju di masa depan."

Demikian juga, deteksi definitif molekul organik "juga bukan argumen bahwa pernah ada kehidupan di Mars kuno," kata Grotzinger."Tapi itu adalah jenis bahan yang Anda akan mencari jika kehidupan pernah berasal dari Mars.Jadi organik apapun, organik bahkan abiotik yang dihasilkan, adalah hal-hal yang kita perlu mencari jika kita pernah akan menemukan bukti bahwa mikroba pernah ada di Mars. "



Tingkat latar belakang rata-rata metana di atmosfer Mars adalah sekitar 0,7 bagian per miliar, tingkat yang mewakili sekitar 5.000 metrik ton tersebar di seluruh atmosfer planet. Sebaliknya, tingkat metana dalam jumlah atmosfer bumi untuk sekitar 500 juta ton.
Tetapi selama periode dua bulan pada akhir tahun 2013 dan awal tahun ini, Curiosity mengukur peningkatan 10 kali lipat dalam tingkat metana Mars, tiba-tiba melompat hingga rata-rata 7,2 bagian per miliaraaa. Selama pengukuran berikutnya enam minggu kemudian, metana itu kembali pada tingkat latar belakang.

Sushil Atreya, anggota tim sains Curiosity di University of Michigan, mengatakan setidaknya ada tiga potensi sumber metana Mars.

Ini bisa menjadi hasil dari radiasi ultraviolet matahari yang bekerja pada senyawa organik diendapkan pada permukaan oleh debu kosmik atau micrometeor, katanya. Atau, mungkin hasil dari proses non-biologis di masa lalu yang melibatkan air dan mineral tertentu. Metana kemudian bisa saja dikurung di "klatrat" senyawa yang kemudian berhasil mencapai permukaan dan rusak, melepaskan gas.



Kemungkinan ketiga adalah metana diproduksi oleh beberapa jenis aktivitas mikroba, baik kuno maupun modern. Jika yang pertama, metana bisa saja disimpan dalam senyawa klatrat dengan cara yang sama sebagai sumber non-biologis.

"Lonjakan tiba-tiba metana yang kita lihat selama dua bulan, yang merupakan bersendawa metana baik dari sumber modern atau kebocoran metana dari (bawah permukaan) penyimpanan," kata Atreya. "Fakta bahwa metana adalah pada tingkat latar belakang, tiba-tiba naik, datang kembali ke tingkat latar belakang sebagai tiba-tiba, menunjukkan sumber harus relatif lokal dan kecil."

Sementara rincian tetap harus dikerjakan, "semua pengamatan ini yang kita miliki selama dua tahun, mereka sangat sugestif bahwa Mars saat ini aktif," katanya.

Diminta untuk berspekulasi di mana sumber - biologi, geologi atau kerusakan permukaan - mungkin penjelasan lebih mungkin, Grotzinger mengatakan "tidak ada cara untuk mengukur itu."

"Kami hanya harus menghormati itu adalah kemungkinan, dan itu tanggung jawab kita untuk dasarnya pergi melalui dan memalsukan semua hipotesis abiologic lain untuk menghasilkan satu yaitu," katanya. "Tapi apa yang kita rasakan data ini yang paling berharga adalah untuk mendorong masa depan. Karena kita melihat sinyal di sini, ada baiknya datang kembali dan melakukan lebih banyak pekerjaan. "

Kontes penamaan kawah merkurius



The MESSENGER Education and Pulic Outreach (EPO) Team meluncurkan kompetisi pekan ini untuk menamai lima kawah di Merkurius. Kontes ini terbuka untuk semua Orang kecuali anggota tim EPO misi. Kontes berlangsung dari 15 Desember 2014 hingga 15 Januari 2015.

Pesawat ruang angkasa NASA MESSENGER telah di orbit sekitar Merkurius sejak Maret 2011. Tim EPO Misi ini dipimpin oleh Julie Edmonds dari Carnegie Institution for Science.

Menurut International Astronomical Union (IAU) - badan dari planet dan satelit nomenklatur sejak tahun 1919 - semua kawah baru di Merkurius harus dinamai seniman, komposer, atau penulis yang terkenal selama lebih dari 50 tahun dan telah mati untuk lebih dari tiga tahun.



Kontes EPO Team memungkinkan masyarakat untuk mengabadikan orang penting dalam seni dan humaniora dari mana saja di dunia. Kiriman akan diterima mulai tengah malam (00:00 UTC) pada tanggal 15 Desember 2014, sampai 15 Januari 2015 (23:59 UTC). Lima belas nama finalis untuk kawah akan diserahkan ke International Astronomical Union (IAU) untuk pemilihan lima pemenang. Pemenang akan diumumkan oleh IAU bertepatan dengan berakhirnya operasi orbital MESSENGER pada akhir Maret atau April 2015.

Pesawat ruang angkasa MESSENGER telah jauh melampaui harapan baik dalam durasi misi dan dalam kualitas dan kuantitas data. Misi ini akan berakhir musim semi ini sebagai kerajinan kecil yang ada akibat gravitasi dan dampak terhadap Mercury. Tim EPO diselenggarakan kompetisi untuk merayakan prestasi misi.

Edmonds menyarankan peserta untuk pertama penelitian artis, komposer, atau penulis yang sedang dipertimbangkan sebelum mengisi entri kontes. "Setelah online, pendaftar akan diminta untuk mengirimkan sebuah deskripsi singkat dari kontribusi individu yang mereka pilih untuk bidang mereka, serta sebagai sumber otoritatif untuk informasi latar belakang," katanya.

Nama tidak dapat memiliki signifikansi politik, agama, atau militer.Fitur lain di Tata Surya juga dapat memiliki nama yang sama. Sebagai contoh, Ansel Adams tidak memenuhi syarat karena ada fitur di Bulan dengan nama Adams (meskipun itu tidak dinamai Ansel). Peserta dapat memeriksa ide-ide mereka terhadap daftar nama fitur Tata Surya dan masukkan nama dalam "Cari dengan Fitur Nama" kotak di sudut kanan atas.

"Ini kerajinan kecil pemberani, tidak lebih besar dari sebuah Volkswagen Beetle, telah melakukan perjalanan lebih dari 8 miliar mil sejak tahun 2004 - sampai ke planet ini dan kemudian di orbit," kata Edmonds. "Kami ingin menarik perhatian internasional terhadap prestasi misi dan insinyur membimbing dan ilmuwan di Bumi yang telah membuat misi MESSENGER begitu luar biasa sukses."

Tujuan dari MESSENGER adalah untuk mengambil 2.500 gambar planet ini, tetapi telah kembali lebih dari 250.000 gambar. "Kami sekarang memiliki rinci, resolusi tinggi peta seluruh planet," kata Edmonds. "Sebagai ilmuwan mempelajari data yang luar biasa dikembalikan oleh MESSENGER, menjadi penting untuk memberikan nama ke permukaan fitur yang menarik ilmiah khusus. Memiliki nama untuk bentang alam seperti gunung, kawah, dan tebing membuatnya lebih mudah bagi para ilmuwan dan orang lain untuk berkomunikasi."

Ikuti kontesnya secara online di www.namecraters.carnegiescience.edu

New Horizons diaktifkan selama pertemuan Pluto



Setelah melakukan perjalanan sembilan tahun dari Bumi, pesawat ruang angkasa NASA New Horizons diaktifkan untuk mempersiapkan pertemuan pada musim panas mendatang dengan Pluto.

Pusat kendali misi probe di Maryland menerima sinyal dari New Horizons pukul 21:53 EST Sabtu (0253 GMT Minggu), membenarkan pesawat ruang angkasa aktif setelah membangkitkan diri dari hibernasi lebih dari 2,9 miliar kilometer dari Bumi.

Dengan kecepatan cahaya, sinyal radio dari pesawat ruang angkasa new horizon membutuhkan 4 jam 26 menit untuk mencapai Bumi, menurut University Applied Physics Laboratory Johns Hopkins di Laurel, Md., Rumah kontrol misi New Horizons.

"Ini adalah peristiwa DAS yang menandai akhir dari perjalanan New Horizons dari lautan luas ruang untuk sangat perbatasan tata surya kita, dan awal tujuan utama misi: eksplorasi Pluto dan banyak bulan pada 2015," kata Alan Stern, ilmuwan kepala pada misi New Horizons dari Southwest Research Institute di Boulder, Colo.

New Horizons secara resmi mulai mengumpulkan data pengamatan ilmiah Pluto dan sekitarnya pada 15 Januari.

Pesawat ruang angkasa akan terbang 6.200 mil dari Pluto pada 14 Juli 2015. Ia menjanjikan untuk membawa dunia yang jauh menjadi fokus, menggantikan gambar kabur dari Hubble Space Telescope dengan foto resolusi tinggi yang akan membantu para ilmuwan memetakan kawah, pegunungan dan es lembar dipercaya untuk menutupi Pluto kerak.

New Horizons telah menghabiskan sekitar dua-pertiga dari waktu penerbangan di hibernasi sejak kerajinan diluncurkan pada Januari 2006. Namun para pejabat berkala bangun probe untuk menguji instrumen dan latihan untuk pertemuan di Pluto, ketika para ilmuwan hanya memiliki satu kesempatan untuk mendapatkan yang benar .

"Secara teknis, ini adalah rutin, karena wakeup adalah prosedur yang kita akan lakukan berkali-kali sebelumnya," kata Glen Fountain, manajer proyek New Horizons di APL."Secara simbolis, namun, ini adalah masalah besar. Ini berarti dimulainya operasi pra-pertemuan kami. "

Para hibernations menghemat waktu, kata para pejabat, yang memungkinkan para ilmuwan untuk fokus pada perencanaan usaha ilmiah masa depan misi bukannya pelacakan penerbangan melalui kekosongan ruang.

Dalam beberapa minggu ke depan, pengendali tanah akan persiapan New Horizons dan tujuh instrumen ilmiah untuk terbang lintas tersebut.

Terdeteksi : Sinyal dari materi gelap



Setelah memilah-milah bertumpuk-tumpuk data X-ray, para ilmuwan di Ecole Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) Laboratorium Fisika Partikel dan Kosmologi (LPPC) dan Universitas Leiden percaya bahwa mereka bisa mengidentifikasi sinyal dari partikel materi gelap. Zat ini, yang sampai sekarang masih murni hipotetis, tidak dijalankan oleh satu pun model standar fisika selain melalui gaya gravitasi. Penelitian mereka akan diterbitkan minggu depan di Physical Review Letters.

Ketika fisikawan mempelajari dinamika galaksi dan pergerakan bintang, mereka dihadapkan dengan sebuah misteri. Jika mereka hanya memperhitungkan materi yang terlihat, maka persamaan mereka tidak sesuai. unsur-unsur yang dapat diamati tidak cukup untuk menjelaskan rotasi benda dan gaya gravitasi yang ada. Ada sesuatu yang hilang. Dari ini mereka menyimpulkan bahwa harus ada semacam materi yang tidak terlihat alias tidak berinteraksi dengan cahaya. Tetapi juga tidak secara keseluruhan, berinteraksi dengan cara gaya gravitasi. Hingga dapat Disebut bahwa : "materi gelap," zat ini muncul untuk membuat setidaknya 80% dari alam semesta.

Kemudian ditemukan Sinyal yang berasal dari peristiwa yang sangat langka di alam semesta: ". Neutrino steril" foton yang dipancarkan karena penghancuran partikel hipotetis, mungkin Jika penemuan dikonfirmasi, itu akan membuka jalan baru penelitian dalam fisika partikel. Selain itu, "Ini bisa mengantar era baru dalam astronomi," kata Ruchayskiy. "Konfirmasi penemuan ini dapat menyebabkan pembangunan teleskop baru yang dirancang khusus untuk mempelajari sinyal dari partikel materi gelap," tambah Boyarsky. "Kita akan tahu di mana mencarinya untuk melacak struktur gelap dalam ruang dan akan mampu merekonstruksi bagaimana alam semesta terbentuk."

Hasil ini merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Laboratorium EPFL tentang Fisika Partikel dan Kosmologi (LPPC), bekerja sama dengan Institut Fisika di Universitas Leiden di Belanda.